PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) -- Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan akibat meluapnya debit air Sungai Kampar dampak pembukaan pintu pelimpahan atau spillway gate waduk PLTA Koto Panjang di Kampar, kembali meluas hingga Selasa (5/3/2025).
Bahkan, ketinggian genangan air yang merendam sejumlah badan jalan, terus mengalami peningkatan dari hari-hari sebelumnya.
Hal ini dipengaruhi terus naiknya debit air Sungai Kampar. Di mana pada Rabu (5/3/2025), debit air Sungai Kampar naik 18 centimeter menjadi 3,70 meter di atas batas normal, berdasarkan pengukuran di jembatan penyeberangan ponton Langgam.
Tidak hanya merendam dan memutus akses transportasi jalan darat, banjir juga telah memaksa Manajemen PT Riau Andalan Pulp and Papar (RAPP) untuk menghentikan sementara operasional ponton penyeberangan di Sungai Kampar Kecamatan Langgam, Kabupaten Pelalawan.
"Ya, sejak Selasa (4/3/2024) kemarin, aktivitas penyebrangan ponton di Langgam sudah stop operasi. Bahkan, jalan koridor juga ditutup untuk sementara waktu karena banjir semakin tinggi," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan MSi kepada Riaupos.co, Rabu (5/3/2025).
Dijelaskan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini bahwa, dampak banjir tersebut, setidaknya sejumlah akses yang tergenang air, tingginya kembali naik rata-rata sekitar 5 centimeter (cm).
Seperti kondisi banjir yang menggenangi badan Jalan Pemda Langgam yang menghubungkan Jalan Koridor RAPP ke Kelurahan Langgam. Kemudian Jalan penghubung Kelurahan Langgam dengan Desa Lubuk Ogung Kecamatan Bandar Seikijang, serta Jalan penghubung Desa Sotol dan Tambak.
"Mayoritas tinggi air yang menggenangi badan jalan di Kecamatan Langgam ini antara 10-70 cm. Sehingga jalan-jalan ini sudah tidak bisa dilintasi mobil dan juga sepeda motor. Dan jalan hanya bisa ditempuh menggunakan sampan atau pompong," paparnya.
Selain.jalan-jalan di Kecamatan Langgam, sambung Zulfan, banjir juga telah merendam dan memutus sejumlah badan Jalan di Kecamatan Pangkalan Kerinci. Tepatnya di Desa Kuala Terusan dan Desa Rantau Baru.
"Dan di dua lokasi banjir ini, juga hanya bisa ditempuh mengunakan alat transposrtasi air, baik sampan atau pompong. Dimana tinggi air saat ini mencapai 10-95 cm.
"Meski demikian, hingga saat ini kondisi Jalan Lintas Timur Kilometer 83 Desa Kemang, masih aman. Tapi air sudah mendekati bahu jalan. Diperkirakan besok atau lusa mungkin banjir mulai merendam badan jalan Lintas Provinsi," ujar Zulfan.
Dijelaskannya, banjir juga telah mulai merendam sejumlah badan jalan di Kecamatan Pelalawan. Seperti Desa Sering dan Kelurahan Pelalawan. Hanya saja, sejauh ini, banjir masih belum menghambat moda transportasi masyarakat tempatan. Pasalnya, badan jalan masih dapat ditempuh menggunakan alat transportasi darat.
"Saat ini, kita tengah melakukan pendataan terhadap warga terdampak banjir. Khususnya di desa dan kelurahan yang berada di bantaran Sungai Kampar di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Langgam dan Pelalawan. Dan alhamdulillah, sejauh ini stok sembako seperti beras dan minyak goreng, masih ready di Dinas Sosial yang saat ini masih menunggu data korban terdampak banjir dari kita di BPBD. Sehingga, bantuan dapat segera disalurkan kepada warga yang menjadi korban terdampak banjir," tuturnya.
Di tempat terpisah, Corporate Communications Head PT RAPP, Aji Wihardandi mengkonfirmasi penghentian operasional penyeberangan ponton dan jalan koridor itu.
"Ya, mulai Selasa tanggal 4 Maret 2025, akses jalan koridor dan Ponton PT RAPP ditutup sementara dikarenakan banjir. Kebijakan itu diambil akibat luapan air Sungai Kampar yang terjadi. Hal ini dilakukan untuk keamanan dan keselamatan masyarakat dan pengguna jalan," tutupnya.
Editor : Rinaldi