PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Banjir yang melanda sejumlah desa dan kelurahan yang tersebar di 4 kecamatan Kabupaten Pelalawan hiangga saat ini masih tetap bertahan. Tidak hanya menggenangi sejumlah permukiman warga, banjir yang telah berlangsung sejak sepekan terakhir ini, juga telah merendam badan jalan yang mengakibatkan putusnya sejumlah ruas badan jalan.
Alhasil mengganggu aktivitas warga yang melewati jalur tersebut dan juga menyebabkan masyarakat setempat terisolir. Bahkan banjir juga telah merendam sejumlah fasilitas umum (fasum), termasuk sekolah atau fasilitas pendidikan. Sehingga menyebabkan aktivitas pendidikan lumpuh.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) pun mengambil kebijakan untuk meliburkan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) di sejumlah lingkungan sekolah yang digenangi air.
Berdasarkan pendataan dari Disdikbud Pelalawan, total ada 24 sekolah yang diliburkan. Mulai dari Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang tersebar di 4 kecamatan. Yakni Kecamatan Langgam, Pangkalan Kerinci, Pelalawan, dan Teluk Meranti.
"Ya, ada sebanyak 24 sekolah di Pelalawan yang diliburkan aktivitas belajar tatap muka akibat banjir dampak meluapnya Sungai Kampar," terang Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kabupaten Pelalawan Leo Nardo SPd MM didampingi Plt Sekretaris Disdik Atil Mahdar kepada Riaupos.co, Senin (10/3/2025) siang di ruang kerjanya.
Diungkapkannya bahwa dari 24 sekolah tersebut, Kecamatan Pelalawan merupakan daerah yang paling banyak sekolahnya diliburkan. Yakni 17 sekolah. Hal ini karena mayoritas sekolah di kecamatan ini berada dekat dengan bantaran Sungai Kampar.
Adapun sekolah di Kecamatan Pelalawan yang terdampak tersebut adalah TK Tunas Bangsa Terpadu, SDN 002 dan SDN 011 Desa Sering. Kemudian di Kelurahan Pelalawan ada 2 TK, SDN 001, SDN 006, SMPN 1 dan SMPN 3,
“Selanjutnya ada SDN 013 serta SDN 008 Desa Pekan Tua. TK dan SDN 005 Desa Kuala Tolam. SDN 002 dan SDN 007 Desa Ransang. Dua TK dan SDN 003 Desa Sungai Ara," paparnya.
Sementara itu, lanjut Leo, 7 sekolah lainnya yakni SDN 004 Muaro Sako Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam diliburkan lantaran akses jalan ke sekolah terendam banjir. Selanjutnya di Kecamatan Pangkalankerinci ada 4 sekolah yaitu TK dan SDN 001 Desa Rantau Baru. Serta TK dan SDN 002 Desa Kuala Terusan.
"Dan terakhir ada satu sekolah di Kecamatan Teluk Meranti yakni SDN 011 Desa Kuala Panduk," ujarnya.
Ditambahkan Leo Nardo yang juga menjabat Kabid SMP SD Disdikbud Pelalawan ini bahwa, pihaknya telah mengeluarkan surat edaran terkait pola pembelajaran bagi sekolah yang diliburkan.
Yakni aktivitas belajar mengajar dengan sistem daring, bagi daerah yang memiliki jaringan internet yang kuat serta pelayanan listrik yang tak terganggu oleh banjir.
"Sedangkan untuk daerah yang internetnya tidak lancar dan listriknya padam, para kepala sekolah dan guru silakan memberikan tugas bagi siswa sesuai perkembangan pelajaran. Sehingga para murid tidak ketinggalan pelajaran," ujarnya.
Apalagi, lanjut Leo Nardo, murid kelas VI akan menghadapi ujian akhir sekolah, sedangkan kelas l sampai V dalam waktu dekat mengikuti ujian semester. Sehingga hal ini perlu usaha keras dari pihak guru di sekolah.
"Untuk itu, kami mengimbau seluruh sekolah yang terkena banjir supaya tetap melaksanakan aktivitas pendidikan melalui daring dan berikan tugas belajar di rumah," tutupnya.(amn)
Editor : Edwar Yaman