Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tinggalkan Anak di Lokasi Banjir Saat Mencari Kayu Bakar, Balita Meregang Nyawa di Kanal PT PKS Pelalawan

M Amin Amran • Minggu, 16 Maret 2025 | 17:02 WIB
Tim Gabungan Sat Polairud Polres Pelalawan, BPBD Pelalawan dan Basarnas serta warga melakukan evakuasi jenazah balita korban T Kenzi yang tenggelam di kanal PT PKS, Ahad (16/3/2025).
Tim Gabungan Sat Polairud Polres Pelalawan, BPBD Pelalawan dan Basarnas serta warga melakukan evakuasi jenazah balita korban T Kenzi yang tenggelam di kanal PT PKS, Ahad (16/3/2025).

 

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Banjir yang melanda Kabupaten Pelalawan kembali menelan korban jiwa. Pasalnya, seorang balita bernama T Kenzi Alvazio (3) ditemukan tewas di lokasi banjir areal perkebunan PT Persada Karya Sejati (PKS) Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan, Ahad (26/3/2025) sekitar pukul 10.30 WIB.

Informasi yang berhasil dirangkum Riaupos.co dari Badan Penanggulangan Becana Daerah (BPBD) Pelalawan menyebutkan bahwa, kejadian tersebut berawal saat korban balita tersebut menemani ayahnya, T Rustam Efendi (39) untuk mencari kayu bakar, Sabtu (15/3/2025) sore kemarin sekitar pukul 16.30 WIB.

Kemudian, dengan mengendarai sepeda motor, T Rustam bersama korban berangkat dari rumah di Simpang Tengku Tepal KM 13, Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan.

Saat melintasi areal perkebunan kelapa sawit milik PT PKS yang terletak di Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan atau sekitar 2 kilometer dari tempat tinggalnya, Tengku Rustam menghentikan sepeda motor yang dikendarainya dengan membawa penumpang korban T Kenzi.

"Jadi, saat berada di lokasi ini, T Rustam masuk kedalam areal kebun PT PKS ini untuk pergi mencari kayu bakar. Tanpa memikirkan adanya firasat buruk, T Rustam meninggalkan anaknya T Kenzi (korban,red), sendiri di atas motor yang berjarak 50 meter," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada Riaupos.co, Ahad (16/3/2025) di Pangkalan Kerinci.

Diungkapkan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini bahwa, setelah sekitar 5 menit mencari dan mengumpulkan kayu bakar, T Rustam kembali menuju tempat anaknya ditinggal. Namun, alangkah terkejutnya T Rustam yang tidak menemukan korban T Kenzi di atas motor.

Merasa sangat khawatir, Rustam Efendi berusaha sekuat tenaga untuk mencari keberadaan putranya sambil memanggil namanya, namun tak kunjung ada sahutan.

Karena putus asa setelah 15 menit mencoba mencari keberadaan korban yang tidak diketahui, sang ayah pun akhirnya pulang ke rumah untuk memberitahukan kepada keluarganya.

"Setelah sampai di rumah, maka sekitar pukul 17.00 Wib, pihak keluarga bersama warga, bersama-sama turun ke lokasi untuk mencari keberadaan T Kenzi Alvazio yang diduga tenggelam di kanal area perkebunan PT PKS yang tergenang banjir tersebut," ujarnya.

"Namun, hingga malam hari, keberadaa korban T Kenzi tak kunjung ditemukan. Sehingga pihak keluarga dan warga memutuskan untuk menghentikan upaya pencarian karena hari semakin gelap dan kurangnya penerangan di lokasi," ujarnya.

Atas kejadian tersebut, sambung mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini, T Rustam melaporkan adanya kehilangan anggota keluarga mereka yang diduga tenggelam di kanal PKS kepada Polsubsektor Pelalawan, yang kemudian melakukan koordinas dengan Polairud Polres Pelalawan, BPBD Pelalawan dan Basarnas yang langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP).

Tim gabungan melakukan penyisiran ke dalam kanal atau parit areal kebut PT PKS.

"Alhamdulillah, pada Ahad (16/3/2025) sekitar pukul 11.00 Wib, korban berhasil ditemukan sekitar 100 meter dari TKP, dengan kondisi sudah meninggal dunia. Jenazah korban langsung dievakuasi ke Puskesmas Pelalawan. Hasil visum sementara, tidak ditemukan ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban yang diduga meninggal saat tenggelam," urainya.

" Usai dilakukan visum, jenazah korban diserahkan kepihak keluarga untuk kebumikan. Untuk itu, kita terus mengimbau agar masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap bahaya banjir. Khususnya para orangtua agar dapat mengontrol anaknya untuk tidak bermain air di lokasi banjir. Sehingga tidak terjadi hal negatif," tutup Kalaksa BPBD Pelalawan. (amn)

Editor : M. Erizal
#balita tewas tenggelam #Balita tenggelam #pelalawan