PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) - Banjir yang merendam badan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Km 83, tepatnya di Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, terus mengalami penyurutan.
Bahkan pada Senin (17/3/2025), tinggi permukaan air yang merendam badan jalan nasional ini kembali turun 6 cm. Alhasil, saat ini banjir yang merendam badan Jalan Lintas Provinsi tersebut tingginya hanya mencapai 30-32 cm dari sehari sebelumnya di angka kedalaman tertinggi 35-38 cm.
Penyurutan tersebut tidak hanya berdampak telah diizinkannya kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua berbodi tinggi untuk melintas. Namun, petugas gabungan juga telah melakukan pembukaan dua jalur arus lalu lintas di titik lokasi banjir terdalam di Jalintim Pelalawan ini, setelah hampir dua pekan diberlakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup jalan satu arah.
"Dengan adanya penurunan tinggi permukaan air secara signifikan dari hari-hari sebelumnya yang telah merendam badan Jalintim tersebut, maka pada Senin (17/3/2025) sekitar pukul 13.00 WIB, kami bersama petugas gabungan memutuskan untuk membuka jalan dua jalur atau dua arah.hingga saat ini arus lalu lintas semua jenis kendaraan baik roda empat dan juga roda dua bergerak lancar," terang Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri SIK kepada Riaupos.co di Pangkalankerinci, Senin (17/3/2025).
Diungkapkan mantan Kapolres Intan Jaya-Papua ini, meski arus lalu lintas tetap berjalan dengan lancar, namun kondisinya melambat. Hal ini dampak gelombang air saat kendaraan melintas menjadi tinggi. Selain itu, juga dampak banyak lubang akibat kontur jalan yang tak mampu menahan tonase kendaraan.
Untuk itu, pihaknya bersama Pemkab Pelalawan telah melakukan koordinasi dengan tim dari Balai Jalan Kementerian PUPR yang akan segera melakukan upaya penutupan lubang di Jalintim tersebut.
"Dan jika air semakin surut, maka seluruh lubang di jalan bisa secepatnya diperbaiki secara maksimal. Sehingga arus lalu lintas akan kembali berjalan dengan normal," ujarnya.
Untuk itu, sambung Afrizal, pihaknya terus mengimbau agar para pengendara kendaraan dapat meningkatkan kewaspadaan saat melintasi Jalintim Km 83 yang telah banyak mengalami kerusakan berat.
"Dan kami bersama petugas gabungan masih tetap berjaga sepanjang lokasi banjir untuk memberikan arahan dan petunjuk kepada pengendara. Serta membantu mengevakuasi kendaraan yang terperosok di tengah genangan air. Sehingga kondisi ini tidak kembali menghambat kelancaran arus lalu lintas di lapangan," tutupnya.(amn)
Editor : Edwar Yaman