Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Pisau Egrek Nyangkut di Kabel Listrik, Pemanen Sawit PT Adei Tewas Kesentrum

M Amin Amran • Rabu, 7 Mei 2025 | 17:04 WIB
Personel Polsek Bunut melakukan olah TKP karyawan PT Adei yang ditemukan tewas setelah tersengat arus listrik saat memanen sawit di areal Kebun Divisi 8 Blok 51, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Bunut
Personel Polsek Bunut melakukan olah TKP karyawan PT Adei yang ditemukan tewas setelah tersengat arus listrik saat memanen sawit di areal Kebun Divisi 8 Blok 51, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Bunut

PANGKALAN KURAS (RIAUPOS.CO) -- Kasus kecelakaan (laka) kerja yang menelan korban jiwa, kembali terjadi di wilayah hukum Kabupaten Pelalawan. Kali ini, laka kerja tersebut menimpa karyawan panen PT Adei Plantation & Industry yang diketahui bernama Rendra Satriadi (38), warga Perumahan PT Adei Divisi 8, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Bunut.

Karyawan pemanen ini, meregang nyawa setelah tersengat listrik saat memanen tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di areal Kebun Sawit Divisi 8 Blok 51, Desa Sungai Buluh, Kecamatan Bunut, Kabupaten Pelalawan, Selasa (6/5/2025) sekitar pukul 08.15 WIB.

Informasi yang berhasil dirangkum Riaupos.co dari pihak Polres Pelalawan menyebutkan, kejadian naas laka kerja itu berawal saat korban berangkat dari mess tempat tinggalnya pergi bekerja untuk memanen buah sawit di kebun perusahaan grup Kuala Lumpur Kepong (KLK) milik warga Malaysia.

Namun entah bagaimana korban yang memanen sawit mengunakan egrek dengan gagang besi fiber, tiba-tiba berteriak meminta tolong.

Rekan korban, Ropik yang mendengar teriakan tersebut, langsung bergegas datang dan melihat korban sudah tergeletak di tanah. Dengan posisi egrek fiber sedang menempel di paha korban dan mata pisau egrek tersebut tersangkut di atas kabel listrik yang masih menyala dan mengeluarkan percikan api.

Selanjutnya Ropik segera menghubungi mandornya Darwin beserta pekerja lain, untuk meminta pertolongan. Mendapat kabar ada pekerja panen sawit PT Adei yang mengalami kecelakaan kerja, temannya segera bergegas datang ke lokasi kejadian.

Namun setibanya di lokasi, ketika dicek kondisi korban yang sebagian tubuhnya mengalami luka bakar sudah tidak bernyawa lagi. Kemudian jenazah korban dievakuasi oleh warga ke klinik PT Adei. Personel Polsek Bunut yang mendapat laporan segera turun ke lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), dan memeriksa saksi serta memasang police line.

Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri SIK ketika dikonfirmasi Riaupos.co melalui Kasi Humas, AKP Edy Haryanto SH MH membenarkan adanya pekerja PT Adei yang tewas akibat kecelakaan kerja.

"Ya, korban diduga meninggal dunia dikarenakan terkena sengatan listrik melalui alat panen egrek yang dibawanya. Dengan kondisi korban mengalami luka bakar di telapak tangan, telapak kaki, paha dan beberapa bagian tubuh lainnya," ujar Kasi Humas kepada Riaupos.co, Rabu (7/5/2025).

Ditambahkan Kasi Humas bahwa, dari hasil visum ditemukan bekas luka bakar di beberapa tempat di tubuh korban dan tidak ditemukan tanda tanda kekerasan di seluruh tubuh korban. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke kampung untuk dikebumikan.

Hanya saja, Humas PT Adei, Adi Nugroho SH, saat dikonfirmasi Riaupos.co via telpon selulernya di nomor 082288135xxx tidak merespon, walau telah berulang kali dihubungi, tapi tidak dijawab, hingga berita ini dirilis.

Editor : Rinaldi
#kesetrum listrik #Pemanen Sawit Tewas #pt adei