Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Harimau Muncul Lagi di Teluk Meranti dan Mangsa Ternak Warga, BBKSDA Riau Sebut Individu Berbeda

Hendrawan Kariman • Kamis, 3 Juli 2025 | 20:20 WIB
Kepala BBKSDA Riau Supartono (kiri), didampingi Kepala Bidang Teknis BBKSDA Ujang Holisudin, memberikan keterangan pers pada Kamis (3/7/2025).
Kepala BBKSDA Riau Supartono (kiri), didampingi Kepala Bidang Teknis BBKSDA Ujang Holisudin, memberikan keterangan pers pada Kamis (3/7/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Seekor harimau sumatera dilaporkan menyerang ternak sapi di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan. Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBSKDA) Riau mengkonfirmasi kebenaran informasi tersebut.

Harimau menerkam sapi tidak jauh dari lokasi seorang pekerja kehutanan yang tewas, juga oleh harimau. Serangan terhadap seekor ternak itu tejadi pada Senin (30/6/2025).

Kepala BBKSDA Riau Supartono menjelaskan pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut. Kini Tim BBKSDA di lapangan telah memasang box trap atau perangkap di lokasi kejadian.

"Hasil camera trap terekam seekor harimau sumatera jantan yang berusia dewasa. Namun satwa tersebut belum berhasil masuk ke kotak perangkap lantaran diduga kotak kurang besar," terangnya, Kamis (3/7/2025).

Namun Supartono menjelaskan, harimau yang menerkam sapi ini merupakan harimau yang berbeda yang menerkam seorang pekerja beberapa waktu lalu. Harimau yang ini, sebut Supartono, sudah pernah terekm camera trap. Ia teridentifikasi dengan nama Sampale.

Sampale merupakan harimau dewasa yang merupakan bagian dari harimau yang mendiami kanong harimau Lanskap Kerumutan. Habutat Harimau Sumatera ini memang berbatasan langsung dengan Desa Pulai Muda, Kecamatan Teluk Meranti.

Supartono mengingatkan agar masyarakat tidak berternak di tepi hutan di Pulau Muda dan desa-desa sekitar kawasan hutan di kantong habitat harimau Kerumutan.

''Kita menduga harimau ini melihat sapi di wilayah jelajahnya maka ia memangsanya,'' ujar Supartono.

Maka Supartono mengimbau warga sekitar kejadian lebih hati-hati. Warga diminta untuk tidak beraktivitas pada malam hari. Selain itu, setiap beraktivitas yang dekat dengan wilayah hutan, hendak berkelompok.

''Selain itu hewan ternak hendaknya dikandangkan. Ini agar tidak memancing kedatangan satwa harimau,'' ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, seorang operator alat berat PT Citra Holindo bernama Hadito alias Kuang tewas dimangsa harimau di areal tanaman akasia, tepatnya di Desa Pulau Muda, Kecamatan Teluk Meranti, Pelalawan, Rabu (25/6/2025).

Pria malang berusia 23 tahun ini meregang nyawa secara tragis dengan kondisi tubuh penuh luka robek di bagian leher, dada, dan punggung, diduga akibat gigitan serta cakaran harimau Sumatera. Tragisnya, ini terjadi ketika korban pergi buang air besar sekitar pukul 20.00 WIB.

Sekedar informasi habitat Harimau Sumatera Lanskap Kerumutan merupakan satu dari habitat harimau paling rentan konflik di Riau. Dua lainnya adalah lanskap Semenanjung Kampar dan Landskap Giam Siak Kecil. Tiga habitat harimau ini terus tergerus oleh kebun sawit dan hutan industri.

Laporan Hendrawan Kariman (Pekanbaru)

Editor : M. Erizal
#bbksda riau #harimau sumatera #Harimau di teluk meranti pelalawan #Harimau sumatera di riau #harimau serang manusia #harimau terkam ternak