Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Mayat Nelayan Ditemukan Meregang Nyawa di Sungai Segati Langgam, Begini Penjelasan Polsek Langgam

M Amin Amran • Minggu, 31 Agustus 2025 | 21:36 WIB
Personel Polsek Langgam mengevakuasi jenazah Hakim (55), warga Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam yang ditemukan meregang nyawa setelah tenggelam di Sungai Segati yang merupakan anak Sungai Kampar,
Personel Polsek Langgam mengevakuasi jenazah Hakim (55), warga Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam yang ditemukan meregang nyawa setelah tenggelam di Sungai Segati yang merupakan anak Sungai Kampar,

LANGGAM (RIAUPOS.CO) - Mayat pria yang diketahui bernama Hakim (55), warga Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam ditemukan meregang nyawa setelah tenggelam di Sungai Segati yang merupakan anak Sungai Kampar, Sabtu (30/8/2025) sore lalu.

Sontak penemuan mayat itu membuat warga Desa Segati mendadak menjadi heboh. Kuat dugaan pria paruh baya yang berprofesi sebagai nelayan yang sering mencari ikan di Sungai Segati ini meninggal dunia akibat sakit yang telah lama diidapnya yakni epilepsi (ayan).

Informasi yang berhasil dirangkum Riaupos.co dari Polsek Langgam menyebutkan, penemuan jenazah korban Hakim di Sungai Segati berawal saat anak korban bernama Zulpandri (27) menghubungi nomor handphone ayahnya pada Sabtu (30/8/2025) sore lalu sekitar pukul 17.00 WIB.

 Baca Juga: Muncul Isu Libur Sekolah, Disdik Pekanbaru: Tunggu Arahan Wali Kota Agung Nugroho

Pasalnya, korban tidak kunjung pulang ke rumah setelah pamit kepada keluarga pada Sabtu (30/8/2025) pagi sekitar pukul 08.00 untuk pergi menjaring ikan di Sungai Segati yang telah menjadi aktivitas korban sehari-hari.

Karena khawatir, Zulpandri langsung pergi untuk memberitahukan kepada beberapa orang keluarga terkait kondisi ayahnya yang tak kunjung pulang. Sehingga pihak keluarga bersama warga lainnya, bergerak mencari korban ke Sungai Segati.

Dengan menggunakan beberapa sampan bermotor pihak keluarga bersama masyarakat setempat menyusuri Sungai Segati untuk mencari korban. Alhasil, sekitar satu jam lamanya proses pencarian, akhirnya korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam air. Jenazahnya kemudian dievakuasi ke darat dan diserahkan kepada pihak keluarga. Selanjutnya jenazah korban dikebumikan.

 Baca Juga: Unri Terapkan Kuliah Daring Dua Hari, ASN dan Non ASN WFH karena Gelombang Demonstrasi

"Ya, setelah dilakukan evakuasi dan divisum oleh tim medis Puskesmas Kecamatan Langgam, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya saja, kita belum mengetahui secara pasti penyebab kematian korban karena pihak keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi, karena telah ikhlas menerima kepergian korban. Dan jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk segera disemayamkan di TPU di Kecamatan Langgam," ujar Kapolres Pelalawan, AKBP John Louis Letedara SIK melaui Kapolsek Langgam Ipda Jerri Paulus Sinaga kepada Riaupos.co, Ahad (31/8/205) via selulernya.

Ditambahkan mantan Kapolsek Kerumutan ini bahwa, berdasarkan hasil pemeriksaan dan keterangan dari pihak keluarga yang telah diakukan, dugaan sementara korban meninggal dunia akibat mengidap penyakit epilepsi atau ayan yang telah lama dideritanya.(amn)

 

Editor : Edwar Yaman
#Mayat Nelayan Ditemukan Meregang Nyawa #Sungai segati langgam #Polsek langgam