PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Krisis infrastruktur di Kecamatan Pelalawan semakin memanas. Pasalnya, masyarakat Desa Rangsang menuntut kejelasan tentang nasib dermaga yang hingga saat ini belum mendapatkan perhatian serius dari pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan. Padahal, kerusakan dermaga tersebut sudah dialami masyarakat setempat sejak tahun 2023 lalu.
"Ya, dermaga kami sudah lama rusak, di mana kondisi dermaga kami roboh dan kerusakan sudah dialami kurang lebih 1,5 tahun. Kami sudah pernah mengusulkan kepada Pemkab melalui musrenbang, tapi tidak ada perhatian atau tanggapan juga dari pemerintah," terang Kepala Dusun (Kadus) II Desa Rangsang Masdian kepada Riaupos.co, Kamis (11/12) via seluler.
Diungkapkanmya bahwa, keberadaan dermaga ini sangat penting. Bukan hanya untuk aksesibilitas, tetapi juga untuk meningkatkan perekonomian lokal. Banyak warga yang mengandalkan jalur ini untuk mengangkut hasil bumi dan produk lokal. Namun, tanpa perbaikan yang nyata, harapan tersebut semakin kabur.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pelalawan, Ferry Zulkarnain Fasda.Bino MSi menjelaskan, pihaknya telah mengusulkan perbaikan dan pembangunan dermaga di Desa Ransang tersebut. Hanya saja, karena keterbatasan dan kesanggupan keuangan daerah, pembangunan dermaga itu, masih belum dapat diakomodir melalui APBD 2026.
"Meski demikian, kami akan tetap mencari solusi agar perbaikan atau pembangunan jembatan itu bisa terealisasi tahun depan. Salah satunya mengusulkannya melalui program CSR ataupun dana APBD Riau serta DAK Pusat. Untuk itu, kami berharap masyarakat yang mendambakan pembangunan dermaga, khususnya Desa Ransang, dapat bersabar."
"Karena kami berkomitmen untuk mendukung kelancaran mobilitas transportasi didaerah sungai dengan membanguj dermaga, sehingga, dapat memudahkan akses masyarakat yang tinggal didaerah perairan di Negeri Seiya Sekata ini yang tentunya akan meningkatkan ekonomi masyarakat," tutupnya.(amn)
Baca Juga: Masjid Masyithah Buka Donasi Peduli Bencana
Editor : Edwar Yaman