Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Banjir Jalintim Km 113 Surut Total, Pelalawan Tetapkan Status Bencana Hidrometeorologi

M Amin Amran • Senin, 15 Desember 2025 | 18:15 WIB
Kondisi Jalintim Km 113 yang mengalami surut total setelah sebelumnya digenangi air, Senin (15/12/2025).
Kondisi Jalintim Km 113 yang mengalami surut total setelah sebelumnya digenangi air, Senin (15/12/2025).

PANGKALANKURAS (RIAUPOS.CO) - Banjir yang sempat muncul dan merendam akses badan Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 113 Kelurahan Sorek Satu, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan pada Ahad (14/12/2025) pagi lalu, akhirnya surut total pada Senin (15/12/2025) pagi kemarin. 

Genangan air yang merendam badan jalan Nasional dengan ketinggian 20 sampai 25 centimeter ini, akibat hujan lebat yang mengguyur Pelalawan sejak malam hingga subuh hari.

Sehingga banjir membuat pengendara kendaraan harus mengurangi kecepatan saat melintasi jalan padat aktivitas ini.

Kondisi membuat personil gabungan dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pelalawan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung turun ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan pengaturan arus lalu lintas agar tidak menyebabkan terjadinya kemacetan.

"Alhamdulillah, banjir di Jalintim KM 113 telah surut total, sehingga saat ini arus lalu lintas telah berjalan dengan lancar. Sedangkan genangan air hanya sebentar karena curah hujan tinggi, dan setelah hujan reda, banjir surut total," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan, Zulfan M.Si kepada Riaupos.co, Senin (15/12/2025) di Pangkalan Kerinci.

Diungkapkan mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini bahwa, sejak awal Desember, curah hujan dengan intensitas ringan, sedang, hingga lebat terus meningkat. Tentunya kondisi ini mempengaruhi peningkatan debit air Sungai Kampar dan sungai lainnya di Negeri Seiya Sekata ini.

"Tapi alhamdulillah, kondisi Sungai Kampar masih normal dan belum berpotensi menyebabkan banjir di wilayah bantaran sungai. Artinya, kenaikan elevasi Sungai Kampar masih aman dari banjir. Karena belum ada pembukaan pintu air dari PLTA Koto Panjang," ujarnya.

Ditambahkan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini bahwa, Pemkab Pelalawan telah menetapkan status bencana hidrometeorologi. Terhitung mulai 15 Desember 2025 hingga 28 Februari 2026.

"Ya, kita akui penetapan status Pelalawan ini sedikit terlambat dari kabupaten/kota di Riau. Hal ini karena kondisi sungai masih normal, curah hujan juga masih rendah ke sedang. Namun demikian, seluruh sarana dan prasarana penanggulangan bencana di Negeri Amanah ini telah kita siagakan," ujarnya.

"Untuk itu, kita berharap agar potensi bencana di Pelalawan tahun ini tidak terjadi. Dan jika terjadi, kita berharap tidak separah tahun-tahun sebelumnya dan tanpa adanya korban jiwa," tutupnya. (amn)

Editor : M. Erizal
#banjir pelalawan #banjir surut #jalintim banjir #banjir jalintim