Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Gelar Rakor dengan PLN, Status Debit Air Sungai Kampar di Pelalawan Masih Rendah, Pemkab Segera Rumuskan Kebijakan Antisipasi Banjir

M Amin Amran • Jumat, 2 Januari 2026 | 22:30 WIB
Asisten Administrasi Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setdakab Pelalawan Drs Fakhrizal M.i  memberikan arahan saat menggelar sosialisasi Pembangunan Jaringan Gas (Jargas) untuk Rumah Tangga tahap II.
Asisten Administrasi Bidang Pembangunan dan Ekonomi Setdakab Pelalawan Drs Fakhrizal M.i memberikan arahan saat menggelar sosialisasi Pembangunan Jaringan Gas (Jargas) untuk Rumah Tangga tahap II.

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengoperasian Bendungan Koto Panjang yang digelar PT PLN Nusantara Power melalui zoom meeting dari Ruang Command Center Pelalawan, Jumat (2/1/2026). Rakor ini dilaksanakan sebagai respons atas meningkatnya debit inflow Bendungan Koto Panjang serta kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi menimbulkan banjir di wilayah hilir.

Rapat koordinasi tersebut merupakan tindak lanjut dari kunjungan kerja Bupati Pelalawan H. Zukri, SM., MM ke PLTA Koto Panjang pada Kamis (1/1/2026), guna memastikan langkah antisipatif terhadap dampak pengoperasian bendungan bagi masyarakat Pelalawan.

Demikian hal ini disampaikan Asisten Adminsitrasi Bidang Pembangunaan Ekonomi Setdakab Pelalawan Drs. Fakhrizal, M.Si kepada Riaupos.co, Jumat (2/1/2026) di Pangkalankerinci. Dikatakannya bahwa, pihaknya
menyampaikan apresiasi kepada PT PLN Nusantara Power atas inisiatif pelaksanaan rapat koordinasi tersebut. Menurutnya, forum ini penting sebagai wadah menyamakan persepsi serta merumuskan solusi terbaik terhadap kebijakan strategis pengoperasian Bendungan Koto Panjang.

Asisten II Fakhrizal mengingatkan kembali peristiwa banjir besar tahun 2024 yang terjadi akibat pembukaan pintu air Waduk PLTA Koto Panjang. Banjir tersebut mengakibatkan terendamnya ruas Jalan Nasional Lintas Timur KM 83, terputusnya arus lalu lintas, serta terisolasinya sejumlah desa dan kelurahan di Kabupaten Pelalawan.

"Jadi, belajar dari pengalaman tersebut, Pemkab Pelalawan menyetujui agar pembukaan pintu air dilakukan secara bertahap dan perlahan. Saat ini pintu air telah dibuka dua kali masing-masing setinggi 50 sentimeter, dengan tetap memantau kondisi cuaca, curah hujan, serta pasang surut air laut,” ujar Fakhrizal.

Selain langkah operasional jangka pendek, Fakhrizal juga menekankan pentingnya penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang lebih fleksibel serta strategi jangka panjang agar kejadian banjir besar seperti tahun 2024 tidak kembali terulang.

"Setiap keputusan harus diambil secara hati-hati. Keselamatan dan kehidupan masyarakat harus menjadi prioritas utama, sehingga pengoperasian bendungan perlu dilakukan secara bijak dan terukur.

"Sedangkan untuk antisipasi banjir, kami dari Pemkab Pelalawan pada awal pekan depan akan menentukan langkah dan kebijakan bersama instansi lintas sektoral. Apalagi Pemkab Pelalawan telah menetapkan status bencana hidrometeorologi. Terhitung mulai 15 Desember 2025 hingga 28 Februari 2026,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, Zulfan SPi MSi bahwa,
kondisi level air sungai kampar berdasarkan alat pengukur debit air di ponton Langgam menunjukkan dalam kondisi aman atau masih rendah. Yakni diangka 1.71 Meter, meski terjadi kenaikan sekitar 17 Cm dari sehari sebelumnya,

Sedangkan kondisi air pasang laut masuk periode pasang naik. Dan untuk operasional ponton aman dan kondusif. Sementara di PLTA Koto Panjang  Elevasi: 80.60 mdpl. Outflow Turbine : 229.07 m3/s. Outflow Spillway 2 x 50 cm : 140.66 m3/s. Inflow Waduk : 369.73 m3/s. Total Outflow : 369.73 m3/s

"Jadi, air pelimpahan PLTA Koto Panjang akan tiba di Kabupaten Pelalawan antara Sabtu atau Ahad besok yang tentu akan menambah debit air sungai kampar. Untuk itu, masyarakat harus tetap waspada serta dapat mengurangi aktifitas dialiran sungai kampar," tutupnya.(amn) 

Editor : Edwar Yaman
#sungai kampar #PT PLN Nusantara Power #pln #waduk plta koto panjang #pemkab pelalawan #pelalawan