PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) - Bupati Pelalawan H Zukri bersama Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara SIK dan Dandim 0313/KPR Letkol CZi Satriady Prabowo SIP MSi, turun langsung melakukan patroli memantau debit air di Sungai Kampar di Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Ahad (4/1/2026).
Ke tiga pimpinan Forkopimda Kabupaten Pelalawan itu, turun menyusuri Sungai Kampar dengan mengunakan speed boat karet yang dikawal speed boat Satpolairud Polres Pelalawan.
Sedangkan patroli itu dilakukan guna mengecek debit air Sungai Kampar yang mulai naik, setelah curah hujan kian tinggi dan pintu PLTA Koto Panjang, Kabupaten Kampar telah dibuka. Di sela-sela itu, ketiga pejabat negara tersebut menyapa masyarakat yang tinggal di bantaran sungai.
Demikian hal ini disampaikan Bupati Pelalawan H Zukri kepada Riaupos.co, Ahad (4/1/2026) di Pangkalan Kerinci. Dikatakannya bahwa, kegiatan ini merupakan langkah dalam mengantisipasi potensi bencana banjir, serta memberikan imbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada.
"Kami turun untuk memantau situasi Sungai Kampar. Ini terus dilakukan pemantauan terhadap kondisi ketinggian debit air, sehingga kita dapat mengambil langkah strategis untuk mencegah potensi bencana banjir di wilayah Kabupaten Pelalawan," terangnya.
Di tempat yang sama Kapolres AKBP John Louis mengungkapkan bahwa, kegiatan ini merupakan bentuk kesiapsiagaan Pemkab, TNI dan Polri dalam menghadapi dinamika cuaca ekstrem dan untuk mengantisipasi potensi bencana banjir, serta memastikan situasi kamtibmas tetap aman dan kondusif.
"Kami siap mendukung upaya Pemkab Pelalawan dalam mengantisipasi potensi bencana banjir dan memastikan keselamatan masyarakat," papar Kapolres Pelalawan.
Dijelaskannya bahwa, hingga saat ini, warga yang tinggal di sekitaran aliran sungai m, belum ada terdampak akibat kenaikkan debit air tersebut dan juga belum ada yang mengungsi.
Namun demikian, Pemkab Pelalawan dan forkopimda akan terus memantau situasi dan mengambil langkah-langkah untuk mencegah potensi bencana banjir.
"Ya, memang saat peninjauan, kondisi air terbilang tinggi di Sungai Kampar, karena dampak pasang surut air laut dan pembukaan pintu air PLTA Koto Panjang. Namun, situasinya masih dalam keadaan aman terkendali. Untuk itu, kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti arahan dari petugas terkait dan waspada terhadap perubahan cuaca yang ekstrem.
"Dan ketinggian debit air Sungai Kampar di wilayah Kabupaten Pelalawan yang mulai naik ini diperkirakan mencapai kurang lebih 30 sampai 50 centimeter. Dengan kenaikkan debit air tersebut masih dalam kategori aman," ujarnya.
Ditempat terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, Zulfan SPi MSi menambahkan bahwa, kondisi level air Sungai Kampar di ponton Langgam menunjukkan dalam kondisi aman.
Yakni diangka 2.08 meter. Kondisi tersebut mengalami kenaikan elevasi air 26 centimeter dari hari sebelumnya. Sedangkan kondisi air pasang laut masuk periode pasang naik, untuk operasional ponton aman dan kondusif.
Status Indicator Level Air ponton Langgam masuk dalam kategori normal. Sementara di PLTA Koto Panjang Elevasi : 80.72 mdpl. Outflow Turbine : 211.91 m3/s. Outflow Spillway 2 x 50 cm : 140.66 m3/s. Inflow Waduk : 352.57 m3/s. Total Outflow : 352.57 m3/s.
"Untuk itu, kita imbau agar masyarakat harus tetap waspada serta dapat mengurangi aktifitas dialiran sungai kampar," tutupnya. (amn)
Editor : M. Erizal