Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Elevasi Air Sungai Kampar Naik 10 Cm, BPBD Sampakan Lima Titik Lokasi Rawan Bencana Banjir di Pelalawan

M Amin Amran • Selasa, 6 Januari 2026 | 19:34 WIB
Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Kampar dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan peningkatan signifikan pada elevasi Waduk PLTA Kotopanjang.
Curah hujan tinggi yang melanda Kabupaten Kampar dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan peningkatan signifikan pada elevasi Waduk PLTA Kotopanjang.

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) -- Indikator level ketinggian permukaan air aliran Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan terus meningkat drastis sejak beberapa hari terakhir.

Bahkan, pada Selasa (6/1/2026), berdasarkan pengukuran level air di Ponton Kecamatan Langgam, debit air Sungai Kampar sudah berada pada angka 2,32 meter. Atau elevasi air mengalami kebaikan sekitar 10 centimeter dari sehari sebelumnya setinggi 2,22 meter. 

"Ya, setiap harinya terjadi kenaikan tinggi permukaan air Sungai Kampar, dampak pembukaan pintu air waduk Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Koto Panjang. Sehingga saat ini kondisi debit air Sungai Kampar sudah berada pada angka 2,32 meter," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan, Zulfan SPi MSi kepada Riaupos.co, Selasa (6/1/2026) di Pangkalan Kerinci.

Diungkapkan mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini bahwa, selain dampak pembukaan pintu air waduk PLTA Koto Panjang, peningkatan debit air Sungai Kampar di Negeri Seiya Sekata ini, dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi di wilayah bagian hulu sungai maupun di Pelalawan yang merupakan bagian hilir Sungai Kampar.

Dimana hampir setiap hari hujan turun mengguyur wilayah Pelalawan dengan intensitas ringan, sedang, dan lebat. Bahkan, peningkatan debit air Sungai Kampar ini juga dipengaruhi adanya air pasang laut dari hilir Sungai Kampar yang masuk dalam periode pasang naik. Sehingga menyebabkan air tertahan dan semakin tinggi. 

"Perkiraan kita, dalam dua hari kedepan, elevasi Sungai Kampar di Pelalawan ini akan mengalami penurunan. Pasalnya, curah hujan yang terjadi di Negeri Amanah ini mulai sedikit turun," ujarnya.

Dijelaskan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini bahwa, meski ketinggian permukaan air Sungai Kampar mengalami peningkatan, namun pihaknya memastikan daerah di sepanjang bantaran Sungai Kampar di Pelalawan masih aman dari banjir.

Pasalnya, sejauh ini belum ada genangan air yang terpantau akibat luapan sungai mulai dari Kecamatan Langgam, Pangkalan Kerinci, hingga ke Pelalawan.  

"Alhamdulillah, kita pastikan kondisi Pelalawan masih aman dari bencana banjir. Sedangkan banjir mulai terasa jika debit sungai mencapai 3 meter. Untuk itu, kita berharap intensitas curah hujan dapat terus menurun, sehingga debit air Sungai Kampar di Pelalawan tidak terus meningkat dan meluap yang akan menyebabkan banjir melanda Negeri Seiya Sekata ini," tuturnya.

Ditambahkan Zulfan bahwa, hingga saat ini, terdata ada lima lokasi yang paling rawan terjadi banjir di sepanjang bantaran Sungai Kampar. Diantaranya Dusun Muaro Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam.  Selanjutnya Desa Rahtau Baru dan Kuala Terusan Kecamatan Pangkalan Kerinci. Kemudian di Kelurahan Pelalawan, Kecamatan Pelalawan.

"Terakhir di Jalintim Kilometer 83 Desa Kemang. Dimana jarak dengan air sungai masih cukup jauh. Jadi, sejauh ini, belum ada luapan air yang menyebabkan terjadinya banjir," tutup Kalaksa BPBD Pelalawan.

Editor : Rinaldi
#sungai kampar #bencana banjir #plta koto panjang