Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Elevasi Air Sungai Kampar Kembali Naik 2 Cm, Jalintim Km 83 Masih Aman dari Banjir

M Amin Amran • Selasa, 13 Januari 2026 | 18:30 WIB
Kondisi Jalintim KM 83 Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras masih bebas banjir meski evelasi air sungai Kampar naik 2 centimeter, Selasa (13/1/2026).
Kondisi Jalintim KM 83 Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras masih bebas banjir meski evelasi air sungai Kampar naik 2 centimeter, Selasa (13/1/2026).

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Indikator level ketinggian permukaan air aliran Sungai Kampar di Kabupaten Pelalawan, masih belum menunjukkan grafik yang menggembirakan.
Pasalnya, elevasi air sungai Kampar tetap bertahan meski terjadi naik dan turun yang tidak signifikan.

Berdasarkan penghitungan alat pengukur level debit permukaan air Sungai Kampar di jembatan penyeberangan ponton Kecamatan Langgam, ketinggian debit level air Sungai Kampar saat ini terpantau berada di angka 2.49 meter. Atau elevasi air kembali mengalami peningkatan atau naik sekitar 2 centimeter (cm) dari sehari sebelumnya setinggi 2,47 meter pada Senin (12/1/2026) kemarin.

"Ya, ketinggian debit sungai Kampar masih tetap bertahan. Bahkan, pada Selasa (13/1/2026) hari ini, evelavasi air sungai Kampar kembali naik 2 cm," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, Zulfan MSi kepada Riaupos.co, Selasa (13/1/2026) di Pangkalankerinci.

Diungkapkan mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini bahwa, meski elevasi air sungai Kampar kembali naik, namun hingga saat ini, Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kilometer 83 Desa Kemang, Kecamatan Pangkalan Kuras, Kabupaten Pelalawan, masih aman dari banjir tahunan hingga Selasa (13/1/2026).

"Sebagai daerah yang masuk dalam daerah yang rawan terdampak banjir, saat ini Jalintim Kilometer 83 Desa Kemang, kami pastikan masih nihil genangan air dampak meluapnya debit air Sungai Kampar," paparnya.

Dijelaskan Zulfan bahwa, meski Jalintim KM 83 masih bebas banjir,.namun kondisi banjir masih menggenangi badan jalan di tiga kecamatan. Yakni Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalankerinci.

"Serta Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam dan Kelurahan Pelalawan Kecamatan Pelalawan," paparnya.

Sedangkan banjir terparah, sambung Zulfan, berada di Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci. Dimana akses yang menghubungkan Jalan Koridor PT RAPP ke areal perkampungan Desa setempat ini, terendam dengan tinggi permukaan air mencapai 40 centimeter (40).

Alhasil, akses jalan darat warga setemlat sepanjang sekitar 6 kilometer (KM) ini, terputus total dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor sejak Kamis (8/1/2026) lalu. Baik roda dua maupun roda empat. Kondisi ini telah menyebabkan masyarakat setempat menjadi terisolir. Sebab, jalan hanya dapat dilalui menggunakan sampan ataupun pompong. 

"Sementara itu, banjir di Dusun Muaro Sako Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam dan Jalan Pemda menuju Kelurahan Pelalawan, terendam dengan kondisi masih rendah. Yakni antara 3 hingga 10 centimeter. Dan akses transportasi warga belum terganggu karena masih bisa melintasi banjir," ujarnya.  

Ditambahkan Zulfan bahwa, banjir yang merendam tiga kecamatan tersebut merupakan dampak adanya pembukaan pintu air waduk PLTA Koto Panjang, sehingga terjadi peningkatan debit air sungai Kampar di Negeri Seiya Sekata. Selain itu, curah hujan yang tinggi di wilayah bagian hulu sungai maupun di Pelalawan yang merupakan bagian hilir Sungai Kampar, juga mwnjadi salah satu faktor penyebab banjir.

Peningkatan debit air sungai Kampar ini juga dipengaruhi adanya air pasang laut dari hilir Sungai Kampar yang masuk dalam periode pasang naik. Sehingga menyebabkan air tertahan dan semakin tinggi. 

"Kita berharap intenaitas hujan dapat terus turun, sehingga banjir dapat segera surut total dan warga dapat kembali beraktivitas dengan normal," tutupnya.(amn)

Editor : Edwar Yaman
#sungai kampar #bpbd pelalawan #banjir #Elevasi #jalintim