Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Elevasi Air Sungai Kampar Bertahan, Banjir Mulai Genangi SDN 004 Muaro Sako Langgam

M Amin Amran • Rabu, 14 Januari 2026 | 22:45 WIB
Genangan air mulai merendam halaman sekolah SDN 004 Dusu  Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam, Pelalawan dampak bertahannya evelasi sungai Kampar hingga Rabu (14/1/2025).
Genangan air mulai merendam halaman sekolah SDN 004 Dusu Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam, Pelalawan dampak bertahannya evelasi sungai Kampar hingga Rabu (14/1/2025).

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) - Meski curah hujan yang mengguyur wilayah Kabupaten Pelalawan dalam tiga hari terakhir mulai menurun, namun kondisi tersebut bum memberikan dampak yang signifikan terhadap banjir yang telah menggenangi sejumlah daerah bantaran sungai Kampar.di wilayah Kabupaten Pelalawan.

Bahkan, elevasi air sungai Kampar cenderung bertahan di angka 2,48 meter di atas batas normal. Tidak hanya menyebabkan sejumlah akses jalan masih tergenang air sampai hari ini. Namun, banjir juga telah menggenagi fasilitas umum berupa bangunan sekolah mulai Rabu (14/1/2026). 

Yakni Sekolah Dasar Negeri (SDN) 004 Dusun Muaro Sako Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam. Air menggenangi areal SDN 004, tepatnya di bagian halaman dan sekitar gedung SDN 004 Muaro Sako.

"Ya, memang banjir telah mulai menggenangi SDN 004 Muara Sako. Namun demikian, sejauh ini, aktivitas sekolah masih berjalan seperti biasa. Pasalnya, genangan air masih rendah yakni ketinggiannya mencapai 10 cenrimeter dan belum masuk ke dalam ruang kelas, sehingga proses belajar masih berlangsung sediakala," terang Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada Riaupos.co, Rabu (14/1/2026) di Pangkalan Kerinci.

Selain telah menggenangi bangunan sSN 004 Muara Sako, sambung mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini, banjir juga masih tetap bertahan merendam beberapa akses jalan.

Dimana tiga titik akses jalan yang digenangi air berada di sepanjang bantaran Sungai Kampar. Untuk titik terparah, masih berada di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci. Dimana akses ini telah terputus dengan ketinggian permukaan air antara 30 sampai 50 centimeter.

Alhasil, akses jalan darat warga setempat sepanjang sekitar 6 kilometer (KM) ini, terputus total dan tidak dapat dilalui oleh kendaraan bermotor sejak Kamis (8/1/2026) lalu.

Baik roda dua maupun roda empat. Kondisi ini telah menyebabkan masyarakat setempat menjadi terisolir. Sebab, jalan hanya dapat dilalui menggunakan sampan ataupun pompong. 

"Kemudian, banjir juga merendam badan jalan yang menghubungkan Desa Tambak dan Desa Sotol di Kecamatan Langgam setinggi 30 Cm. Akses itu hanya bisa dilewati kendaraan roda empat ke atas. Sebagian masyarakat menggunakan jasa penyeberangan sampan dan pompong yang disiapkan warga setempat," paparnya.

Sementara itu, lanjut mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini, banjir di Dusun Muaro Sako Kelurahan Langgam, Kecamatan Langgam dan Jalan Pemda menuju Kelurahan Pelalawan, juga masih terendam dengan kondisi masih rendah. Yakni antara 3 hingga 10 centimeter.

"Dan akses transportasi warga belum terganggu karena masih bisa melintasi banjir," ujarnya.  

Ditambahkan Zulfan bahwa, banjir yang merendam tiga kecamatan tersebut merupakan dampak adanya pembukaan pintu air waduk PLTA Koto Panjang, sehingga terjadi peningkatan debit air sungai Kampar di Negeri Seiya Sekata.

Selain itu, curah hujan yang sebelumnya meninggi di wilayah bagian hulu sungai maupun di Pelalawan yang merupakan bagian hilir Sungai Kampar, juga menjadi salah satu faktor penyebab banjir.

Peningkatan debit air sungai Kampar ini juga dipengaruhi adanya air pasang laut dari hilir Sungai Kampar yang masuk dalam periode pasang naik. Sehingga menyebabkan air tertahan dan semakin tinggi. 

"Kita berharap intenaitas hujan dapat terus turun, sehingga banjir dapat segera surut total dan warga dapat kembali beraktivitas dengan normal," tutupnya. (amn)

Editor : M. Erizal
#banjir pelalawan #sungai kampar #Langgam pelalawan #Sekolah Tergenang Banjir #Elevasi