PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) -- Banjir yang telah melanda sejumlah desa dan kelurahan di 3 kecamatan yang ada di Kabupaten Pelalawan sejak beberapa pekan terakhir, terus menunjukkan grafik yang menggembirakan. Pasalnya, elevasi air Sungai Kampar kembali menunjukkan trend penurunan yang signifikan.
Bahkan pada Selasa (20/1/2026), indikator debit level ketinggian permukaan air di Sungai Kampar saat ini terpantau berada diangka 2.39 meter di atas batas normal, berdasarkan pengukuran level air di Ponton Kecamatan Langgam.
Elevasi air kembali mengalami penurunan atau susut sekitar 7 centimeter (cm) dari sehari sebelumnya setinggi 2,46 meter pada Senin (19/1/2026). Trend penurunan tinggi permukaan air ini dipengaruhi mulai berkurangnya intensitas curah hujan yang turun mengguyur wilayah Pelalawan hampir sepekan terakhir.
Penyurutan tersebut tentunya memberikan dampak positif bagi masyarakat di Negeri Amanah ini. Pasalnya, tidak hanya membuat genangan air yang merendam pemukiman warga terus menurun, bahkan sejumlah badan jalan juga telah dapat dilintasi kendaraan bermotor, baik roda empat maupun roda dua.
"Alhamdulillah, ketinggian debit air Sungai Kampar terus turun sejak tiga hari terakhir. Bahkan, pada Selasa (20/1/2026), elevasi air Sungai Kampar kembali turun 7 cm. Memang banjir yang merendam sejumlah badan jalan, belum surut total. Tapi, setidaknya, rata-rata di lokasi ini tinggi permukaan air mulai turun sekitar 3 hingga 4 centimeter.
"Sehingga aktivitas warga mulai berangsur normal. Begitu juga dengan moda transportasi darat yang juga telah mulai bergerak dengan lancar dan normal," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan, Zulfan MSi kepada Riaupos.co, Selasa (20/1/2026) di Pangkalan Kerinci.
Diungkapkan mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini bahwa, kondisi banjir yang mulai menyusut bahkan nyaris mengering berada di Dusun Muara Sako Kelurahan Langgam Kecamatan Langgam. Dimana tinggi permukaan air yang sebelumnya mencapai 7 cm, saat ini hanya tinggal 3 cm. Alhasil, aktivitas warga setempat telah mulai berangsur normal.
"Begitu juga kondisi banjir yang sebelumnya menggenangi badan Jalan Pemda menuju Kelurahan Pelalawan dengan tinggi permukaan air, sekarang sudah tinggal 3 cm. Dan sejauh ini, akses transportasi darat warga belum terganggu karena masih bisa melintasi banjir menggunakan semua jenis kendaraan. Baik roda dua maupun roda empat," ujarnya.
Dijelaskan Zulfan bahwa, meski banjir di dua Kecamatan nyaris surut total, namun kondisi banjir di Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci, masih belum dapat dilintasi kendaraan roda dua. Pasalnya, permukaan air yang merendam badan jalan masih cukup tinghi, yakni mencapai 32 cm. Alhasil, sebagian besar aktivitas masyarakat setempat, masih dilakukan menggunakan alat trasnportasi air, baik sampan maupun pompong.
"Meski demikian, akses sepanjang 6 Km yang menghubungkan Jalan Koridor PT RAPP ke areal perkampungan desa setempat ini sudah dapat dilalui kendaraan roda empat," tutupnya.
Editor : Rinaldi