PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Peninggian Jalan Lintas Timur (Jalintim) di kilometer (km) 75 Dusun Pulau Payung Kelurahan Pangkalan Kerinci Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan akan dikebut tuntas jelang dua pekan sebelum Idulfitri. Saat ini, sistem buka tutup masih diberlakukan Kepolisian Resort (Polres) Pelalawan melalui Satuan Lalu Lintas (Satlantas) hingga Sabtu (21/2). Pasalnya, proyek penimbunan dan peninggian badan jalan di Jalintim km 75 yang rawan terendam banjir oleh Kementerian PU RI melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Riau Kementerian Pekerjaan Umum RI masih belum rampung hingga memasuki hari ketiga Ramadan 1447 H/2026 M. Rekayasa lalu lintas dengan sistem buka tutup jalan satu arah yang telah diberlakukan sejak Rabu (18/2) lalu ini, sebagai upaya untuk memperlancar moda transportasi arus lalu lintas di jalan pada aktivitas tersebut agar tidak menyebabkan terjadinya antrean panjang kendaraan bermotor.
“Ya, buka tutup Jalintim km75 satu arah ini sudah memasuki hari keempat. Dan alhamdulillah, sejauh ini moda transportasi di Jalan Lintas Provinsi ini masih berjalan lancar. Pasalnya, aktivitas lalu lintas kendaraan masih normal atau belum terlalu padat,” terang Kasat Lantas Polres Pelalawan, AKP Tatit Rizkyan Hanafi SIK kepada Riau Pos, Sabtu (21/2) di Pangkalan Kerinci.
Diungkapkan mantan Kasat Lantas Polres Inhil ini bahwa dalam pemberlakukan buka tutup jalan ini, pihaknya menempatkan sejumlah personel di lokasi untuk melakukan pengaturan arus lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. Dengan demikian, proses proyek pengerjaan penimbunan dan peninggian badan Jalintim km 75 yang akan dilakukan sepanjang 1 km ini tidak terkendala dan berjalan dengan lancar.
“Sejauh ini, progres pengerjaan jalan yang ditargetkan rampung dua pekan sebelum Idul Fitri 1447 H/2026 M ini, sudah rampung 300 meter. Dan setelah rampung, pengerjaan akan kembali dilanjutkan di lokasi berbeda yang akan ditentukan oleh BPJN. Intinya, sebelum pengerjaan jalan ini rampung, buka-tutup jalan satu arah akan terus kita berlakukan,” paparnya.
Dijelaskan mantan Kapolsek Ukui ini bahwa buka tutup arus lalu lintas di Jalintim km 75 tersebut rentang waktunya relatif cepat dan tidak berdampak, yang menyebabkan terjadinya antrean panjang kendaraan.
“Untuk durasinya relatif singkat. Yakni kurang lebih 5-7 menit. Sehingga antrean tidak mengular panjang. Dan sejauh ini, volume kendaraan masih tergolong sepi atau masih normal, sehingga buka tutup jalan satu arah ini hanya memakan waktu antara 3-5 menit saja.
“Untuk itu, dengan adanya pengerjaan penimbunan dan peninggian badan Jalintim km 75 ini, kami meminta agar pengendara dapat mengikuti antrean buka tutup dan tidak mencoba menerobos mencuri jalur kanan, karena bisa menimbulkan kemacetan. Jadi tetaplah di jalur antrean,” ujarnya.
Dijelaskan mantan Kasat Lantas Polres Inhil ini bahwa, kendaraan dari arah Kelurahan Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras menuju Pangkalan Kerinci diberhentikan ketika buka tutup jalan satu jalur dilakukan. Begitu juga sebaliknya sesuai dengan pengaturan petugas lokasi.
Sedangkan kendaraan roda 6 ke atas dari arah Kelurahan Sorek, Kecamatan Pangkalan Kuras menuju Pekanbaru dialihkan melalui Jalan Lingkar Timur Pangkalan Kerinci menuju Simpang Empat Lampu Merah RAPP.
“Kemudian belok ke kanan menuju RS Efarina RS dan lanjut ke Pos Lantas Simpang Perak serta belok ke kiri ke arah Kota Pekanbaru,” tuturnya.
Ditambahkan mantan Kapolsek Pangkalan Kerinci ini bahwa, pengerjaan peninggian dan penimbunan jalan dari Kementerian PU ini, sebenarnya mulai dari Jalintim Kilometer 74 samppai 84 Desa Kemang Kecamatan Pangkalan Kuras, karena lokasi itu langganan banjir. Namun untuk pengerjaan awal di Kilometer 75 dengan penimbunan menggunakan tanah urug.
“Jadi, kami imbau agar pengendara tetap mengikuti arahan petugas kami di lapangan. Dan tidak memotong atau mencuri jalur, sehingga akan berdampak menyebabkan terjadinya kemacetan panjang yang tentunya akan menghambat kelancaran arus lalu lintas,” tutup mantan Kasat Lantas Polres Rohul ini.(amn)
Editor : Bayu Saputra