PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Arus mudik yang melewati jalur Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Pelalawan mulai ramai dilalui kendaraan angkutan umum seperti bus, mobil pribadi serta kendaraan roda dua, Ahad (15/3/2026) atau tepatnya H-5 Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah.
Volume kendaraan yang melintasi Jalintim di Negeri Seiya Sekata ini meningkat dibandingkan hari biasanya. Hal ini mengingat Pelalawan berada di jalan lintas Sumatera yang dilalui kendaraan dari berbagai daerah di Pulau Sumatera maupun Jawa.
"Ya, sejak Jumat (13/3/2036) lalu hingga Ahad (15/3/2026) hari ini, terjadi peningkatan volume aktivitas kendaraan yang melintas di ruas Jalintim Kabupaten Pelalawan. Yakni dengan kenaikan sebesar 5 persen, dibandingkan lalu lintas harian. Dan khusus pada hari ini (Ahad,15/3/2026), volumenya meningkat menjadi 10 hingga 15 persen," terang Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara, SIK melalui Kasat lantas, AKP Tatit Rizkyan Hanafi SIK kepada Riaupos.co, Ahad (15/3/2026) di Pangkalan Kerinci.
Dikatakannya bahwa, puncak arus mudik tersebut diprediksi akan terjadi pada Rabu (18/3/2026). Pasalnya, mayoritas pekerja perusahaan dan juga pegawai Pemerintahan, akan mulai menjalani masa libur dan cuti lebaran Idulfitri 1443 H.
"Prediksi kita puncak arus mudik ini akan mulai terjadi pada Rabu (18/3/2026) siang besok. Karena para pekerja akan mulai libur," bebernya.
Meskipun demikian, sambung mantan Kasat Lantas Polres Rohul ini, hingga saat ini kondisi arus lalu lintas masih berjalan lancar tanpa adanya kemacetan. Hanya saja, pengendara perlu berhati-hati saat melewati Jalintim Kilometer 74 sampai 76 Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Pasalnya, badan jalan baru saja ditimbun dalam rangka perbaikan sejak bulan lalu. Sehingga para di imbau dapat mengurangi kecepatan saat melintas dari titik timbunan.
"Jadi, tidak ada lagi titik rawan macet. Karena arus lalu lintas sudah dibuka dua arah di Kilometer 75. Dan proses pekerjaan sudah dihentikan sementara dan dilanjutkan setelah Lebaran," papar Tatit.
Diungkapkannya bahwa, meski tidak ada titik rawan macet, namun para pemudik tetap terus diminta waspada. Pasalnya, ada tiga titik rawan kecelakaan lalulintas (lakalantas) di sepanjang Jalintim Pelalawan, agar pemudik memperhatikannya dan tetap waspada.
Diantaranya Kilometer 39 sampai Kilometer 40 Desa Lubuk Ogung Kecamatan Bandar Sei Kijang. Kemudian Kilometer 44 sampai Kilometer 50 Desa Kiyap Jaya Kecamatan Bandar Seikijang.
Terakhir Kilometer 113 sampai Kilometer 120 Kelurahan Sorek Satu Kecamatan Pangkalan Kuras.
"Kami mengimbau pemudik selalu waspada dan berhati-hati dalam berkendaraan, khususnya di titik rawan tersebut," sebut mantan Kasat Lantas Polres Inhil ini.
Dikatakannya bahwa, untuk pengamanan jalur mudik ini, Polres Pelalawan telah mengaktifkan 4 Posko Pengamanan (Pospam) dan 1 Posko Pelayanan (Posyan) dalam rangka operasi ketupat Lebaran 2026 yang akan aktif sampai 25 Maret mendatang.
Dan apabila pengemudi merasa lelah berkendara atau membutuhkan informasi jalur mudik, maka dipersilahkan untuk beristirahat dan mampir pada pos-pos pengamanan dan pelayanan operasi Ketupat Lancang Kuning 2026 yang ada di beberapa titik jalintim Pelalawan.
Adapun lokasi Pospam yang didirikan yakni di Jalan Lintas Timur (Jalintim) Desa Simpang Beringin Kecamatan Bandar Seikijang yang merupakan perbatasan antara Pelalawan dengan Pekanbaru, Siak, dan Kampar.
Kemudian Pospam di Jalintim Kilometer 55 Pangkalan Kerinci yang menjadi perbatasan dengan Kabupaten Siak dan pintu masuk ke Kota Pangkalan Kerinci.
Selanjutnya Pospam Jalintim Kelurahan Sorek Satu Kecamatan Pangkalan Kuras tepat di depan Rumah Makan Nilam Sari.
Terakhir Pospam Jalintim Kelurahan Ukui Kecamatan Ukui yang merupakan perbatasan antara Pelalawan dengan Kabupaten Indragiri Hulu, dan untuk Posyan, didirikan di depan pusat perbelanjaan Ramayana Pangkalan Kerinci, tepat di tengah kota.
"Untuk itu, kita berharap pos pengamanan dan pos pelayanan ini dapat bermanfaat bagi pengguna jalan arus mudik lebaran. Namun demikian, kita tetap mengimbau masyarakat yang melakukan aktivitas arus mudik lebaran, baik yang manggunakan angkutan umum, roda 4 pribadi maupun sepeda motor, agar tetap mengutamakan keselamatan dari pada kecepatan," ujarnya.
Dijelaskankan mantan Kapolsek Pangkalan Kerinci ini bahwa, pada operasi ketupat lancang kuning tahun ini, Polres Pelalawan mengerahkan 181 personel gabungan.
Diantaranya sebanyak 141 personil Polres Pelalawan dari berbagai fungsi. Kemudian ada 40 orang personil dari instansi terkait seperti Dinas Perhubungan (Dishub), Satpol PP, Dinas Kesehatan, TNI, dan lainnya.
Dan para petugas ini akan berjaga di Posko Pengamanan (Pospam) dan Posko Pelayanan (Posyan) yang didirikan selama operasi ketupat. Penjagaan dibagian dalam shift atau waktu tugas yang telah ditetapkan.
"Jadi, bagi pelaku perjalanan yang membutuhkan informasi juga bisa menyambangi petugas di pos Pam dan Pos Yan. Termasuk jika terjadi gangguan keamanan maupun kemacetan lalu lintas, segera menghubungi pospam terdekat," tutupnya. (amn)
Editor : M. Erizal