Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Dibantu Hujan, Karhutla di Desa Gambut Mutiara Pelalawan Padam Total, Senin, Seluruh Personel Gabungan Ditarik dari Lokasi

M Amin Amran • Minggu, 5 April 2026 | 18:50 WIB
Tim gabungan melakukan pendinginan karhuta di Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti yang telah padam total pasca diguyur hujan, Ahad (5/4/2026). (Istimewa)
Tim gabungan melakukan pendinginan karhuta di Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti yang telah padam total pasca diguyur hujan, Ahad (5/4/2026). (Istimewa)

TELUK MERANTI (RIAUPOS.CO) - Hujan deras yang turun mengguyur sejumlah wilayah di Kabupaten Pelalawan, memberikan keberkahan yang sangat luar biasa. 

Betapa tidak, curah hujan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang turun pada Sabtu (4/4/2026) pagi kemarin dan Ahad (5/4/2026), telah membuat kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Gambut Mutiara Kecamatan Teluk Meranti, telah teratasi.

Pasalnya, seluruh titik Karhutla di desa tersebut, telah berhasil dipadamkan total oleh tim gabungan karhutla Pelalawan dan Pemprov Riau. 

Baca Juga: Wako Agung Nugroho Usulkan Nama Pendiri Kota untuk Pintu Tol Pekanbaru

"Alhamudillah, seluruh titik api di Desa Gambut Mutiara, telah berhasil dipadamkan total. Sedangkan keberhasilan pemadaman titik api ini, berkat bantuan keberkahan sang pencipta yang menurunkan hujan deras hasil OMC, sehingga sangat mempercepat pemadaman titik api," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si kepada Riaupos.co, Ahad (5/4/2026) di Pangkalan Kerinci.

Diungkapkan mantan Sekretaris Dinas Kesehatan Pelalawan ini bahwa, meski titik api telah berhasil dipadamkan total, namun tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), dan Regu Pemadam Kebakaran (RPK) dari beberapa perusahaan swasta yang ada di sekitar lokasi titik api, masih tetap siaga dilapangan untuk melakukan upaya pemantauan agar titik api tidak kembali muncul.

"Jadi, hari ini tim gabungan masih siaga di lokasi karhutla Desa Gambut Mutiara ini. Dan jika tidak ada kendala, maka areal Karhutla sudah bisa ditinggalkan dan tidak kuatir api kembali menyala. Sehingga seluruh personil dari tim gabungan akan ditarik ke instansi masing-masing pada Senin (6/4/2026) besok.

Baca Juga: Delapan Camat di Kabupaten Kuansing Ikuti Diklat Kepamongan Lima Hari di Bukittinggi

"Intinya, jika di Gambut Mutiara tidak muncul lagi titik api, Pelalawan sudah zero karhutla. Pasalnya, seluruh titik api (fore spot) maupun titik panas (hot spot) yang sebelumnya ditemukan di dua lainnya, yakni Kecamatan Kuala Kampar dan Bunut, telah berhasil dipadamkan total pada pekan lalu," paparnya. 

Diungkapkan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini bahwa, proses pemadaman api telah dilakukan selama kurang lebih sekitar dua pekan. Yakni sejak api terdeteksi pertama kali pada 19 Maret 2026 lalu dilahan kebun kelapa sawit milik masyarakat. 

Namun api menjalar cepat di lahan gambut yang kering tersebut. Sedangkan jenis vegetasi yang terbakar, seperti semak belukar, resam, dan kayu kering pelepah kelapa sawit,  sehingga memudahkan api menyebar, sebelum berhasil dikendalikan dan dipadamkan.

Baca Juga: Terganggu Cegukan Tak Berhenti? Coba 7 Cara Ini untuk Menghilangkan Cegukan dengan Cepat

"Alhasil upaya pemadaman pun dilakukan tim gabungan secara maksimal. Baik pemadaman melalui jalur darat hingga menggunakan satu unit helikopter BNPB untuk melakukan water booming menurunkan air dari udara. Alhasil, berkat kerja keras tim gabungan yang dibantu hujan deras hasil.OMC, api telah berhasil dipadamkan total," ujarnya.

Ditambahkan mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini bahwa, banyak kendala yang dihadapi pihaknya bersama tim gabungan saat melakukan upaya pemadaman api di lapangan.

Seperti cuaca panas dan juga angin yang berhembus kencang di lokasi kebakaran, sehingga kepulan asap tebal menghalangi jarak pandang petugas gabungan yang sedang memadamkan api. 

Baca Juga: Polda Riau Bongkar Mafia Solar Subsidi di Pelalawan dan Inhil, Ribuan Liter Diamankan

Selain itu, akses ke areal yang sedang terbakar, juga tidak bisa dijangkau menggunakan alat transportasi darat, seperti mobil dan juga sepeda motor.

Begitu juga dengan pasokan air yang cukup minim di lokasi menjadi kendala tim untuk melakukan upaya pemadaman secara maksimal. 

Apalagi lokasi lahan yang terbakar merupakan lahan gambut yang kedalamannya bisa mencapai 5 meter. Alhasil, upaya pemadaman dibantu melalui jalur udara yakni menggunakan satu unit helikopter untuk melakukan water bombing.

Baca Juga: Sudah Dua Hari Lakukan Pencarian, Jasad Rayendra yang Diduga Tenggelam Belum Juga Ditemukan

"Dan kita masih terus siaga dan intens melakukan pemantauan titik api dilokasi yang telah dampak karhutla. Untuk itu, kami terus mengimbau agar seluruh unsur elemen masyarakat di Negeri Amanah ini, dapat menjaga dan tidak membakar lahan. Pasalnya, sanksi hukum pidana pasti akan diberikan jika terbukti lalai dan sengaja melakukan aksi karhutla," tutupnya. (amn)

Editor : M. Erizal
#karhutla padam #Karhutla di Pelalawan #pemadaman karhutla