Dugaan Keterlibatan Kader dalam Razia Narkoba di Pekanbaru, Ketua DPD PAN Pelalawan Buka Suara

M Amin Amran • Dipublikasikan Kamis, 28 Mei 2026 | 18:35 WIB
Ketua DPD PAN Kabupaten Pelalawan, Muhamad Bakri. (Istimewa)
Ketua DPD PAN Kabupaten Pelalawan, Muhamad Bakri. (Istimewa)

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) -- Ketua DPD PAN Kabupaten Pelalawan Muhamad Bakri, angkat bicara terkait beredarnya informasi mengenai dugaan keterlibatan seorang kader muda PAN yang juga menjabat sebagai Bendahara DPD PAN Kabupaten Pelalawan berinisial FZR dalam razia gabungan narkotika di salah satu tempat hiburan malam di Kota Pekanbaru pada, Ahad (23/5/2026) lalu. 

Pernyataan Ketua DPD PAN Pelalawan tersebut muncul di tengah sorotan publik terhadap komitmen seluruh elemen masyarakat, termasuk partai politik, dalam mendukung upaya pemberantasan narkoba yang saat ini menjadi perhatian serius pemerintah dan aparat penegak hukum.

Bakri yang juga menjabat Wakil Ketua Komisi II DPRD Pelalawan ini mengaku sangat menyayangkan apabila informasi yang beredar tersebut benar adanya. Menurutnya, sebagai kader partai yang seharusnya menjadi contoh bagi masyarakat, keterlibatan dalam aktivitas yang berkaitan dengan narkotika merupakan tindakan yang tidak dapat ditoleransi.

Baca Juga: Bandar Berhasil Kabur, Satnarkoba Polres Bengkalis Sita 10 Gram Sabu di Penebal

"Ya, kami sangat menyayangkan adanya kader muda PAN yang dikabarkan terjaring dalam razia narkotika di salah satu klub malam di Pekanbaru. Dan kami juga tentunya sangat menghormati proses hukum yang dilakukan aparat Kepolisian. Namun demikian, kami juga tentunya tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah dan menunggu kepastian hukum dari pihak yang berwenang," terang Bakri kepada Riaupos.co, Kamis (28/5/2026) via selulernya.

Diungkapkan Bakri, DPD PAN Pelalawan tentunya akan mengambil langkah organisasi apabila yang bersangkutan terbukti melakukan pelanggaran hukum. Untuk itu, koordinasi dengan tingkat DPW hingga DPP PAN akan segera dilakukan pihaknya untuk menentukan sikap partai.

"Jadi, apabila terbukti melanggar hukum, kami tentunya akan berkoordinasi secara internal dengan DPW maupun DPP PAN. Partai memiliki aturan dan mekanisme yang harus ditegakkan. Artinya, tidak ada ruang bagi kader yang mencoreng nama baik organisasi," ujarnya.

Baca Juga: Bocah 5 Tahun yang Hilang saat Memancing di Sungai Melibur Ditemukan Meninggal

Dijelaskan Bakri, dirinya menilai dugaan keterlibatan kader partai dalam kasus narkoba sangat bertolak belakang di tengah gencarnya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan bersama aparat penegak hukum melakukan perang terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Apalagi, generasi muda saat ini menjadi sasaran utama penyalahgunaan narkoba yang mengancam masa depan daerah.

"Ini tentunya sangat ironi. Di saat pemerintah sedang gencar-gencarnya memerangi narkoba, sangat disayangkan jika ada generasi muda Pelalawan yang justru terseret dalam dugaan pesta narkoba. Ini menjadi peringatan keras bagi seluruh kader dan masyarakat agar menjauhi barang haram tersebut," tuturnya.

Ditambahkan Bakri bahwa, dirinya mengingatkan seluruh kader PAN di Kabupaten Pelalawan agar menjaga integritas, moralitas, serta nama baik partai. Sehingga diharapkan kejadian serupa tidak terulang kembali di masa mendatang.

Baca Juga: Bukan di Daging, Distankan Pekanbaru Temukan Cacing di Hati Hewan Kurban

Meski demikian, pihaknya meminta aparat penegak hukum untuk segera memberikan kejelasan terkait status hukum para pihak yang diamankan dalam razia tersebut. Pasalnya, sejauh ini pihaknya tidak mengetahui status FZR dalam kasus narkoba tersebut. 

Artinya, transparansi sangat penting untuk menghindari munculnya spekulasi liar di tengah masyarakat. "Kami meminta pihak berwenang segera menjelaskan status para terduga. Jika memang terbukti bersalah, proses hukum harus ditegakkan secara adil tanpa pandang bulu. Namun jika tidak terbukti, hal itu juga harus disampaikan secara terbuka agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi dan pertanyaan publik terkait penegakan hukum," tutupnya.

Editor : Rinaldi
kedua dpd pan pelalawan buka suara dugaan keterlibatan kader