PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Baru beberapa hari anak seorang pekerja kebun perusahaan pemegang Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) di Kayu Ara, Pelalawan, Riau, meregang nyawa, pada Jumat (10/7/2026) satu orang lagi menemui ajalnya. Pelakunya masih sama, Harimau Sumatera.
Korban merupakan Eko Prastio (29), seorang pekerja kebun, diterkam Harimau Sumatera masih di lokasi areal PBPH.
Pelaksana Harian (Plh) Kepala BBKSDA Riau Laskar Jaya Permana mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh Tim Wildlife Rescue Unit (WRU) yang siaga di lokasi sejak 7 Juli lalu, peristiwa terkaman diperkirakan terjadi pada rentang pukul 21.00 WIB malam hingga 2.00 WIB dini. Ini adalah jam aktif hewan buas terancam punah itu berburu.
Baca Juga: HEAT Show-Off Honda Exclusive Guncang Taman Pacu Jalur Kuansing
Jaya Permana memaparkan, korban Eko Prastio sekitar pukul 19.15 WIB berpamitan kepada rekan satu kamar untuk mencari sinyal telepon guna menyampaikan agenda pekerjaan esok hari melalui grup WhatsApp kru pekerja. Namun hingga Pukul 24.00 WIB korban belum kembali ke mess.
Lalu rekan kerja korban bersama seorang karyawan dan petugas keamanan melakukan pencarian di sekitar mess. Dalam proses pencarian di lokasi yang biasa digunakan korban untuk menelepon, tim menemukan sejumlah barang milik korban berupa sandal dan headset, disertai ceceran darah dalam jumlah banyak serta bekas seretan menuju area semak.
''Dekat lokasi itu juga ditemukan jejak Harimau Sumatera dan jejak anjing yang mengarah ke titik ditemukannya barang-barang milik korban,'' kata Jaya Permana, Senin (13/7/2026).
Baca Juga: Hari Pertama Masuk Sekolah, SMAN 1 Bengkalis Deklarasikan Antinarkoba, Perundungan dan LGBT
Melihat itu, sekitar pukul 2.30 WIB, petugas keamanan melaporkan kejadian tersebut kepada Tim WRU BBKSDA Riau yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Tim gabungan BBKSDA Riau tiba di lokasi kejadian sekitar pukul 2.52 WIB. Tim mengidentifikasi ukuran jejak kaki harimau sekitar panjang 16 cm dan lebar 15 cm, yang mengarah dari lokasi korban terakhir berada.
Setelah melakukan pencarian dalam radius sekitar 3 kilometer dari lokasi kejadian hingga pukul 4.00 WIB, tim menghentikan pencarian karena kondisi gelap yang diiringi keterbatasan jarak pandang pada subuh hari.
''Baru pada pagi, Tim BBKSDA Riau, manajemen perusahaan dan para karyawan melanjutkan pencarian dengan mengikuti jejak seretan dan ceceran darah. Korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam semak dengan jarak sekitar 650 meter dari lokasi terakhir korban diketahui berada,'' ujar Jaya Permana.
Baca Juga: Target PAD Baru Kuansing Capai Rp97,7 Miliar, Plt Bupati Muklisin Lakukan Evaluasi
Terkait apakah yang menyerang Eko adalah harimau yang sama dengan harimau sebelumnya, Jaya Permana menyebutkan, pihaknya masih melakukan analisa. Yang jelas, jarak kematian Eko dan kejadian kematian sebelumnya sekitar 6,5 km.
Usia kematian kedua di kecamatan yang sama, yaitu Kecamatan Pelalawan, BBKSDA Riau langsung memasang kandang jebak. Kendati individi harimau ini tak kunjung teridentifikasi karena tak pernah terdeteksi batang hidungnya.
''Kami memasang boxtrap dan meminta perusahaan agar menerapkan SOP secara ketat. Kami juga menghimbau seluruh masyarakat, pekerja dan karyawan perusahaan yang beraktivitas di sekitar kawasan habitat Harimau Sumatera agar meningkatkan kewaspadaan, tidak melakukan aktivitas seorang diri terutama pada malam hingga dini hari,'' terang Jaya Permana.
Baca Juga: 140 Nelayan Kota Garo Terima Bantuan CSR Rp65 Juta Pascadugaan Pencemaran Sungai Tapung
BBKSDA Riau juga mengingatkan agar para penanggungjawab para pekeja harus memastikan sistem pengamanan camp dalam kondisi baik. Merka juga diminta segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui keberadaan satwa liar di sekitar lokasi.
Seperti diberitakan sebelumnya, seorang remaja bernama Jerlin Zalukhu (12) ditemukan tewas di area konsesi diantara Sungai Ara dan Pengkalan Terap, Kecamatan Pelalawan. Anak pekerja kebun ini diterkam harimau saat menemani sang kakak mencuci piring saat langit sudah gelap. Saat itu diketahui pagar pembatas rusak yang diduga penyebab harimau masuk ke dalam area camp pekerja.
Editor : M. Erizal