Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

BBKSDA Intensif Pantau Pergerakan Harimau di Pelalawan

Tim Redaksi • Rabu, 15 Juli 2026 | 09:41 WIB
Supartono. (Kepala BBKSDA Riau)
Supartono. (Kepala BBKSDA Riau)

 

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Tim Mitigasi Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau terus memantau pergerakan harimau yang diduga memangsa dua warga dalam kawasan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH)-Hutan Tanaman Industri (HTI) di Kabupaten Pelalawan.

Kepala BBKSDA Riau, Supartono  mengatakan, tim sudah memasang camera trap atau kamera penjebak untuk mengidentifikasi harimau sumatera yang pemangsa warga di perbatasan Desa Sungai Ara dan Desa Pangkalan Terap, Kecamatan Pelalawan. ‘’Untuk menangkap dan mengevakuasi harimau itu, kami juga memasang kandang jebak,” terangnya, Selasa (14/7).

Meski demikian, sambung Supartono, pihaknya belum dapat memastikan, apakah dua kasus penyerangan warga itu adalah individu harimau yang sama. “Jadi, tim sedang melakukan pemantauan terkait keberadaan harimau, khususnya di lokasi kejadian. Sejauh ini, kita masih menunggu info dari tim di lapangan,” paparnya.

Baca Juga: Pasang Kamera Trap dan Kandang Jebak, BKSDA Pantau Pergerakan Harimau Pemangsa Dua Warga di Pelalawan 

Diungkapkan Supartono, dengan adanya kasus penyerangan harimau ini, pihaknya mengimbau agar perusahaan dapat memberlakukan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang ketat terhadap para pekerja. Sehingga peristiwa serupa tidak terjadi lagi kedepannya. 

Selain itu, masyarakat, pekerja, dan perusahaan yang beraktivitas di sekitar habitat harimau sumatera juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan tidak beraktivitas seorang diri, terutama pada malam hingga dini hari. Kemudian pastikan sistem pengamanan kamp berfungsi dengan baik dan segera melaporkan kepada petugas apabila mengetahui keberadaan satwa liar di sekitar lokasi.

“BBKSDA Riau menegaskan penanganan konflik satwa liar akan terus dilakukan bersama para pihak terkait dengan mengedepankan keselamatan manusia sekaligus menjaga kelestarian harimau sumatera sebagai satwa dilindungi,” ujarnya.

Baca Juga: Satu Nyawa Lagi Melayang Karena Harimau di Pelalawan

Di tempat terpisah, Camat Pelalawan, Theo Pandu Alrasyid menambahkan, kejadian penyerangan harimau itu, berada jauh dari permukiman masyarakat.  “Berjarak sekitar 7 hingga 9 kilometer dari permukiman. Sejauh ini, tidak ada areal kebun warga di sekitar kejadian karena berada dalam kawasan hutan lindung,’’ jelasnya.

‘’Dengan adanya kejadian ini, kita meminta perusahaan dapat meningkatkan SOP agar kejadian ini tidak kembali terulang lagi. Masyarakat dan pekerja, kami imbau agar dapat mengurangi aktivitas di daerah semak belukar atau pun hutan. Jika tetap beraktiviktas, jangan sendiri. Minimal 5 orang. Kami minta BBKSDA segera mengevakuasi harimau itu dari lokasi agar tidak kembali terjadi korban jiwa,” tambahnya.

Diberitakan sebelumnya, serangan harimau terhadap pekerja kebun perusahaan pemegang PBPH kembali terjadi di Kabupaten Pelalawan. Jumat (10/7) korban bernama Eko Prastio (29), seorang pekerja kebun PBPH, tewas diterkam harimau sumatera.

Sebelumnya, Selasa (7/7), seorang remaja bernama Jerlin Zalukhu (12) ditemukan tewas di area konsesi antara Sungai Ara dan Pengkalan Terap, Kecamatan Pelalawan. Anak pekerja kebun ini diterkam harimau saat menemani sang kakak mencuci piring di malam hari.(asm) 

 

Editor : Arif Oktafian
bbksda riau harimau sumatera pelalawan