Titik Api Karhutla di Kerumutan Berhasil DiPadamkan,Tim Gabungan Fokus Pendinginan 

M Amin Amran • Dipublikasikan Minggu, 9 Agustus 2026 | 21:59 WIB
Tim gabungan melakukan upaya pendinginan karhutala di Dusun Air Kuning Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan yang berhasil dipadamkan, Ahad (9/8/2026). (Amin/Riaupos.co)
Tim gabungan melakukan upaya pendinginan karhutala di Dusun Air Kuning Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan yang berhasil dipadamkan, Ahad (9/8/2026). (Amin/Riaupos.co)

 

KERUMUTAN (RIAUPOS.CO) - Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Dusun Air Kuning Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, Kabupaten Pelalawan akhirnya berhasil terkendali. 

Pasalnya, titik api (fire spot) yang membakar lahan gambut ditumbuhi semak belukar ini, telah berhasil dipadamkan tim gabungan pada Ahad (9/8/2026).

Operasi pemadaman yang dilakukan sejak Rabu (5/8/2026) lalu ini, berbuah manis. Tim pemadaman darat dari berbagai instansi dibantu Satgas Udara Provinsi Riau yang mengirimkan helikopter Water Bombing (WB), telah berjibaku memadamkan api di atas lahan gambut hingga berhasil dipadamkan. 

Baca Juga: Wako Agung Nugroho Ucapkan Tahniah HUT ke-69 Provinsi Riau, Harapkan Bumi Lancang Kuning Semakin Maj

"Ya alhamdulillah, titik api karhutla di Dusun Air Kuning Kelurahan Kerumutan, Kecamatan Kerumutan, telah padam. Namun demikian, masih ada sedikit asap dari tunggul kayu dan lahan bekas terbakar," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan SPi M.Si kepada Riaupos.co, Ahad (9/8/2026) via selulernya. 

Diungkapkan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini bahwa, penanggulangan titik api karhutla ini berhasil dipadamkan berkat kerja keras tim gabungan lintas instasi yang telah berjibaku siang dan malam melakukan operasi pemadaman darat. Yakni TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, masyarakat setempat dan regu pemadam dari perusahaan.

"Dan keberhasilan pemadaman titik api ini juga berkat bantuan helikopter water boming yang melakukan penyiraman air melalui udara oleh tim udara dari BNPB dan BPBD Riau," paparnya. 

Baca Juga: Dr Ratih Ucapkan Terima Kasih, Kajari Inhu akan Dijabat Dr Rizky Fachrurrozi

Dijelaskan Zulfan bahwa, meski api telah berhasil dipadamkan, namun tim gabungan masih tetap berada dilokasi untuk melakukan proses pendinginan. 

Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi agar api tidak muncul lagi dari sisa bara yang menghasilkan asap. Apalagi lahan tersebut merupakan tanah gambut yang sulit ditangani jika dilanda kebakaran.  

"Sehingga tentunya membutuhkan upaya ekstra dengan melakukan penyiraman yang maksimal untuk memastikan api tidak kembali muncul setelah nantinya ditinggalkan petugas," tuturnya. 

Baca Juga: Anak Bukan Pencari Nafkah, Eksploitasi Anak Perlu Penanganan Komprehensif

Apalagi, sambung Zulfan, proses pendinginan ini juga terkendala sumber air yang jauh dari lokasi api yang membara. Alhasil petugas telah membangun 8 titik embung atau penampungan air alami disekitar lokasi, agar penyiraman lebih maksimal.

Belum lagi upaya pemadaman api sebelumnya terhalang oleh panas yang terik ditambah angin kencang yang arahnya berubah-ubah. Sehingga kondisi membuat si jago merah sulit dipadamkan. 

"Namun demikian  berkat kerja keras tim gabungan dilapangan, saat ini titik api telah padam. Dan kita tergetkan Senin (10/8/2026) sore besok, karhutala ini padam total. Sehingga tim akan ditarik kembali ke markas masing-masing," ujarnya.

Baca Juga: SKO Riau Borong Prestasi di Kejurnas Bola Tangan 2026 Surabaya

Ditambahkan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini bahwa, pihaknya belum dapat memastikan luasan lahan yang terbakar. Pasalnya, saat ini tim gabungan masih berjibaku melakukan upaya pemadaman total melalui proses pendinginan. 

"Dan kita juga tentunya sangat berharap agar hujan dapat segera turun. Sehingga api dapat segera padam total," tutup mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini. (amn) 

Editor : M. Erizal
pendinginan karhutla kebakaran hutan dan lahan kabupaten pelalawan Karhutla di Pelalawan