KERUMUTAN (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Pelalawan tak kunjung padam. Bahkan, karhutla ini justru semakin meluas pada Ahad (23/8/2026). Meski sejumlah titik api telah berhasil dipadamkan tim gabungan, namun titik api lainnya kembali muncul.
Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau, terpantau sebanyak 216 hotspot atau titik panas di Pelalawan. Jumlah hotspot itu, meningkat drastis dari hotspot hari sebelumnya.
Sedangkan dari 216 titik panas di Pelalawan, terbanyak di Kecamatan Kerumutan dan Teluk Meranti yang saat ini dilanda karhutla. Sementara itu, di Pangkalankerinci hanya 3 titik, Ukui 2 titik, Kuala Kampar dan Pelalawan masing-masing 1 titik.
Baca Juga: Operasi Modifikasi Cuaca Dilanjutkan, 9 Ton Garam Siap Disemai untuk Hujan Buatan
Atas kondisi tersebut, ratusan petugas gabungan telah diterjunkan untuk melakukan penanggulangan bencana kebakaran. Adapun instansi yang terlibat operasi pemadaman darat tersebut yakni BPBD, Polri, TNI, Dinas Damkar, Manggala Agni, Pemerintah Kecamatan, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta warga setempat dan tim dari beberapa perusahaan. Tim dibagi dalam beberapa kelompok dalam proses pemadaman untuk melokalisir api, agar tidak semakin meluas.
Selain itu, dua unit helikopter water bombing (WB) kembali dikirim Satgas Udara Provinsi Riau untuk membantu pemadaman api yang masih membara dari udara dengan bom air.
Kemudian peralatan dan mesin pemadaman, dan ada delapan alat berat yang diturunkan ke lokasi untuk melakukan sekat bakar serta embung air alami.
Baca Juga: Rizqi Aditya Ceritakan Pengalamannya Menjadi Paskibraka di Istana Negara
"Ya, hotspot di Pelalawan semakin meningkat drastis atau meledak pada hari ini (Ahad, red). Dan saat ini, tim gabungan masih fokus melakukan upaya pemadaman titik api di Kelurahan Kerumutan Kecamatan Kerumutan sebagai lokasi terparah karhutla di Pelalawan. Sedangkan pemadaman titik api lainnya, yakni di Kecamatan Teluk Meranti, dilakukan oleh tim upika Kecamatan setempat," terang Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan MSi kepada Riaupos.co, Ahad (23//8/2026) via selulernya.
Disimggung terkait munculnya kabut asap yang menyelimuti sejumlah daerah, seperti Kota Pekanbaru, mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini belum dapat memastikan apakah sumbernya berasal dari Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, kondisi karhutla cukup parah, juga terjadi di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu).
"Kami belum dapat pastikan apakah kabut asap di Kota Pekanbaru itu kiriman dari Pelalawan. Tentunya hal ini harus melihat putaran angin yang sering berubah arah. Namun demikian, berdasarkan laporan dari personel yang standby di kantor BPBD, sejauh ini Pelalawan, khususnya Kecamatan Pangkalankerinci, masih dalam kondisi cerah atau tidak ada diselimuti kabut asap dari pagi hingga sore ini.
Baca Juga: Petugas Kebersihan DLH Berjibaku Bersihkan Sampah Pacu Jalur
"Bisa jadi kabut asap di Kota Pekanbaru ini, mungkin sumbangan dari Inhu. Tapi ya memang harus di buktikan melaui pengecekan putaran arah angin yang kerap berubah arah," paparnya.
Diungkapkan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini bahwa, sejauh ini, tim gabungan masih terkendala ketersediaan sumber air yang minim dan terbatas akibat kemarau melanda. Belum lagi posisi pasakoan air ini jauh dari areal titik api yang sedang dipadamkan. Sehingga upaya pemadaman dan pendinginan kurang maksimal.
"Padahal kami sudah membuat embung alami menggunakan alat berat eskavator yang diturunkan ke lapangan. Namun, cuaca sangat panas di lokasi dan terkadang angin kencang yang berubah-ubah arah. Sehingga kondisi ini menyulitkan personil di lapangan melakukan upaya pemadaman maksimal," ujarnya.
Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Perbatasan Kampar-Pekanbaru, Dua Titik Karhutla di Rimbo Panjang
Apalagi, lanjut mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini, upaya pemadaman api juga dibantu melalui jalur udara. Di mana tim Satgas Udara Provinsi Riau kembaki mengirimkan dua unit helikopter water bombing ke lokasi untuk membantu pemadaman api yang membara dari udara dengan bom air.
"Jadi, saat ini tim gabungan masih fokus menjinakkan sebaran kepala api yang masih menyala agar dapat cepat terkendali. Dan kita berharap upaya OMC yang telah dilakukan, juga bisa segera mendatangkan hujan. Sehingga kita sangat optimis penanggulangan Karhutla dapat berhasil maksimal memadamkan total seluruh titik api di Kerumutan ini," tutupnya.(amn)
Editor : Edwar Yaman