Dampak Karhutla, Aktivitas KBM Puluhan Sekolah di 3 Kecamatan di Pelalawan Diliburkan

M Amin Amran • Dipublikasikan Senin, 24 Agustus 2026 | 00:30 WIB
Ilustrasi kebakaran lahan. (Istimewa)
Ilustrasi kebakaran lahan. (Istimewa)

 

PELALAWAN (RIAUPOS.CO) - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Pelalawan telah memberikan dampak negatif. Pasalnya, karhuta ini menyebabkan munculnya bencana kabut asap yang melanda sejumlah kecamatan, sehingga berdampak munculnya penyebaran penyakit Inspeksi Saluran Pernapasan Akut (Ispa).

Tidak hanya itu, dampak kabut asap ini juga membuat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) atau meliburkan aktivitas belajar sejumlah sekolah dampak karhuta ini. 

"Ya, benar, mulai Senin (23/8/2026), sejumlah sekolah tingkat SD, SMP hingga SMA sederajat yang berdekatan di lokasi terdampak karhutla seperti di daerah Ukui, Pangkalan Lesung dan Kerumutan," terang Bupati Pelalawan, H Zukri kepada Riaupos.co, Ahad (23/8/2026) malam via telepon selulernya.

Baca Juga: Janu/Andi Fitra Tantang Zaki/Reza di Final Sansani Agustusan

Diungkapkan Zukri bahwa, aktivitas srjumlah sekolah ini diliburkan karena dikhawatirkan dengan kondisi kesehatan anak-anak yang ada di wilayah terdampak. Apalagi untuk wilayah Ukui yang kondisinya saat ini sebaran titik api masih menyala.

"Jadi, karhutla ini tidak hanya terjadi di Kerumutan saja, tapi sekarang sudah muncul di daerah Ukui tepatnya di perbatasan Inhu. Jadi, kita pertimbangkan libur sekolah anak-anak dari SD sampai SMA agar kesehatan mereka tidak terganggu.

"Apalagi, sejauh ini sudah ada sekitar 30 anak terdampak ISPA akibat asap karhutla di Ukui dan Kerumutan. Hak ini karena memang di sana itu banyak lahan tidur, lahan-lahan kosong bekas konsesi dan semak belukar," bebernya.

Baca Juga: Jalur Utusan Inhu Raih Juara Tiga, Ini Persiapan Panglimo Rimbo Piako Jelang Tampil di Tepian Narosa

Dijelaskan Bupati Pelalawan bahwa, selain meliburkan anak sekolah, Pemkab Pelalawan juga berencana akan menggelar salat Istisqa pada Selasa, 25 Agustus mendatang. Dan salat ini, dilaksanakan serentak di 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan agar turun hujan saat kemarau panjang.

Ditempat terpisah, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikkbud) Pelalawan, Leo Nardo menambahkan bahwa, setidaknya tercatat sebanyak 65 sekolah akan diliburkan aktivitas belajarnya akibat kabut asap dampak karhutla. Puluhan sekolah yang diliburkan dsri tingkat TK hingga SMA itu, berada di tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Kerumutan, Pangkalan Lesung dan Ukui. 

Adapun sekolah yang diliburkan tersebut yakni di Kecamatan Pangkalan Lesung ada 12 sekolah. Diantaranya SDN 003 Genduang, SDN 004 Genduang, SDN 013 Genduang, SDN 005 Rawang Sari, MTS Yapimu, MTS Miftahul Ulum, SD IT Miftahul Huda, TK Miftahul Huda, TK Al Ikhsan, TK Tunas Bangsa, SMPN I dan TK Al Khafi. 

Baca Juga: Bupati Inhu Minta Disdikbud Ambil Langkah Strategis Khusus Pengadaan Seragam dan Seleksi Kepsek

Kemudian di Kecamatan Kerumutan terdata ada 38 sekolah yang diliburkan. Diantaranya jenjang TK sebanyak 16 sekolah, SD sebanyak 19 sekolah dan SMP sebanyak 3 sekolah. 

Sementara itu, untuk sekolah di Kecamatan Ukui yang diliburkan, tercatat sebanyak 15 sekokah. Yakni TK Pembina Ukui, SDN 001 Ukui, SDN 004 Simpang Pulai, SDN 018 Ukui, SMPN 2 Ukui, SMP IT Mahabatina Ukui.

Kemudian TK Pelita, TK Bustanul Huda dan SDN 002 Ukui dua. Serta TK ABA Bukit Gajah, TK persada Nusantara, SDN 011, SDN 015, SD IT Muhammadiyah dan terakhir SMPN 5 Ukui. 

Baca Juga: Kejuaraan Balap Motoprix Piala Wali Kota Pekanbaru Sukses Digelar, Berikut Daftar Para Juaranya

"Jadi, meski aktivitas ke sekolah ini diliburkan, namun siswa aka  tetap belajar dari rumah. Karena pihak sekolah akan tetap akan memberikan pekerjaan rumah bagi siswa. 

"Kita berharap karhutla di Pelalawan dan daerah lainnya di Riau ini dapat segera padam total. Sehingga kabut asap bisa segera hilang dan aktivitas belajar di sekolah dapat kembali dijalankan," tutup Leo Nardo. (amn)

Editor : M. Erizal
karhutla pelalawan kegiatan belajar mengajar pemkab pelalawan