PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kabupaten Pelalawan telah memberikan dampak negatif. Pasalnya, karhuta ini menyebabkan munculnya bencana kabut asap yang melanda seluruh kecamatan.
Kondisi ini tentunya telah berdampak munculnya penyebaran penyakit Inspeksi Saluran Penarpasan Akut (Ispa) akibat udara yang telah terkontaminasi sehingga menjadi tak sehat.
Seperti di Ibukota Kabupaten Pelalawan. Kepulan asap tampak terlihat di Kecamatan Pangkalan Kerinci pada pagi hari hingga menjelang siang. Meski belum menggangu jarak pandang, namun jerebu ini sangat rentan dan berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.
Baca Juga: Jelang Kunjungan Presiden, Karhutla Masih Berasap di Rimbo Panjang
Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pelalawan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk meliburkan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) seluruh sekolah di Negeri Amanah ini.
SE dengan nomor 100.3.4/DISDIK/2026/4/932 ini, bertujuan untuk melindungi kesehatan para peserta didik akibat kondisi kualitas udara di Kabupaten Pelalawan masuk dalam katogori "Tidak Sehat" dampak paparan kabut asap akibat karhutla.
Para siswa tidak belajar tatap muka di sekolah dan dilanjutkan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah atau belajar daring.
Baca Juga: Kabut Asap Semakin Tebal, Murid se-Kecamatan Batang Cenaku Inhu Dipulangkan Lebih Awal
"Ya, setelah memperhatikan kondisi kualitas udara yang telah masuk kategori tak sehat sesuai pemantauan BMKG, maka kita mengeluarkan SE untuk meliburkan aktivitas KBM seluruh sekolah di Pelalawan. Dan aktivitas belajar daring ini, terhitung mulai Senin (24/8/2026) hingga kondisi kabut asap hilang," terang Pelaksana tugas (Plt) Disdikbud Pelalawan, Leo Nardo MPd melalui Sekretaris, Fenjli Harmasni MPd kepada Riaupos.co, Senin (24/8/2026) diruang kerjanya.
Diungkapkan Fenjli bahwa, pihaknya juga telah mengintruksikan seluruh sekolah di Pelalawan agar dapat memulanglan seluruh pelajar yang tengah melaksanakan aktivitas belajar tatap muka di sekolah pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 10.00 Wib.
"Jadi, seluruh sekolah telah kita instruksikan agar siswa dipulangkan dan belajar secara daring di rumah mulai saat ini, Senin (24/8/2026,red) sampai ada informasi berikutnya," ujar Fenjli.
Baca Juga: Kia The All-New Seltos, SUV Baru dengan Kabin Lapang dan Keselamatan Bintang Lima
Ditambahkan Sektetaris Disdikbud Pelalawan ini bahwa, meski aktivitas belajar tatap muka diliburkan, namun pihaknya telah menginstriksikan seluruh kepala sekolah dan guru, agar siswa tetap menjalankan pembelajaran secara daring.
Sehingga peserta didik tidak ketinggalan pelajaran. Guru bisa menggunakan pola pemberian tugas belajar serta zoom meeting maupun cara lainnya.
"Jadi, belajar dari rumah ini tetap dilakukan sampai kondisi udara membaik. Kita akan terus mengupdate perkembangan di lapangan dan koordinasi dengan Dinas Kesehatan maupun BPBD.
Baca Juga: Pertamina Perkuat Pemulihan Mitra Binaan Pascabanjir,Wisata Petik Melon dan Re-Opening Kafe Inklusi
"Dan kita juga berharap karhutla di Pelalawan dan daerah lainnya di Riau ini dapat segera padam total. Sehingga kabut asap bisa segera hilang dan aktivitas belajar tatap muka di sekolah dapat kembali dijalankan," tutup Fenjli. (amn)
Editor : M. Erizal