Ratusan Hektare Lahan Terbakar, Pemkab Pelalawan Tetapkan Status Tanggap Darurat Karhutla

M Amin Amran • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 19:05 WIB
Personel gabungan bersama tim fire figter RAPP melakukan pemadaman api di Kelurahan Kerumutan Kecamatan Kerumutan, Selasa (25/8/2026). (Istimewa)
Personel gabungan bersama tim fire figter RAPP melakukan pemadaman api di Kelurahan Kerumutan Kecamatan Kerumutan, Selasa (25/8/2026). (Istimewa)

 

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Pelalawan tak kunjung padam. Bahkan, karhutla ini justru semakin meluas pada Selasa (25/8/2026). 

Berdasarkan laporan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Provinsi Riau, terpantau sebanyak 174 hotspot atau titik panas di Pelalawan. Jumlah hotspot itu terus melonjak drastis dalam sepekan terakhir. Selain itu, luas lahan yang terbakar juga terus bertambah, terutama di kawasan gambut yang berada di Kecamatan Kerumutan dan Pangkalankerinci.

Kondisi ini tentunya telah memberikan dampak negatif. Pasalnya, karhuta ini menyebabkan munculnya bencana kabut asap yang melanda seluruh kecamatan di Negeri Seiya Sekata ini. Sehingga mengganggu kesehatan masyarakat akibat kualitas udara yang mulai tak sehat dan menyebabkan  munculnya penyebaran penyakit Inpeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

 Baca Juga: Setahun Dibahas, Empat Ranperda Meranti Tak Kunjung Diparipurnakan

Atas kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) untuk meliburkan aktivitas kegiatan belajar mengajar (KBM) seluruh sekolah di Negeri Amanah ini. Tidak hanya itu, pemerintah daerah pemekaran dari Kabupaten Kampar ini juga telah meningkatkan status dari siaga darurat menjadi tanggap darurat. 

Status baru tersebut mulai diberlakukan Senin (24/8/2026) menyusul kondisi kebakaran yang semakin meluas dalam beberapa waktu terakhir. Dan penetapan status tanggap darurat bencana karhutla ini, berlangsung selama 14 hari ke depan. Terhitung mulai 25 Agustus hingga 6 September 2026.

"Dengan peningkatan status tersebut, upaya penanggulangan karhutla diharapkan dapat dilakukan secara lebih maksimal dan efektif. Fokus utama diarahkan ke wilayah Kerumutan dan Pangkalankerinci yang hingga kini masih terdapat titik api. Dan ini sesuai dengan arahan Pak Bupati. Beliau memimpin langsung pemadaman karhutla di Desa Rantau Baru Pangkalankerinci sejak kemarin," terang Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Pelalawan, Tengku Zulfan MSi kepada Riaupos.co , Selasa (25/8/2026).

 Baca Juga: Kabut Asap Selimuti Bangkinang dan Perbatasan Rimbo Panjang, ISPU Kampar Masuk Kategori Sedang

Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan MSi mengatakan bahwa, status tanggap darurat memberikan ruang lebih luas bagi pemerintah daerah untuk mengerahkan seluruh sumber daya dalam menangani kebakaran.

Sumber daya yang dimiliki Pemkab Pelalawan akan dikonsentrasikan untuk mempercepat penanganan Karhutla, khususnya di Kerumutan dan Pangkalankerinci. 

"Termasuk menggunakan Dana Siap Pakai atau DSP dalam percepatan penanggulangan Karhutla," beber Zulfan.

Dijelaskan mantan Sekretaris Diskominfo Pelalawan ini, selain mengoptimalkan sumber daya daerah, Pemkab Pelalawan juga memiliki peluang untuk meminta dukungan dari Pemerintah Provinsi Riau maupun pemerintah pusat. Bantuan dari pihak swasta dan berbagai stakeholder lainnya juga dapat dimanfaatkan untuk memperkuat penanganan di lapangan.

Tak hanya dari dalam negeri, pemerintah daerah juga membuka peluang menerima bantuan dari luar negeri untuk mempercepat penanggulangan bencana karhutla.

Baca Juga: Kualitas Udara Bengkalis Masuk Kategori Tidak Sehat, Warga Diimbau Gunakan Masker

"Demikian juga dengan bantuan dari luar negeri, juga bisa masuk ke kita. Artinya terbuka seluas-luasnya menerima bantuan dari mana pun untuk penanggulangan karhutla. Dengan status tanggap darurat yang berlaku selama 14 hari, Pemkab Pelalawan kini memfokuskan seluruh upaya pada pemadaman api, pencegahan meluasnya kebakaran serta penanganan dampak kabut asap yang mulai dirasakan masyarakat," ujarnya. 

Ditambahkan mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini bahwa, saat ini, pihaknya bersama tim gabungan Polri, TNI, Dinas Damkar, Manggala Agni, Pemerintah Kecamatan, Masyarakat Peduli Api (MPA) serta warga setempat, tengah fokus berkonsentrasi melakukan pemadaman api di dua lokasi. Yakni kecamatan Kerumutan dan Pangkalankerinci.

Selain pemadaman darat, penanggulangan karhutla ini juga dilakukan melalui udara. Di mana dua unit helikopter water bombing (WB) kembali dikirim Satgas Udara Provinsi Riau untuk membantu pemadaman api yang masih membara dari udara dengan bom air.

Baca Juga: Polisi Tetapkan Penghulu Jadi Tersangka Dugaan Perusakan Hutan Mangrove di Rohil

Di mana di Kecamatan Kerumutan, tepatnya di Kelurahan Kerumutan, setidak telah terdata seluas 702 lahan gambut yang hangus terbakar. Sementara itu, di Kecamatan Pangkalankerinci, tepatnya di Desa Rantau Baru, diperkirakan ada seluas 20 hektare lebih lahan kebun kelapa sawit yang telah habis dilahap api. 

"Sampai saat ini, titik api di dua Kecamatan ini masih belum dapat dijinak kan. Sehingga tim gabungan masih terus berjibaku melakukan pemadaman dan penyekatan kepala api agar tidak meluas. Dan pemadaman ini juga melibatkan sejumlah perusahaan di Pelalawan. Salah satunya PT Riau Pulp and Paper (RAPP) yang telah menerjunkan belasan personil dilengkapi peralatan pemadam memadai serta alat berat kelokasi kebaran. Dengan adanya keterlibatan seluruh komponen, khususnya perusahaan ini, kita berharap penanggulangan karhutla di Pelalawan dapat segera teratasi dan api dapat segera padam total," tutupnya. (amn)

 

Editor : Edwar Yaman
lahan terbakar Tanggap Darurat Karhutla karhutla pemkab pelalawan