Kabut Asap Menipis, Kualitas Udara di Pelalawan Masuk Kategori Tidak Sehat

M Amin Amran • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:58 WIB
Kondisi kualitas udara di Pelalawan. (Istimewa)
Kondisi kualitas udara di Pelalawan. (Istimewa)

 

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) - Kualitas udara di Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan dampak kebakaran lahan dan hutan (Karhutla), menunjukkan trend yang cukup menggembirakan.

Pasalnya, level Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Negeri Seiya Sekata ini, khususnya Kecamatan Pangkalan Kerinci, terus mengalami penurunan sejak tiga hari terakhir. 

Dimana kualitas udara pada Selasa (25/8/2026) lalu berada pada level berbahaya. Dan pada pada Rabu (26/8/2026), levelnya turun menjadi sangat tidak sehat. Bahkan, pada Kamis (27/8/2026), levelnya kembali turun yang saat ini berada di kategori tidak sehat. 

Baca Juga: Kemenkum Riau Perkuat Kapasitas Perancang Dorong Sanksi Administratif jadi Instrumen Penegakan Hukum

Atau  indikator sebelumnya pada alat pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan, berwarna hitam menjadi indikator warna merah dan saat ini berada pada warna kuning.

"Ya, alhamdulillah, kualitas udara kita terus turun dan saat ini berada pada level tidak sehat dari sehari sebelumnya di level sangat tidak sehat," terang Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra kepada Riaupos.co, Kamis (27/8/2026) diruang kerjanya.

Diungkapkan mantan Kabid Amdal DLH Pelalawan ini bahwa, meski turun ke kategori tidak sehat, namun kualitas udara tetap masih kurang baik bagi kesehatan masyarakat. 

Baca Juga: USTI Wisuda 210 Lulusan, Rektor Tegaskan Visi 2035

"Minimal berada pada ketegori sedang lah atau indikator berwarna biru. Artinya, harus turun paling tidak saru level lagi. Baru kondisi kualitas udara do Pelalawan, cukup aman," bebernya.

Dijelaskan Eko bahwa, dari lima parameter sesuai alat pendeteksi ISPU milik DLH Pelalawan, ada dua parameter menunjukkan kategori tidak sehat dan sedang. Diantaranya parameter P10 berada pada level 82 dengan kategori sedang dengan indikator warna biru. Sedangkan sehari sebelumnya, berada di level 143 dengan kategori tidak sehat dengan indikator warna kuning. 

Kemudian parameter P2.5 di angka 124 masuk kategori tidak sehat dengan indikator warna kuning. Sehari sebelumnya di level 239 yang masuk kategori sangat tidak sehat dan indikator warna merah. 

Baca Juga: Padamkan Api di Kawasan Zamrud, Bupati Siak Bertahan hingga Dini Hari

Kemudian SO2 pada level 31 masuk kategori baik dengan indikator warna hijau. O3 di level 6 kategori baik dan indikator warna hijau. Sedangkan NO2 di angka 34 kategori baik dengan indikator hijau. Sedangkan parameter CO dan HC tidak terdeteksi lantaran alatnya sedang rusak. Setiap parameter menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan sehari sebelumnya.

"Dengan kondisi ini, kami tetap mengimbau warga agar tidak keluar rumah, khususnya anak-anak ataupun siswa sekolah. Tapi tak mungkin masyarakat tak beraktivitas, jadi diharuskan menggunakan masker saat keluar rumah. Sehingga tidak berdampak menggangu kesehatan," tuturnya. 

Pantauan Riaupos.co dilapangan, kabut asap yang menyelimuti Kota di Kecamatan Pangkalan Kerinci telah mulai menipis, khususnya pada malam hari dan padi. Sedangkan pada siang hari, kabut asap tak terlibat lantaran terik panas dari cahaya matahari. Kondisi ini menandakan kualitas udara di Pelalawan mulai membaik lantaran kabut asap berangsur mulai menghilang. (amn)

Editor : M. Erizal
karhutla pelalawan Kualitas Udara kabut Asap