Kualitas Udara di Pelalawan Naik ke Level Sangat Tidak Sehat

M Amin Amran • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 23:40 WIB
Tim gabungan melakukan pemadaman api di Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci , Jumat (28/8/2026). (Amin/Riaupos.co)
Tim gabungan melakukan pemadaman api di Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci , Jumat (28/8/2026). (Amin/Riaupos.co)

 

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) - Sempat turun di level tidak sehat, kualitas udara Kabupaten Pelalawan, khususnya di Kecamatan Pangkalan Kerinci dampak kebakaran lahan dan hutan (Karhutla) kembali memburuk pada Jumat (28/8/2026). 

Pasalnya, level Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Negeri Seiya Sekata saat ini, berada pada level sangat tidak sehat. Atau  indikator sebelumnya pada alat pengukuran Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan, berwarna kuning naik menjadi indikator warna merah.

"Ya, kualitas udara kita hari ini kembaki ke level sangat tidak sehat, karena kabut asap kembali pekat. Padahal kemarin sudah mulai membaik dan masuk level tidak sehat," ujar Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra kepada Riaupos.co, Jumat (29/8/2026).

Baca Juga: Banyak Lubang, Pengendara Diminta Waspada Melintas di Jalan Provinsi Ujung Batu Timur

Diungkapkan mantan Kabid Amdal DLH Pelalawan ini bahwa, dari lima parameter sesuai alat pendeteksi ISPU milik DLH Pelalawan, ada dua parameter menunjukkan kategori tidak sehat dan sangat tidak sehat. 

Di antaranya parameter PM10 berada pada level 162 dengan kategori tidak sehat dan indikator warna kuning. Sehari sebelumnya PM10 di angka 95 dengan kategori sedang dengan indikator warna biru. 

Kemudian parameter P2.5 terpantau pada level 276 masuk kategori sangat tidak sehat dengan indikator warna merah. Sebelumnya, P2.5 ini di angka 149 masuk kategori tidak sehat dengan indikator warna kuning. Kedua parameter itu tergolong kritis dengan tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia, hewan, dan tumbuhan. 

Baca Juga: Hari Keenam Penanganan, Kebakaran Lahan di Tambang Kampar Masih Berasap

Kemudian SO2 pada level 33 masuk kategori baik dengan indikator warna hijau. O3 di level 6 kategori baik dan indikator warna hijau. Sedangkan NO2 di angka 0. Sedangkan parameter CO dan HC tidak terdeteksi lantaran alatnya sedang rusak. Setiap parameter menunjukkan peningkatan yang sangat signifikan dibandingkan sehari sebelumnya. 

"Dengan kembali memburuknya kualitas udara ini, kami tentunya terus mengimbau warga agar tidak keluar rumah, khususnya anak-anak ataupun siswa sekolah. Tapi tak mungkin masyarakat tak beraktivitas, jadi diharuskan menggunakan masker saat keluar rumah," tutup Eko Novitra. (amn)

Editor : M. Erizal
dampak karhutla Kualitas Udara kabut Asap