Kualitas Udara di Pelalawan Bertahan Dilevel Tidak Sehat

M Amin Amran • Dipublikasikan Selasa, 1 September 2026 | 21:15 WIB
Tim gabungan melakukan pendinginan karhutla di Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Selasa (1/9/2026). (M Amin Amran)
Tim gabungan melakukan pendinginan karhutla di Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Selasa (1/9/2026). (M Amin Amran)

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) -- Hujan deras dengan durasi cukup panjangn pada Ahad dan Senin (30-31/8/2026), belum memberikan hasil yang menggembirakan.

Meski titik api telah terkendali dan berhasil dijinakkan, namun kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Pelalawan masih belum padam total. Pasalnya, sejumlah titik kepulan asap masih terlihat di lokasi lahan yang telah terbakar di Desa Rantau Baru Kecamatan Pangkalan Kerinci dan saat ini tengah dilakukan upaya pendinginan oleh tim gabungan.

Kondisi ini juga masih belum memberikan dampak yang positif. Pasalnya, kualitas udara di Kabupaten Pelalawan, Selasa (1/9/2026), bertahan pada kategori tidak sehat. 

Baca Juga: Guru Besar Unhas Dukung Sinergi PHR dan Daerah, Koordinasi Harus Dilakukan Secara Efisien

"Kualitas udara kita hari ini masih bertahan di level tidak sehat, sejak tiga hari terakhir. Ini karena kabut asap kembali muncul sehingga mempengaruhi level Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Negeri Seiya Sekata saat ini," terang Kepala DLH Pelalawan, Eko Novitra kepada Riaupos.co, Selasa (1/9/2026).

Diungkapkan mantan Kabid Amdal DLH Pelalawan ini bahwa, dari lima parameter sesuai alat pendeteksi ISPU milik DLH Pelalawan, ada dua parameter menunjukkan kategori sedang dan tidak sehat.

Di antaranya parameter PM10 berada pada level 89 dengan kategori sedang dan indikator warna biru. Sehari sebelumnya PM10 bertahan pada angka yang sama. 

Baca Juga: Diskes Kampar Catat 138 Kasus Gangguan Kesehatan dalam Pemantauan Karhutla, ISPA Mendominasi

Kemudian parameter P2.5 terpantau pada level 142 masuk kategori tidak sehat dengan indikator warna kuning. Kedua parameter itu tergolong kritis dengan tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia, hewan, dan tumbuhan. 

"Kemudian SO2 pada level 29 masuk kategori baik dengan indikator warna hijau. O3 di level 6 kategori baik dan indikator warna hijau. Sedangkan NO2 di angka 33. Sedangkan parameter CO dan HC berada pada angka 0," ujarnya.

Ditambahkan mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini bahwa, dengan kondisi tersebut, masyarakat tetap diimbau waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan, khususnya bagi anak-anak, lansia dan masyarakat yang rentan terhadap dampak pencemaran udara.

Baca Juga: Karhutla di Desa Rantau Baru Belum Padam Total, Tim Gabungan Lakukan Pendinginan

"Masyarakat juga diingatkan untuk menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah serta segera mencari tempat yang lebih aman apabila kondisi asap semakin pekat," tutupnya.

Editor : Rinaldi
Kualitas Udara kabupaten pelalawan tidak sehat