PELALAWAN (RIAUPOS.CO) – Polres Pelalawan dalam upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Riau, mendapat penguatan dari Mabes Polri.
Asisten Logistik Kapolri (Aslog Kapolri) Irjen Pol Suwondo Nainggolan S.I.K, M.H turun langsung mengecek sekaligus memimpin pemadaman Karhutla di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, Kamis (10/9/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Aslog Kapolri didampingi Kapolda Riau Irjen Pol Dr. Herry Heryawan S.I.K , M.H, M.Hum serta sejumlah pejabat utama Mabes Polri dan Polda Riau.
Baca Juga: Ahmad Jais Dilantik sebagai Kades PAW Desa Baru, Lanjutkan Sisa Masa Jabatan 2022–2028
Rombongan juga turut didampingi Bupati Pelalawan H. Zukri Misran, Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara S.I.K, Kalaksa BPBD Pelalawan Tengku Zulfan, Kadis Sosial Pelalawan drg. Erwin Rommel, Kadis Lingkungan Hidup Pelalawan Eko Novitra, jajaran Polres Pelalawan, personel Brimob serta unsur TNI.
Kegiatan juga diikuti Wakapolres Pelalawan Kompol Asep Rahmat, S.H., S.I.K., M.M., perwakilan Kodim 0313/KPR, manajemen PT RAPP, 35 personel BKO Sat Brimobda Riau, serta personel gabungan Polres Pelalawan dan Polsek rayonisasi.
Kehadiran dukungan Formula X-Fire ini menjadi salah satu langkah Polri dalam memperkuat kemampuan pemadaman Karhutla di Pelalawan, terutama dalam menghadapi kebakaran pada kawasan gambut yang membutuhkan penanganan cepat, terukur dan berkelanjutan.
Baca Juga: Diskominfoss dan PAPRI Kuansing Dukung Perjuangan Diva, Harumkan Nama Daerah di Panggung Nasional
Rangkaian kegiatan diawali dengan kedatangan rombongan di wilayah Kabupaten Pelalawan. Selanjutnya, rombongan bergerak menuju lokasi Karhutla di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan, untuk melakukan pengecekan kondisi lahan sekaligus melihat secara langsung proses penanganan kebakaran.
Setibanya di lokasi, Aslog Kapolri bersama rombongan melakukan pengecekan terhadap titik api dan kondisi lahan yang terbakar. Pemadaman kemudian dilakukan menggunakan Formula X-Fire Polri yang dipimpin langsung oleh Aslog Kapolri.
Dalam kegiatan tersebut Formula X-Fire digunakan sebagai salah satu dukungan operasional Polri dalam penanganan Karhutla, khususnya pada lahan gambut yang membutuhkan penanganan dan pendinginan secara lebih optimal.
Baca Juga: Kabupaten Inhu Sumbang 100 Titik Panas di Riau
Dalam mendukung penanganan Karhutla di wilayah Riau,Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) memperkuat penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, dengan mengerahkan dukungan Formula Pemadam X-Fire untuk mempercepat proses pemadaman, khususnya di kawasan lahan gambut.
Kegiatan pemadaman berlangsung hingga sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah kegiatan selesai, rombongan kemudian beristirahat dan selanjutnya kembali menuju Mapolda Riau melalui jalur darat.
Kehadiran langsung Aslog Kapolri di lokasi Karhutla sekaligus menjadi bentuk penguatan sinergi antara Mabes Polri, Polda Riau, Polres Pelalawan, pemerintah daerah, TNI, BPBD dan unsur terkait lainnya dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Baca Juga: Kabupaten Inhu Sumbang 100 Titik Panas di Riau
Polri menegaskan penanganan Karhutla tidak hanya berorientasi pada pemadaman titik api, tetapi juga diarahkan pada upaya pencegahan dan penanganan secara menyeluruh agar kebakaran tidak meluas dan tidak kembali muncul di lokasi yang sama.8
Dengan dukungan personel, peralatan serta Formula X-Fire, penanganan Karhutla di Kabupaten Pelalawan diharapkan dapat dilakukan lebih efektif, terutama terhadap kebakaran di kawasan lahan gambut.
Dukungan tersebut disampaikan saat kunjungan Asisten Logistik Kapolri (Aslog Polri) Irjen Pol Suwondo Nainggolan, S.I.K., M.H., ke Kabupaten Pelalawan, Kamis (10/9/2026). Dikatakannya bahwa, Polri mengirimkan sebanyak 300 jeriken Formula X-Fire, dengan kapasitas 20 liter setiap jeriken.
Baca Juga: Murid Sekolah di Kota Pekanbaru Belajar Pakai Masker di Tengah Kabut Asap
Dengan demikian, total formula yang disiapkan mencapai sekitar 6.000 liter untuk mendukung operasi penanganan Karhutla di Pelalawan.
Aslog Polri mengatakan, pengiriman Formula X-Fire merupakan bagian dari penguatan dukungan operasional Polri kepada jajaran di daerah dalam menghadapi ancaman Karhutla.
Polri terus memperkuat dukungan terhadap jajaran di wilayah dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Salah satunya dengan mengirimkan dukungan formula pemadam X-Fire yang akan digunakan untuk membantu penanganan Karhutla, terutama pada karakteristik lahan gambut yang membutuhkan penanganan secara cepat dan tepat,” ujar Suwondo.
Baca Juga: Mitsubishi Destinator Rayakan 1 Tahun di Indonesia Lewat Gebyar Auto Show Destinator Anniversary
Menurutnya, lahan gambut memiliki karakteristik khusus sehingga penanganannya membutuhkan metode dan strategi yang tepat. Dukungan formula tersebut diharapkan dapat membantu personel mengendalikan api agar tidak semakin meluas.
"Dukungan ini diharapkan dapat memperkuat kesiapan personel di lapangan dalam melakukan pemadaman dan pengendalian Karhutla, sehingga api tidak semakin meluas dan dapat segera ditangani,” terangya.
Formula X-Fire merupakan inovasi zat cairan pemadam yang dikembangkan Slog Mabes Polri bersama Korps Brimob dan sebelumnya telah digunakan dalam penanganan Karhutla di sejumlah wilayah, termasuk Sumatera Selatan dan Kalimantan.
Baca Juga: Inspeksi Khusus Keuangan Kejagung di Riau, Pengelolaan Anggaran Kejari Pekanbaru Dinilai Akuntabel
Dalam penerapannya, Formula X-Fire dicampurkan dengan air menggunakan komposisi 200 liter formula dan 800 liter air untuk setiap 1.000 liter campuran.
Formula tersebut disebut berbahan dasar CPO dan tepung tapioka. Penggunaan formula ditujukan untuk mengoptimalkan pemanfaatan air dalam proses pemadaman, terutama pada medan yang sulit dijangkau petugas.
Selain itu, metode penyemprotan dilakukan menggunakan teknik spiral, yakni penyiraman dimulai dari bagian luar kawasan yang terbakar dan dilakukan secara bertahap menuju titik api utama.
Baca Juga: Dinkes Kampar Siagakan Faskes Antisipasi Dampak Kabut Asap Karhutla
Teknik tersebut bertujuan untuk membantu memutus rambatan api sekaligus mempercepat proses pendinginan di kawasan terdampak.
Dalam penerapannya di lahan gambut, Formula X-Fire disebut mampu membantu penetrasi hingga lapisan gambut yang terbakar.
Suwondo menegaskan, penanganan Karhutla tidak cukup hanya mengandalkan pemadaman. Diperlukan sinergi seluruh pihak mulai dari pemerintah, aparat keamanan, perusahaan hingga masyarakat.
Baca Juga: Setelah 3 Hari PJJ, Besok Siswa se-Rohul Kembali Masuk Sekolah
Penanganan Karhutla membutuhkan sinergi antara kesiapan personel, dukungan peralatan, metode pemadaman yang tepat, serta kecepatan dalam merespons setiap titik api. Polri memastikan dukungan tersebut terus diperkuat agar penanganan di lapangan dapat berjalan optimal,” jelasnya.
Ia menambahkan, langkah penanganan Karhutla dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, pemadaman hingga penegakan hukum.
Upaya penanganan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pencegahan, kesiapsiagaan, deteksi dini, pemadaman hingga penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang dengan sengaja melakukan pembakaran hutan dan lahan,” tegasnya.
Suwondo juga mengajak masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar serta bersama-sama menjaga lingkungan dari ancaman Karhutla.
“Kami mengajak seluruh masyarakat dan pihak terkait untuk bersama-sama mencegah terjadinya Karhutla,” tutupnya. (amn)
Editor : M. Erizal