Kualitas Udara Sangat Tak Sehat, Siswa Dipulangkan dari Sekolah, Disdikbud Pelalawan Perpanjang PJJ

M Amin Amran • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 20:00 WIB
Siswa SMAN Binsus Bernas dipulangkan akibat dampak kabut asap yang kian menebal, Selasa (15/9/2026) pagi. (M Amin Amran)
Siswa SMAN Binsus Bernas dipulangkan akibat dampak kabut asap yang kian menebal, Selasa (15/9/2026) pagi. (M Amin Amran)   

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) -- Sempat menjalani Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah melalui tatap muka pada Senin (14/9/2026), namun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud), kembali mengambil kebijakan untuk memperpanjang Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau daring seluruh sekolah di Negeri Seiya Sekata ini. 

Kebijakan PJJ ini, diputuskan mengingat kualitas udara di Negeri Amanah ini, berdasarkan alat pengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Pelalawan telah masuk dalam level sangat tidak sehat dengan indikator warna merah akibat kabut asap kian menebal, dampak bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla,). Padahal, pada Senin (14/9/2026), kualitas udara masih berada pada level tidak sehat. 

Pantauan Riaupos.co di sejumlah sekolah di Kecamatan Pangkalan Kerinci, para pelajar dipulangkan saat tengah menjalani belajar tatap muka, tepatnya pada pukul 09.00 WIB. 

Baca Juga: Arah Angin Bergerak dari Tenggara dan Barat Daya, Riau Terdampak Asap Kiriman 

"Ya, mengingat kabut asap kian menebal di Pelalawan yang menyebabkan kualitas udara semakin memburuk, maka kita telah mengeluarkan surat edaran untuk memperpanjang PJJ bagi seluruh sekolah di Pelalawan," terang Pelaksana tugas (Plt) Kepala Disdikbud Pelalawan, Leo Nardo SPd didampingi Sekretaris, Fenjli Harmasni kepada Riaupos.co, Selasa (15/9/2026) di Pangkalan Ketinci.

Diungkapkan Leo, PJJ ini diperpanjang selama tiga hari kedepan. Terhitung mulai Selasa (15/9/2026) hingga Kamis (17/9/2026) mendatang. Dimana PJJ diberlakukan bagi semua siswa-siswi mulai dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Pelalawan. Dan aktivitas tatap muka akan kembali diterapkan melihat perkembangan kualitas udara beberapa hari kedepan. 

"Artinya, bisa saja Rabu (16/9/2026) besok atau Jumat (18/9/2026) mendatang, kembali aktif belajar tatap muka semua sekolah, jika kualitas udara membaik. Atau bahkan akan kembali diperpanjang PJJ ini, apabila kualitas udara tetap memburuk," paparnya. 

Baca Juga: Kabut Asap Tebal Kiriman dari Palembang Selimuti Pelalawan, Kualitas Udara Sangat Tidak Sehat

Dijelaskannya, Pemkab telah memiliki mekanisme dalam menyikapi kondisi kualitas udara yang memburuk, khususnya bagi aktivitas belajar mengajar. Sedangkan surat edaran terkait pembelajaran di tengah kondisi kabut asap, bersifat tentatif dan akan disesuaikan dengan perkembangan kualitas udara.

"Surat edaran yang sudah dikeluarkan itu sifatnya tentatif. Kalau kondisi asap mencapai level sangat tidak sehat, maka secara otomatis pembelajaran dilakukan melalui PJJ," ujarrnya.

Dikatakannya Leo yang juga menjabat Ketua PGRI Pelalawan ini bahwa, surat edaran tersebut akan terus dievaluasi dan diperbarui setiap tiga hari dengan mempertimbangkan kondisi kualitas udara yang terjadi setiap harinya.

Baca Juga: Karhutla Terjadi di Dekat Kantor Bupati Kampar, ISPU Tercatat Tidak Sehat

Dengan demikian, keputusan mengenai pelaksanaan pembelajaran tatap muka maupun Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) akan menyesuaikan dengan kondisi kualitas udara dan keselamatan peserta didik.

"Kita melihat kondisi asap setiap harinya. Surat edaran diperbarui setiap tiga hari sekali. Untuk itu, kita imbau para orangtua siswa, dapat mengawasi anak mereka agar tidak keluyuran di luar rumah. Sehingga kondisi ini tidak berdampak mengganggu kesehatan para peserta didik di Negeri Amanah ini," tutupnya. 

Editor : Rinaldi
Sangat Tidak Sehat perpanjang pjj kualitas udara pelalawan Siswa dipulangkan