Kabut Asap Masih Selimuti Pelalawan, Jumlah Penderita ISPA Tembus 2.220 Jiwa

M Amin Amran • Dipublikasikan Kamis, 17 September 2026 | 16:23 WIB
Murid SD di Kecamatan Pangkalan Kerinci mengenakan masker guna mengantisipasi penyakit ISPA akibat munculnya kabut asap dampak Karhutla, baru-baru ini. (Foto M Amin Amran)
Murid SD di Kecamatan Pangkalan Kerinci mengenakan masker guna mengantisipasi penyakit ISPA akibat munculnya kabut asap dampak Karhutla, baru-baru ini. (Foto M Amin Amran)

PANGKALANKERINCI (RIAUPOS.CO) -- Hingga saat ini, kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), masih terus bertahan menyelimuti seluruh daerah di Kabupaten Pelalawan. Tidak hanya memperburuk kualitas udara yang masih dalam kategori tidak sehat atau mendekati level sangat tidak sehat, namun jerebu tersebut telah berdampak serius terhadap kesehatan masyarakat. 

Pasalnya, sebanyak 2.220 jiwa warga di Negeri Seiya Sekata ini, telah terserang penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dampak kabut asap sejak awal Agustus 2026 lalu. 

Demikian disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan H Asril SKm MKes melalui Kabid P2PL drg Aulia Rahman kepada Riaupos.co, Kamis (17/9/2026) di Pangkalan Kerinci. Dikatakannya, sejak kabut asap muncul di Pelalawan, telah berdampak dan menyebabkan meningkatnya penyakit ISPA yang sangat dikeluhkan masyarakat.

Baca Juga: Menang Tipis atas SMP Witama, SMP Darma Yudha Melaju ke Semifinal Tantang Stella Gracia 

"Dalam per hari saja, masyarakat yang terjangkit ISPA terus bertambah cukup banyak. Dimana hingga 17 September ini, ada sebanyak 2.220 orang penderita ISPA di Kabupaten Pelalawan. Dan khusus pada Rabu (16/9/2026), jumlahnya bertambah sebanyak 60 kasus," terangnya. 

Diungkapkan Aulia, ISPA ini dialami oleh berbagai golongan usia. Seperti usia 0-5 tahun sebanyak 529. orang. Kemudian, untuk usia 5-9 tahun, sebanyak 429 orang. Dan untuk remaja usia 10-18 tahun sebanyak 414 orang. Sementara itu, untuk dewasa usia 19-59 tahun sebanyak 724 orang. "Lansia 60 tahun keatas sebanyak 124 orang. Jadi, didominasi usia balita dan dewasa," bebernya. 

Dikatakannya, dengan semakin meningkatnya jumlah penderita akibat kabut asap tersebut, maka sejak 20 Agustus lalu, pihaknya telah mendirikan dan membuka posko kesehatan di seluruh puskesmas dan bidan desa yang ada di 12 kecamatan di Kabupaten Pelalawan. Dimana posko yang dibuka selama 24 jam tersebut, diperuntukkan khusus menangani masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap yang menyebabkan kualitas udara menjadi memburuk yakni pada level tidak sehat. 

Baca Juga: Kasus ISPA Jadi 1.363, Diskes Kuansing Minta Tambahan 1000 Kotak Masker

"Jadi, sejak pertengahan Agustus lalu, kita telah membuka posko kesehatan yang tersebar di 12 kecamatan Kabupaten Pelalawan," ujarnya.

Ditambahkan Kabid P2PL ini, selama bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kabut asap, Dinas Kesehatan Pelalawan telah mendistribusikan masker yang merupakan bantuan dari Provinsi Riau untuk dibagi-bagikan kepada seluruh elemen masyarakat melalui puskesmas. 

Hanya saja, pihaknya masih belum dapat mastikan jumlah stok atau persediaan masker yang masih tersedia. Pasalnya, distribusi masker ini di data oleh bidang Instalasi farmasi. 

Baca Juga: Hadapi Kabut Asap, Dana BOS Bisa Dipakai Beli Masker dan Kipas

"Jadi, saat ini bidang instalasi farmasi masih tengah mendata stok masker yang tersedia. Dan juga berapa masker yang dibutuhkan untuk diusulkan penambahan kembali ke Provinsi. Kerana sejauh ini, masih ada beberapa puskesmas yang belum melaporkan data stok dan kebutuhan masker yang diperlukan. Insya Allah, Jumat (18/9/2026) besok, pendataan masker ini akan kelar. Sehingga akan segera kita sampaikan berapa persediaan dan kebutuhan masker yang diperlukan," ujarnya.

"Kita mengimbau agar masyarakat tetap menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi dan banyak mengkonsumsi air putih. Serta segera datang ke posko kesehatan yang telah dibuka 24 jam untuk mendapatkan pelayanan kesehatan obat yang tepat secara gratis. Serta mengimbau warga agar mengurangi aktivitas di luar rumah dan dapat menggunakan masker jika berada diruang terbuka," tutupnya. 

Editor : Rinaldi
ispa kabut Asap pelalawan