Kabut Asap Tebal, Jarak Pandang hanya 200 Meter, ISPU Masuk Indikator Biru

M Amin Amran • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 15:47 WIB
Pengendara sepeda motor melintasi Jalan Sultan Syarif Hasyim Pangkalan Kerinci yang diselimuti kabut asap tebal dan menggangu jarak pandang, Rabu (7/10/2026). (Foto Muhammad Amin Amran)
Pengendara sepeda motor melintasi Jalan Sultan Syarif Hasyim Pangkalan Kerinci yang diselimuti kabut asap tebal dan menggangu jarak pandang, Rabu (7/10/2026). (Foto Muhammad Amin Amran)

PANGKALAN KERINCI (RIAUPOS.CO) -- Kabut asap mulai menyelimuti Kabupaten Pelalawan, khususnya Kecamatan Pangkalan Kerinci. Rabu (7/10/2026), kondisi jerebu semakin pekat dan tebal hingga mengganggu jarak pandang. 

Pantauan Riaupos.co di Jalan Lintas Timur Kota Pangkalan Kerinci, kabut asap tebal mulai terlihat pada pagi hari sekitar pukul 06.30 WIB. Dimana jarak pandang hanya mencapai 200. Asap mulai berangsur berkurang pada pukul 11.00 WIB, setelah matahari muncul samar-samar.

"Kabut asap di Pangkalan Kerinci makin pekat dan tebal, sehingga menyebabkan jarak pandang menjadi terbatas. Yakni mencapai 200 meter. Atau jarak pandang hanya terlihat sekitar lima unit rumah saja," terang salah seorang warga Murni Deli kepada Riaupos.co, Rabu (7/10/2026) di Pangkalan Kerinci. 

Baca Juga: Udara Kampar Berbahaya, Anggota DPRD Rinaldo Dorong Pembagian Masker dan Optimalisasi PJJ

Di tempat terpisah, Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan Zulfan MSi, membenarkan kabut asap yang semakin tebal di Kota Pangkalan Kerinci. Meski demikian, pihaknya memastikan asap tersebut kiriman dari daerah Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan (Sumsel). 

"Kita akui hari ini memang semakin kuat asapnya. Dan kabut asap ini merupakan kiriman dari provisi tetangga. Yakni Provinsi Jambi dan Sumatera Selatan. Pasalnya, kita pastikan Pelalawan saat bebas atau nihil titik api (fire spot). 

"Meski demikian, ada dua titik panas atau hotspot terpantau di Pangkalan Kerinci. Namun titik panas itu bisa dipastikan bukanlah titik api, karena levelnya rendah kuning dan hijau. Dan biasanya, hotspot tersebut merupakan aktivitas industri yang ada di ibu kota Pelalawan yang terpantau satelit," paparnya.

Baca Juga: Besok, UAS Hadir di Masjid Agung Istiqomah Bengkalis

Diungkapkan mantan Sekretaris Dinas Perikanan Pelalawan ini bahwa, pihaknya memastikan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Pelalawan nihil dalam tiga pekan terakhir. "Meski demikian, kita tetap melakukan patroli dan pemantauan titik api di wilayah yang rawan terbakar," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pelalawan Eko Novitra MSi menjelaskan bahwa, meski kabut asap semakin tebal, namun kualitas udara di Pelalawan masih terpantau sedang. Pasalnya, sesuai alat pengukur Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) berada di level 94 kategori sedang dengan indikator warna biru.

Adapun rincian 5 parameter parameter pada ISPU Pelalawan yakni parameter PM 10 berada pada level 51 kategori sedang dengan indikator warna biru. Naik dari sebelumnya di level 31 kategori sehat dengan indikator warna hijau. 

Baca Juga: Polres Kuansing Bagikan Masker di Tengah Udara Berasap

Kemudian parameter PM 2.5 terpantau di level 94 kategori sedang dengan indikator warna biru. Atau hampir mencapai level tidak sehat dengan indikator kuning. Naik cukup signifikan dari sebelumnya di level 68 kategori sedang dengan indikator biru. 

SO2 pada level 30 masuk kategori baik dengan indikator warna hijau. Sedangkan O2 di level 7 indikator hijau dan NO2 di angka 36.

"Jadi, hingga saat ini, tiga parameter terakhir ini tidak banyak berubah selama kabut asap mulai menyelimuti Negeri Seiya Sekata beberapa hari belakangan ini. Yakni kategori sehat dengan indikator warna hijau hingga kategori sedang dengan indikator biru.

Baca Juga: Urai Kemacetan, Pemprov Lakukan Pelebaran Jalan HR Soebrantas hingga 16 Meter

"Meski demikian, kami tentunya tetap mengimbau masyarakat agar dapat menggunakan masker jika melakukan aktivitas di luar rumah. Sehingga tidak memberikan dampak terhadap kesehatan warga," tutupnya. 

Editor : Rinaldi
Indikator Biru kabut Asap bpbd pelalawan jarak pandang