Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Tim LPPM Unri Terapkan Integrated Farming kepada Desa Binaan di Kampar

Herianto Baserah • Jumat, 16 Agustus 2024 | 09:23 WIB


FOTO BERSAMA: Tim LPPM Unri, mahasiswa kukerta foto bersama dengan masyarakat usai pelatihan, baru-baru ini.
FOTO BERSAMA: Tim LPPM Unri, mahasiswa kukerta foto bersama dengan masyarakat usai pelatihan, baru-baru ini.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Sistem budi daya perikanan dan tanaman dari tahun ke tahun terus berkembang. Salah satunya sistem pertanian terintegrasi (integrated farming).

Sistem pertanian terintegrasi merupakan sistem pertanian yang mengintegrasikan kegiatan sub sektor pertanian, ternak, dan ikan untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas sumber daya.

Tim Pengabdian Universitas Riau (Unri) menerapkan pemijahan buatan ikan lele dan akuaponik. Ini merupakan sistem yang menggabungkan budi daya ikan (akuakultur) dan tanaman (hidroponik) dengan tanpa memerlukan banyak lahan.

Tim Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Unri dibantu oleh 10 mahasiswa kukerta MBKM Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Unri tahun 2024 di Desa Air Terbit, Kecamatan Tapung, Kampar, Riau menerapkan teknologi pemijahan secara buatan lele mutiara menggunakan media corong serta benih yang dihasilkan dipelihara dengan sistem akuaponik pakcoy. Kemudian pembuatan pakan fermentasi.

Kegiatan-kegiatan tersebut bersama mitra Unit Usaha Perikanan Mang Tata, Jumat (19/7/). Kegiatan pengabdian ini didanai oleh LPPM Unri 2024 dengan skema desa binaan. Ketua Tim Pengabdian Dr Nur Asiah SPi MSi, anggota Dr Ir Morina Riauwaty S MP, Dr Benny Heltonika SPi MSi, Desi Rahmadani S SPi MSi dan Ir Yetti Elfina S MP.

‘’Pemijahan buatan lele mutiara menggunakan dua pasang induk. Induk dirangsang menggunakan hormon merek dagang ovaprim dosis 0,5 mL/Kg berat badan induk betina dan 0,3 mL/Kg berat badan induk jantan. Telur ikan hasil fertilisasi diinkubasi hingga menetas menggunakan media corong. Selanjutnya larva menetas diberi pakan artemia dan pakan pasta fermentasi. Benih dipelihara dengan akuaponik sistem resirkulasi,’’ jelas Ketua Pengabdian Desa Binaan Nur Asiah kepada Riau Pos, Kamis (15/8/2024).

Menurutnya, antusias dari mitra dan masyarakat sangat tinggi terhadap kegiatan tersebut dan mereka merasa senang dengan adanya hal baru yang mudah dipelajari dan diterapkan pada unit usaha mereka. ‘’Respons masyarakat positif, terlihat dari antusias mereka saat bertanya dan ikut serta dalam demonstrasi pemijahan buatan dan budidaya akuaponik,” ujarnya.

Dengan adanya integrated farming tersebut diharapkan hasil yang didapat bisa dirasakan bersama, sehingga dapat menjadi masyarakat berdaya dan dapat menjadi contoh untuk warga yang ingin memulai bisnis.(hen/c)

Editor : Rindra Yasin
#budi daya perikanan #integrated farming #lppm unri #Unri #hidroponik #akuakultur