PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - BEM Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Unilak) berhasil mendapatkan dana hibah dari program peningkatan kapasitas organisasi kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang diselenggarakan oleh Dirjen Dikti, Kemendikbudristek.
Dana ini akan digunakan BEM Faperta Unilak untuk membentuk sanggar tani muda pertama di Riau, yang diharapkan menjadi pusat pengembangan pertanian berkelanjutan serta menginspirasi generasi muda untuk terlibat aktif di sektor pertanian.
Tim mahasiswa, termasuk Muhammad Dian Hanafi, Vania Bratandari Febri, Viky Daniel Liklikwatil, Rahman Saleh, dan lainnya, menyelenggarakan pelatihan bagi generasi muda petani di Riau. Kegiatan ini mencakup teknik pertanian modern seperti pembuatan pestisida dari ekstrak tanaman dan pemanfaatan trichoderma sp, serta pengembangan alat digital deteksi hama.
‘’Program ini sangat bermanfaat bagi desa kami,’’ kata Agus Yasin, Kepala Desa Buantan Lestari, yang desanya menjadi lokasi binaan.
Selain anggota BEM, program ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian lainnya seperti Fajar Ammar Fahreza dan Atika Suri, yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan MBKM Bina Desa dan Riset setara 20 SKS. Kehadiran mereka membantu implementasi program secara lebih luas dan efektif, termasuk pengembangan kurikulum non-formal bagi petani muda dan pendampingan produksi produk pertanian inovatif. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program ini, termasuk keterlibatan siswa SMKN 1 Bungaraya.
Rektor Unilak Prof Dr Junaidi, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bukti kualitas dosen dan mahasiswa Unilak dalam berinovasi. Apresiasi juga disampaikan Dekan Fakultas Pertanian Unilak Dr Amelia.
Sementara itu Dosen sekaligus Ketua Pusat Riset Pertanian Tropis Berkelanjutan Dr Indra Purnama menjelaskan, salah satu inovasi utama dalam program ini adalah pengembangan pestisida berbahan ekstrak tanaman yang sedang diuji lapangan.
‘’Kami berharap inovasi ini dapat segera dipatenkan dan bermanfaat bagi petani dalam mengatasi hama,’’ ujar Dr Indra.
Dr Indra juga akan mengimplementasikan kelas kolaboratif dan partisipatif di mata kuliah bioteknologi dan sistem pertanian organik untuk mendukung pertanian ramah lingkungan. Kelas ini bertujuan mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proyek penelitian dan inovasi yang berfokus pada keberlanjutan pertanian, memberikan pengalaman langsung yang berharga.(end/c)
Editor : Rindra Yasin