Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

BEM Faperta Unilak Bentuk Sanggar Tani Muda Riau  

Hendrawan Kariman • Selasa, 3 September 2024 | 10:08 WIB
Wakil Rektor III Unilak Dr Hardi SE MM, dosen pendamping, perwakilan desa, perwakilan gapoktan dan petani muda foto bersama narasumber dari BINUS University.
Wakil Rektor III Unilak Dr Hardi SE MM, dosen pendamping, perwakilan desa, perwakilan gapoktan dan petani muda foto bersama narasumber dari BINUS University.

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - BEM Fakultas Pertanian Universitas Lancang Kuning (Unilak) berhasil mendapatkan dana hibah dari program peningkatan kapasitas organisasi kemahasiswaan (PPK Ormawa) yang diselenggarakan oleh Dirjen Dikti, Kemendikbudristek. 

Dana ini akan digunakan BEM Faperta Unilak untuk membentuk sanggar tani muda pertama di Riau, yang diharapkan menjadi pusat pengembangan pertanian berkelanjutan serta menginspirasi generasi muda untuk terlibat aktif di sektor pertanian.

Tim mahasiswa, termasuk Muhammad Dian Hanafi, Vania Bratandari Febri, Viky Daniel Liklikwatil, Rahman Saleh, dan lainnya, menyelenggarakan pelatihan bagi generasi muda petani di Riau. Kegiatan ini mencakup teknik pertanian modern seperti pembuatan pestisida dari ekstrak tanaman dan pemanfaatan trichoderma sp, serta pengembangan alat digital deteksi hama.

‘’Program ini sangat bermanfaat bagi desa kami,’’ kata Agus Yasin, Kepala Desa Buantan Lestari, yang desanya menjadi lokasi binaan.

Selain anggota BEM, program ini juga melibatkan mahasiswa Fakultas Pertanian lainnya seperti Fajar Ammar Fahreza dan Atika Suri, yang berpartisipasi aktif dalam kegiatan MBKM Bina Desa dan Riset setara 20 SKS. Kehadiran mereka membantu implementasi program secara lebih luas dan efektif, termasuk pengembangan kurikulum non-formal bagi petani muda dan pendampingan produksi produk pertanian inovatif. Kolaborasi dengan berbagai pihak menjadi kunci keberhasilan program ini, termasuk keterlibatan siswa SMKN 1 Bungaraya.

Rektor Unilak Prof Dr Junaidi, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bukti kualitas dosen dan mahasiswa Unilak dalam berinovasi. Apresiasi juga disampaikan Dekan Fakultas Pertanian Unilak Dr Amelia.

Sementara itu Dosen sekaligus Ketua Pusat Riset Pertanian Tropis Berkelanjutan Dr Indra Purnama menjelaskan, salah satu inovasi utama dalam program ini adalah pengembangan pestisida berbahan ekstrak tanaman yang sedang diuji lapangan. 

‘’Kami berharap inovasi ini dapat segera dipatenkan dan bermanfaat bagi petani dalam mengatasi hama,’’ ujar Dr Indra.

Dr Indra juga akan mengimplementasikan kelas kolaboratif dan partisipatif di mata kuliah bioteknologi dan sistem pertanian organik untuk mendukung pertanian ramah lingkungan. Kelas ini bertujuan mendorong mahasiswa untuk terlibat langsung dalam proyek penelitian dan inovasi yang berfokus pada keberlanjutan pertanian, memberikan pengalaman langsung yang berharga.(end/c)

Silakan simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu dengan mengakses Riau Pos WhatsApp Channel

 

Editor : Rindra Yasin
#dana hibah #Universitas Lancang Kuning #PPK Ormawa #Kemendikbudristek #Fakultas Pertanian