Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Unilak Kampus Multikultural, Spirit Keberagaman Indonesia Tersaji di Wisuda Ke-69

Redaksi • Jumat, 18 Oktober 2024 | 11:26 WIB
Pj Gubri diwakili Kabid SMK Dinas Pendidikan Riau Dr Arden Semeru, Rektor Unilak Prof Dr Junaidi  menari Tor-Tor bersama orang tua dan wisudawan, Rabu (16/10/2024).
Pj Gubri diwakili Kabid SMK Dinas Pendidikan Riau Dr Arden Semeru, Rektor Unilak Prof Dr Junaidi menari Tor-Tor bersama orang tua dan wisudawan, Rabu (16/10/2024).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - RAGAM budaya dari berbagai daerah di Indonesia terjadi saat wisuda Universitas Lancang Kuning Program Sarjana ke-69 dan Pascasarjana ke-19. Pelaksanaan wisuda berlangsung selama dua hari 16-17 Oktober 2024.

Wisuda Unilak diikuti sebanyak 1.005 wisudawan yang resmi meraih gelar sarjana. Yang menarik dari pelaksanaan wisuda Unilak berbeda dari kampus lainnya adalah tersajinya tradisi dan tarian adat budaya khas daerah dari di Indonesia. Seperti tarian Jawa, tarian TorTor, pencak silat, tari Piring, Randai Kuansing di hari kedua dan pemberian tepuk tepung tawar untuk para wisuda.

Para orang tua dan wisudawan terkagum-kagum dengan pelaksanaan acara wisuda Unilak, hal ini disampaikan langsung oleh orang tua wisudawan Korinah (50). ‘’Hari ini, hari bahagia, kebahagian kami berlipat ganda karena pelaksanaan wisuda Unilak tidak kaku, tadi ikut menari TorTor, kami berasal dari suku Jawa, tapi kami juga mengenal dan melihat budaya dari kawan-kawan dari daerah lain,’’ ujar Korinah.

Menghadiri wisuda Unilak seperti berada di kampung sendiri, karena rasa kekeluargaan, kebersamaan sangat dirasakan, hiburan acara tadi terasa terhibur. ‘’Proses wisudanya tidak kaku dan saya bangga, orang tua kami juga diajak langsung dapat berfoto bersama dengan Dekan,’’ ujar Aliva, salah seorang wisudawati.

Saat tarian TorTor digelar, para orang tua, rektor, wisudawan tampak berbaur dan menari bersama, para penari yang berstatus mahasiswa/i Unilak dari Fakultas Kehutanan. Bahkan Rektor Unilak Prof Dr Junaidi tak sungkan untuk menari bersama para orang tua dan wisudawan.

Rektor Unilak Prof Dr Junaidi menyebutkan, wisuda kali ini dirancang sebagai momentum untuk bergembira dan bahagia, seperti kenduri semua merasa senang. Saat ini Unilak semakin besar, hadirnya keberagaman budaya merupakan komitmen baru Unilak dan menegaskan di wisuda hari ini bahwa Unilak menjadi kampus multikultural/ragam budaya.

‘’Lancang Kuning sebagai kampus ragam budaya karena di Unilak ada banyak budaya, etnis dan agama dan sini kita menyatu sama-sama menuntut ilmu, sama berbagi di Unilak. Dalam proses wisuda ini akan bisa melihat keberagaman budaya, ini merupakan penghargaan kami untuk keberagaman etnis budaya di Unilak maka ada tagline baru kampus kami, kampus multiculturale,’’ ujar Rektor.

Disebutkan Prof Junaidi, di Unilak ada ratusan ribu pohon, ada danau, flora fauna, yang dirawat dan dapat dinikmati. ‘’Kami menegaskan juga bahwa tagline Unilak adalah kampus hijau,’’ tegasnya.

Dijelaskannya, beberapa bulan lalu, Unilak sudah tidak lagi menggunakan botol plastik. Para dosen, karyawan dan mahasiswa telah menggunakan tumbler sebagai wadah air minum.

Wisuda kali ini, Unilak sebagai kampus bersahabat termasuk dalam pelayanan. Salah satunya para wisudawan langsung mendapatkan ijazah di hari wisuda. Wujud lainnya adalah memberikan layanan khusus bagi mahasiswa disabilitas, bahkan Unilak memberikan beasiswa bagi mahasiswa disabilitas sampai tamat.

‘’Saat ini ada 60 mahasiswa disabilitas yang sedang kuliah. Kenapa perlu kami tegaskan, ini adalah komitmen Unilak memberikan kesempatan, mereka adalah anak-anak kita yang harus dapat layanan pendidikan di perguruan tinggi,’’ tutup Prof Junaidi.(adv)

Editor : Rindra Yasin
#Kampus Multikultural #Universitas Lancang Kuning #pekanbaru #wisuda unilak