PEKANBARU (RIAUPOS.CO)- REKTOR Universitas Islam Riau (UIR) Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL mengukuhkan Prof Dr Drs H Hamzah MAg sebagai Guru Besar Bidang Keagamaan, Senin (24/2) di ruang auditorium lantai IV Gedung Rektorat. Keputusan guru besar tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 137470/M/07/2024.
Desa Lubuk Siam adalah tanah kelahiran Prof Dr Drs H Hamzah MAg pada 3 Mei 1960. Keberhasilan dirinya meraih gelar guru besar tidak terlepas dari dukungan sang istri Hj Arwanis SPd MPd dan anaknya Dr Rasyidi Hamzah SH MH, Dr Zulfadli Hamzah B IFB M IFB dan Dr Muhammad Luthfi Hamzah B IT MKom. Termasuk juga anak menantunya Millati Hassanah Amd Keb SKM, Tri Purnama Sari Amd PK SKM MKes dan Assoc Prof Dr Astri Ayu Purwati BSc MSc.
Riwayat jabatan, Prof Dr Drs Hamzah MAg pernah menjabat Wakil Dekan II Fakultas Ushuluddin UIR 1991-1994, Wakil Dekan 1 Fakultas Ushuluddin UIR 1994-1998, Wakil Dekan III Fakultas Agama Islam UIR 1998-2002, Dekan Fakultas Agama Islam UIR 2002-2006, Wakil Dekan II Fakultas Agama Islam 2016-2020 dan Wakil Dekan II Fakultas Agama Islam 2020-2025.
Orasi ilmiah Prof Dr Drs Hamzah MAg berjudul Pendekatan Dakwah Ulama Sufi Nusantara Abad ke-17 dan 18 Masehi Suatu Analisa Keutamaan Dakwah Bil-Hal. Ini menyinggung soal dakwah sebagai aktivitas mengajak, menyampaikan ajaran Islam kepada semua umat atau semua manusia. Disebutkannya, kesuksesan dakwah bergantung kepada strategi komunikasi. ‘’Komunikasi berhasil bila rangsangan yang dikirim atau disampaikan pendakwah diterima dan dipahami. Dakwah itu bisa berupa dakwah bil-lisan dan dakwah bil-hal. Ransangan bisa berupa lisan dan perbuatan,’’ terangnya, baru-baru ini.
Dalam kontek inilah diperlukan ketauladanan pendakwah agar rangsangan tersebut bisa diterima oleh penerima dakwah. Di sinilah letaknya urgensi dan menariknya keterlibatan pendakwah dalam aktivitas kehidupan kemasyarakatan dan di pemerintahan.
Kesimpulan orasinya adalah dengan keterlibatan ulama sufi dalam berbagai kegiatan masyarakat dan bekerja sama dengan penguasa serta penampilan pribadi yang unggul, karomah dan barokah. Hal inilah yang membuat masyarakat tertarik masuk agama Islam. Bahkan ada pendapat yang lebih ekstrim yakni seorang penulis buku The Silet Message yang bernama Mehrabin, 93 persen dampak pesan diakibatkan oleh pesan non verbal. Pendapat ini juga selaras dengan ungkapan pepatah Arab, lisanul hal afshohu min lisanul maqol artinya perbuatan itu lebih besar pengaruhnya dari pada kata-kata yang diucapkan. Novelty penulisan ilmiah ini adalah aspek kepribadian juru dakwah dan interaksinya dengan objek dakwah sangat mempengaruhi keberhasilan dakwah.
Saran dari narasi ilmiahnya, kalau ingin ide, pemikiran, visi misi program institusi menjadi kenyataan, terealisasi dengan sempurna maka jangan banyak bicara tapi banyak action dan selalu tampil dengan pribadi yang berakhlak mulia. ‘’Harapan kita semua semoga UIR tetap unggul berkelas dunia, berdasarkan iman dan takwa, dengan syarat dinakhodai oleh insan yang ber-action dunia dan memiliki skill manajemen yang telah teruji serta memiliki kepribadian yang berakhlak mulia. Suatu pekerjaan yang dipegang oleh yang tidak ahlinya tunggulah kehancuran,’’ paparnya.(hen/c)
Editor : Arif Oktafian