PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Rektor Universitas Muhammadiyah Riau (Umri) Dr Saidul Amin MA melaporkan sejumlah kemajuan yang telah dicapai selama satu tahun terakhir. Diantaranya pembangunan Gerbang Kampus Umri yang merupakan hasil sinergi dengan PT Pertamina Hulu Rokan dan telah terintegrasi dalam kawasan Ekoriparian. Selain itu, Gedung Wakaf Tajdid Umri yang menelan biaya sebesar Rp14 miliar kini telah difungsikan untuk kegiatan perkuliahan dan aktivitas akademik lainnya.
Itu disampaikannya pada Sidang Senat Terbuka dalam rangka Milad Ke-17 Umri, Sabtu (28/6) di Kampus Utama Umri. Acara tersebut menjadi puncak rangkaian kegiatan Milad yang telah berlangsung sejak Mei lalu. Bertemakan ‘’Inovasi, Kolaborasi, dan Internasionalisasi”. Hadir, Mendikti Saintek Prof Brian Yuliarto PhD, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Muhadjir Effendi MAP.
Dia juga mengapresiasi pembangunan Rumah Susun Mahasiswa (Rusunawa) melalui hibah Kementerian PUPR RI dengan total anggaran sebesar Rp19 miliar. Diperuntukkan bagi mahasiswa yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun dari luar negeri. Dalam kesempatan tersebut, Rektor menyampaikan ucapan terima kasih kepada Menteri Koordinator PMK RI Prof Dr Muhadjir Effendy MAP atas dukungan dan peran pentingnya dalam mewujudkan program strategis tersebut. ‘’Umri juga sedang giat membangun gedung sembilan lantai yang akan menjadi ikon baru kampus. Gedung tersebut diberi nama Mahmud Marzuki Tower, sebagai bentuk penghormatan kepada tokoh pahlawan sekaligus tokoh Muhammadiyah asal Kampar Mahmud Marzuki,’’ ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Prof Dr Muhadjir Effendy MAP memberikan pesan penting tentang arah perjuangan dan peran strategis perguruan tinggi Muhammadiyah dalam membangun peradaban. ‘’Di usia ke-17 ini, Umri harus memahami dan mendalami garis-garis besar perjuangan yang telah dirintis oleh KH Ahmad Dahlan,’’ ujarnya.
Sedangkan Menteri Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Republik Indonesia Prof Brian Yuliarto PhD dalam orasinya pada Sidang Senat Terbuka Milad ke-17 Umri menegaskan bahwa peran pendidikan tinggi sangat strategis dalam mencetak generasi unggul yang mampu mengawal visi besar Indonesia Emas 2045.(nto/c)
Editor : Rindra Yasin