Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

IBT Pelita Indonesia dan AFEBSI Kujungi Pesantren Al-Faruqi

Prapti Dwi Lestari • Jumat, 15 Agustus 2025 | 19:00 WIB
Wakil Rektor IBT Pelita Indonesia Teddy Chandrs, Dekan FE Layla Hafni, Ketua DPN ADFEBSI Ahmad Rozi, Kadis Peternakan Daslina, Ketua Yayasan Pesantren Al-Faruqi, Umar Faruq, dan  lainnya foto bersama
Wakil Rektor IBT Pelita Indonesia Teddy Chandrs, Dekan FE Layla Hafni, Ketua DPN ADFEBSI Ahmad Rozi, Kadis Peternakan Daslina, Ketua Yayasan Pesantren Al-Faruqi, Umar Faruq, dan lainnya foto bersama

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Pelita Indonesia dan Aliansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Swasta Indonesia (AFEBSI) melakukan kunjungan ke Pesantren Al-Faruqi, Jumat (15/8/2025).

Kunjungan itu dilakukan dalam rangkaian kegiatan rapat kerja nasional yang ke-3 AFEBSI. Salah satu kegiatannya adalah tentang kepedulian yang diberi tajuk The Second International Community Service.

Rombongan mengunjungi pesantren Al-Faruqi yang terletak di Jalan Raya Kubang, Kabupaten Kampar karena memiliki usaha ternak kambing dan domba yang dibina oleh Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia.

Hadir saat kegiatan Dekan FE Institut Bisnis dan Teknologi Pelita Indonesia DR Layla Hafni S SE MM, Wakil Rektor I Prof DR Teddy Chandra SE MM, Ketua Yayasan Al Faruqi DR H Umar Faruq MPd. Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Riau Ir Daslina MM serta Ketua DPN AFEBSI Achmad Rozi SE MM CPBCM.

Layla selaku dekan mengatakan kegiatan kunjungan ke pesantren  sebagai rangkaian rakernas ketiga yang menjadikan Pekanbaru sebagai tuan rumah.

"Kami sangat berterima kasih atas sambutan yang luar biasa dari pihak pesantren bisa menerima kami seperti ini," sebutnya.

Hal yang sama dikatakan. Achmad Rozi selaku Ketua DPN AFEBSI. "Menjadi sebuah kehormatan bisa dijamu di sini semoga Allah menganugerahkan berkah dan diberikan kesehatan kepada pengurus dan santri pesantren.

Dia menyebutkan community service ini yang kali kedua dilakukan setelah yang pertama di Cirebon.

"Kalau waktu yang pertama kita mendatangkan ahli dari Malaysia dan Thailand, pada yang kedua ini ahli yang kita datangkan dari Vietnam dan Jepang. Mereka berbagi pengetahuan tentang topik yang kita diskusikan hari ini. Ini awal meningkatkan kolaborasi sesama perguruan tinggi yang punya cita-cita yang sama bersinergi membangun bangsa dan negara ini dengan segala dinamikanya," ujarnya.

Ketua Yayasan Ponpes Al-Faruqi, Umar Faruq menyebutkan,  kehadiran rombongan sebuah kebanggaan dan keistimewaan bagi pesantren.

"Pesantren ini pondok perjuangan, pondok khusus putri yang tujuannya sangat sederhana mendidik melahirkan anak-anak perempuan pandai memasak, pandai menjahit dan pandai mengaji sehingga akan menjadi perempuan yang shalehah," sebutnya.

Dia melanjutkan bahwa pondok harus punya karakter kemandirian karenanya punya usaha salah satunya peternakan kambing susu perah. Prospek kambing ini luar biasa. Ini peluang bisnis yang halal dan berkah. Negara yang kaya akan ternak tidak akan pernah miskin.

"Ini kami kembangkan sehingga unit-unit usaha yang kami miliki punya profit. Hampir 35 persen bisnis yang dimiliki dapat mendukung pengelolaan pondok. Hal ini berkat banyak tangan-tangan yang membantu, sahabat-sahabat  dari Pelita Indonesia. Kami merasa pondok ini seperti binaan dari Pelita Indonesia," katanya.

Kepala Dinas Daslina menyampaika. apresiasi dari Pemprov terhadap peternakan milik pesantren yang mengedepankan teknologi peternakan.

"Kami ucapkan terimakasih atas fokus peternakan ini. Karena peternakan salah satu yang utama tentang ketahanan pangan dan makan bergizi gratis yakni pengadaan susu serta daging dan telur. Indikator dari nilai tukar petani yang dikeluarkan BPS Juli 2025 tumbuh positif 0,76 persen," sebutnya.

Peternakan ini bisa memacu  UMKM peternakan bagaimana bisa menyuplai bahan untuk makan bergizi gratis. Ini PR yang harus dipikirkan.  Jumlah kambing 152.196 ekor 8153 ekor domba.

"Tahun ini ada peningkatan 1,96 persen masih sangat kecil sehingga masih bisa dikembangkan di Riau. Potensi peternakan, kita msh sangat kekurangan daging telor dan susu. Daging sapi hampir 86 persen masih didatangkan dari luar provinsi. Apalagi susu, mudah-mudahan dengan teknologi bisa membuat yang tidak mungkin menjadi mungkin. IBT sdh memulai membuat teknologi untuk ternak terutama ternak kambing.  Saya memberikan apresiasi apa yang dilakukan IBT ini," katanya. (fas/ayi)

Editor : M. Erizal
#kunjungan pesantren #ibt pelita indonesia #Afebsi