TELUKKUANTAN (RIAUPOS.CO) - Universitas Islam Kuantan Singingi (Uniks) kembali menegaskan komitmennya terhadap implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PKM) yang dilaksanakan oleh Fakultas Pertanian.
Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Kinali, Kecamatan Kuantan Mudik. Tim PKM melaksanakan kegiatan penyuluhan sebanyak tiga kali. Antara lain, penerapan teknologi dan manajemen pakan ternak sapi pada 30 Mei 2025. Kemudian, penerapan teknologi dan manajemen dalam pengolahan limbah ternak sapi pada 8 Agustus 2025. Dan, penerapan teknologi dan manajemen kandang ternak sapi pada 13 Agustus 2025 yang dihadiri oleh kelompok tani Kamari Jadi, masyarakat serta pemerintahan desa.
Tim PKM Uniks yang terdiri dari Dr Chairil Ezward SP MP, Yoshi Lia Anggraini SPt MSi dan Dr A Haitami SP MP, yang merupakan dosen pada Program Studi Agroteknologi dan Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Islam Kuantan Singingi mengadakan kegiatan dengan tema ”PKM Menuju Desa Mandiri melalui Pemberdayaan Masyarakat dalam Penerapan Teknologi dan Manajemen Pakan dan Limbah Ternak Sapi di Desa Kinali”.
Menurut Ketua Tim PKM Uniks, Dr Chairil Ezward SP MP, tujuan PKM ini untuk memberdayakan masyarakat Desa Kinali melalui kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan dalam penerapan teknologi dan manajemen pakan dan limbah ternak sapi. Sehingga PKM ini berdampak keberlanjutan di Desa Kinali. Sasaran PKM ini adalah pemerintahan dan masyarakat serta kelompok tani Kemari Jadi.
Kegiatan PKM ini merupakan dari hibahKemdiktisaintek Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Pendanaan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) 2025.
Chairil mengatakan, pentingnya mengelola pekarangan dan lahan marginal untuk budidaya rumput gajah yang dapat digunakan sebagai pakan segar.
Selain itu pentingnya standar kandang ternak sapi, seperti kontruksi kandang. Karena akan mempengaruhi pada fisiologi ternak sapi. ”Konstruksi lantai contohnya, dibuat permanen untuk melancarkan drainase dan mengumpulkan limbah ternak sapi. Kemudian limbah dikumpulkan dan dikelola menjadi pupuk POC dan pupuk kompos,” katanya.
Sementara Yoshi Lia Angraini menyampaikan pengelolaan limbah pertanian seperti jerami menjadi pakan fermentasi silase. Sehingga ketersediaan pakan sapi dapat berlangsung secara kontiniu, berkuantitas, berkualitas dan tahan disimpan lama.(dac/c)
Editor : Arif Oktafian