BENGKALIS (RIAUPOS.CO) - Selama 50 hari, Tim KKN UGM Binar Bengkalis melaksanakan pengabdian di Bumi Lancang Kuning, Kecamatan Rupat Utara, Kabupaten Bengkalis, Riau. Tepatnya di Desa Teluk Rhu dan Desa Tanjung Medang.
Rupat Utara dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi besar untuk menjadi pariwisata unggulan di provinsi Riau. Kawasan ini menawarkan pesona pantai dengan hamparan pasir putih dan panorama laut yang memanjakan mata.
Rupat Utara juga memiliki kekayaan budaya dan tradisi masyarakat pesisir yang autentik, menjadikannya destinasi yang potensial untuk dikembangkan sebagai wisata berbasis alam dan budaya. Potensi yang dimiliki Rupat Utara membuka peluang besar bagi pembangunan sektor pariwisata yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.
Koordinator mahasiswa unit, Restu Satrio Widhianto, mengatakan salah satu program kerja yang mereka laksanakan adalah pengembangan pariwisata di Rupat Utara yaitu digitalisasi produk-produk lokal. Salah satu bentuk pengembangan pariwisata tersebut adalah pembuatan website desa https://rupatutara.id yang menjadi langkah awal dalam mempublikasikan dan memasarkan potensi daerah secara lebih luas.
“Website ini tercipta dari kolaborasi antara mahasiswa KKN sebagai wujud nyata untuk memajukan desa di Kecamatan Rupat Utara,” kata Restu dalam keterangan yang dikirim, Selasa (12/8).
Website tersebut tidak hanya menampilkan wisata yang ada di Rupat Utara, tetapi juga menampilkan profil UMKM. Para pelaku UMKM juga diberikan pelatihan digital secara berkelanjutan agar mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Materi pelatihan tersebut mencakup pembuatan QRIS, e-katalog, serta pengelolaan akun media sosial sebagai sarana promosi produk.
Sementara dalam mengembangkan UMKM juga dilakukan dengan inovasi olahan ikan khas Rupat Utara yang dikreasikan menjadi abon dan pempek. Inovasi ini memanfaatkan ikan parang dan ikan caru dari perairan setempat. Abon ikan ini memiliki cita rasa gurih yang khas serta daya simpan yang lebih lama, sehingga cocok dijadikan oleh-oleh maupun stok pangan rumah tangga.
Sementara itu, pempek berbahan dasar ikan parang menawarkan tekstur kenyal dan rasa yang tidak kalah lezat dengan pempek berbahan ikan tenggiri. “Olahan ikan ini tidak hanya menjadi upaya meningkatkan kreativitas masyarakat, tetapi juga langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah hasil perikanan Rupat Utara,” ujarnya.
Sebagai salah satu kawasan dengan potensi wisata yang beragam, Tim KKN Binar Bengkalis juga membuat peta sebaran potensi wisata untuk mendukung pengembangan pariwisata lokal di Rupat Utara, khususnya di Desa Teluk Rhu dan Tanjung Medang. Peta tersebut memuat berbagai titik-titik lokasi wisata yang ada di Desa Tanjung Medang maupun Desa Teluk Rhu, baik lokasi yang sudah dijadikan wisata maupun lokasi yang berpotensi menjadi wisata dengan keindahan dan keunikan khas masing-masing tempat.
Selain berfokus pada bidang pariwisata, Tim Binar Bengkalis juga memiliki beberapa program yang mendukung keberlanjutan lingkungan, seperti pengolahan limbah juga dilakukan sebagai upaya mengurangi volume sampah. Pengolahan limbah ini dilakukan pada sampah organik dan anorganik. Beberapa bentuk pengolahan limbah organik adalah pembuatan eco enzyme dengan menggunakan sisa sayuran dan buah-buahan busuk, pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah, dan pembuatan pupuk organik dari kotoran hewan ternak.
“Kegiatan ini menginspirasi ibu-ibu setempat untuk mengolah limbah rumah tangga yang mereka miliki yang tentunya dapat memiliki nilai jual,” katanya.
Sedangkan dalam upaya mendukung pembangunan berkelanjutan, Tim Binar Bengkalis mengenalkan kepada masyarakat terkait energi berkelanjutan dengan melakukan pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) menggunakan panel surya di titik-titik strategis Desa Tanjung Medang. Program kerja ini merupakan bentuk solusi ramah lingkungan yang dapat menunjang kegiatan warga sekitar dalam beraktivitas di malam hari.
“Panel surya dipilih karena mampu mengonversi energi surya menjadi listrik tanpa harus bergantung dengan PLN sehingga lebih adaptif dan efisien dengan suhu dan kondisi geografis Pulau Rupat,” terangnya.
Dalam bidang kesehatan, Tim Binar Bengkalis melaksanakan General Medical Check-Up (GMCU) sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini dan pengelolaan penyakit tidak menular, khususnya hipertensi dan asam urat. Program ini mencakup pemeriksaan kesehatan umum seperti tekanan darah dan kadar asam urat, serta edukasi mengenai faktor risiko, pencegahan, dan gaya hidup sehat. Melalui program ini, masyarakat diharapkan menjadi lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya dan termotivasi untuk melakukan perubahan perilaku ke arah yang lebih sehat. Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem pemantauan kesehatan yang berkelanjutan di lingkungan masyarakat Rupat Utara.
Tim Binar Bengkalis juga mengambil peran aktif dalam mendukung pelaksanaan enam program strategis dalam kunjungan kerja ketua TP posyandu Provinsi Riau pada tanggal 25 Juli 2025 silam bersama para tenaga kesehatan dan kader posyandu. Keterlibatan tersebut meliputi pendampingan sosialisasi posyandu dengan 6 SPM, pendampingan balita stunting, cek kesehatan gratis, pemberian imunisasi zero dose, pemeriksaan IVA test, dan penyuluhan narkoba.
“Kami sangat senang telah diberikan kepercayaan untuk terlibat dalam kegiatan kunjungan kerja ini karena memberikan kesempatan bagi kami untuk berkontribusi dalam peningkatan kesehatan masyarakat. Kami berharap program tersebut tidak hanya bermanfaat saat kegiatan berlangsung, tetapi juga dapat mendorong kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup sehat secara berkelanjutan,” ujar Restu.
Menjelang akhir kegiatan pengabdian di Rupat Utara, Tim Binar Bengkalis juga mengenalkan pembuatan briket arang dari daun kering yang diselenggarakan bersama masyarakat Desa Tanjung Medang menjadi salah satu upaya nyata dalam mengenalkan pemanfaatan limbah organik sebagai sumber energi alternatif.
Kegiatan ini diikuti oleh ibu-ibu yang selama ini menjadi garda terdepan dalam pengelolaan rumah tangga, termasuk dalam hal pengelolaan sampah.
“Kegiatan inimemberikan pengetahuan baru bagi warga setempat tentang cara memanfaatkan daun kering yang selama ini dianggap tidak berguna, namun sebenarnya bisa dijadikan sumber energi alternatif,” ujarnya.
Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian yang dilakukan oleh Tim Binar Bengkalis tidak hanya memberdayakan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga mendorong kesadaran lingkungan dan kesehatan secara berkelanjutan. Berbagai aktivitas Tim KKN Binar Bengkalis selama pengabdian di Rupat Utara dapat dilihat di @binar.bengkalis melalui akun media sosial Instagram dan TikTok.
Editor : Arif Oktafian