PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Pengabdian pada masyarakat (PPM) dosen Universitas Riau (Unri) kembali dilaksanakan di Desa Sungai Paku, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar. Desa tersebut sudah ditetapkan oleh LPPM Unri sebagai desa binaan sejak tahun 2018. Kegiatan itu dimotori oleh Prof Dr Dewita MS, baru-baru ini.
Prof Dr Dewita MS menyebutkan, penetapan ini menjadi momen positif bagi para akademisi untuk mengembangkan ilmu dan mengaplikasikannya pada masyarakat. Bertujuan untuk membina sekaligus menghadirkan inovasi bagi mitra dalam mengembangkan produk berbasis ikan yang bernilai tambah, sehingga berdampak pada peningkatan pendapatan Kelompok Usaha UD Kasih Bunda.
Dalam pelaksanaannya, ketua dibantu oleh anggota tim, yakni Santhy Wisuda Sidauruk SPi MSi, Chicka Wily Yanti SP MSi, Rizky Febriansyah Siregar SPi MSi, M Zakiyul Fikri SPi MSi, Imelda Yunita STP MP, Ayu Diana SPi MP dan beberapa mahasiswa Jurusan Teknologi Hasil Perikanan. Mereka memberikan alih teknologi kepada anggota mitra untuk menghadirkan inovasi produk baru berupa cendol ikan dengan fortifikasi tepung ikan sebagai minuman fungsional. Bertemakan ‘’Inovasi dan Teknologi Pengolahan Cendol Ikan dengan Fortifikasi Tepung Ikan sebagai Minuman Fungsional’’.
Ketua Kelompok Usaha UD Kasih Bunda Harliana menyampaikan, melalui penerapan teknologi pengolahan, pihaknya berhasil menghadirkan produk baru berupa cendol ikan dengan fortifikasi tepung ikan yang dikemas sebagai minuman fungsional. Produk inovatif ini mulai diperkenalkan ke masyarakat sekitar.
Harliana sangat mengapresiasi dan terima kasih kepada Tim Bina Desa LPPM Unri yang telah hadir membina warga, khususnya kelompok UD Kasih Bunda. Ia berharap kegiatan alih teknologi ini dapat benar-benar dimanfaatkan oleh para peserta dengan penuh keseriusan, sehingga ilmu yang diberikan oleh pakar dari Jurusan Teknologi Hasil Perikanan Unri dapat diterapkan secara optimal.
‘’Kehadiran inovasi berupa cendol ikan dengan fortifikasi tepung ikan sebagai minuman fungsional diharapkan mampu membuka peluang baru bagi pengembangan usaha masyarakat desa,’’ sebutnya.(nto/c)
Editor : Arif Oktafian