PEKANBARU (RIAU POS.CO) -- Dosen Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Riau (Unri) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Kuok, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, Sabtu (23/8/2025).
Pengabdian masyarakat bertemakan "Alih Teknologi Pengolahan Makanan Ringan Berbasis Produk Unggulan Desa yang Berciri Khas Lokal dari Potensi Perikanan".
Tim pengabdian ini diketuai oleh Dr Ir Mery Sukmiwati MSi, dengan anggota tim Dr Ir Tjipto Leksono MPhil, Dr Dian Iriani SPi MP MSc, Dr Ir Morina Riauwaty MP, Dr Ir Henni Syawal MSi, Ir Efawani MSi, dan Nofri Sandria SPi MSi.
Dr Ir Mery Sukmiwati mengatakan, tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk makanan ringan yang inovatif dan berciri khas lokal, memberikan keterampilan praktis dalam manajemen usaha.
Juga membuka akses pemasaran agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing di tingkat lokal maupun regional. Dengan demikian, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa berbasis potensi perikanan dan pangan lokal.
Lebih jauh, kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata hilirisasi riset dan iptek di bidang perikanan dan kelautan, di mana hasil penelitian dan inovasi perguruan tinggi ditransfer langsung kepada masyarakat untuk dimanfaatkan secara berkelanjutan.
Ia menuturkan, program perdana dilaksanakan pada 23 Agustus 2025, berupa pemberian materi tentang Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik untuk Industri Rumah Tangga (CPPB-IRT), Good Manufacturing Practices (GMP), manajemen wirausaha, serta strategi menjalin kerja sama pemasaran produk hasil perikanan.
Selanjutnya, pada 7 September 2025, tim melaksanakan pelatihan pembuatan produk olahan perikanan dengan penambahan bahan lokal cempedak hutan bersama ibu-ibu Desa Kuok.
Produk yang berhasil dibuat meliputi olahan Dimsum Cemfish, Cookies Cemfish, dan Mie Cemfish, yang diharapkan menjadi produk unggulan desa sekaligus mendukung keberlanjutan usaha masyarakat berbasis potensi lokal.
Dr Ir Mery Sukmiwati menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar pelatihan, tetapi juga wujud nyata kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat.
"Melalui pengabdian ini kami ingin mendorong ibu-ibu petani ikan di Desa Kuok agar mampu berinovasi dalam mengolah hasil perikanan menjadi produk yang bernilai tambah dan berciri khas lokal. Harapan kami, produk yang dihasilkan dapat menjadi identitas desa sekaligus membuka peluang usaha baru yang berkelanjutan," ujarnya.
Kelompok ibu-ibu petani ikan Pokdakan Patin Macang Farm Desa Kuok sangat mendukung kegiatan tersebut. Pasalnya, Desa Kuok dikenal dengan budidaya ikan patin yang melimpah serta keberadaan cempedak hutan yang khas.
"Dengan adanya pendampingan dari tim dosen FPK, kami sangat terbantu untuk mengolah potensi lokal ini menjadi produk olahan yang lebih bernilai jual. Harapannya, produk ini bisa menjadi ciri khas desa kami sekaligus menambah penghasilan keluarga," ungkapnya.(c)
Editor : Rinaldi