Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Peneliti Unri Kembangkan Bra Medis, Deteksi Dini Kanker Payudara

Herianto Baserah • Senin, 27 Oktober 2025 | 09:05 WIB
Assoc Prof Dr Yusnita Rahayu ST MEng
Assoc Prof Dr Yusnita Rahayu ST MEng

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) — Upaya mendeteksi kanker payudara sejak dini kini mendapat perhatian khusus dari kalangan akademisi. Tim peneliti dari Jurusan Teknik Elektro Universitas Riau (Unri) berhasil merancang inovasi Bra Medis yang mampu mendeteksi adanya kelainan pada jaringan payudara menggunakan teknologi gelombang mikro.

Inovasi ini dikembangkan melalui Program Hilirisasi Riset Skema Pengujian Model dan Prototype Tahun 2025 yang didukung oleh Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Riau.

Tim penelitian ini terdiri dari tiga orang dosen dan lima mahasiswa, yakni Hasby Fakhrezi Kamal, Muhammad Erwa Sandyka, Rangga Byian Tri Putra, Sofa Dwi Putra, dan Taupan Septian Haris. Tim dosen pembimbing meliputi Assoc Prof Dr Yusnita Rahayu ST MEng, Dian Ramadhani ST MT dan Dr dr Tb Odih Rhomdani Wahid SpBA MKM.

Ketua tim peneliti Assoc Prof Dr Yusnita Rahayu ST MEng kepada Riau Pos, Jumat (24/10) menjelaskan bahwa sistem kerja bra medis tersebut memanfaatkan prinsip pantulan gelombang mikro.

Setiap sisi bra dilengkapi dengan empat kuadran yang terdiri dari enam belas antena sensor untuk mendeteksi kondisi jaringan pada masing-masing bagian payudara.

“Alat ini bekerja dengan menembakkan sinyal gelombang mikro ke jaringan payudara. Jika jaringan dalam kondisi normal, sinyal akan menembus dan diteruskan ke belakang tubuh. Namun, jika terdapat kelainan seperti tumor, sinyal akan dipantulkan kembali ke sensor,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yusnita menerangkan bahwa sistem tersebut mengukur waktu tempuh sinyal pantulan dari antena ke jaringan. Selisih waktu antara sinyal yang dipancarkan dan diterima kembali digunakan untuk memperkirakan posisi serta jarak kelainan pada jaringan.

Dengan metode ini, proses deteksi dapat dilakukan secara non-invasif, tanpa menimbulkan rasa sakit, dan lebih aman bagi pengguna.Saat ini, penelitian masih berada pada tahap pengembangan lanjutan prototype untuk memastikan sensitivitas dan stabilitas sistem.

Pengujian dilakukan menggunakan phantom atau model tiruan jaringan payudara guna memastikan tingkat akurasi alat sebelum diterapkan pada manusia. Hasil pengujian nantinya akan ditampilkan melalui Graphical User Interface (GUI) yang dirancang agar mudah dipahami oleh masyarakat luas.

“Kami berusaha agar tampilan hasil deteksi tidak rumit. Melalui GUI ini, informasi disajikan secara visual sederhana, sehingga orang awam pun dapat memahami hasilnya,” tambah Yusnita.

Ke depannya, tim berencana melakukan pengujian kelistrikan di Balai Pengamanan Fasilitas Kesehatan (BPAFK) untuk memastikan perangkat ini memenuhi standar dan layak menjadi alat kesehatan (alkes).

Selain itu, bra medis yang dikembangkan juga telah memperoleh sertifikat desain industri, sebagai bentuk pengakuan terhadap orisinalitas dan potensi inovatif produk tersebut.

Penelitian ini menjadi bukti komitmen Universitas Riau dalam mendukung pengembangan riset terapan berbasis teknologi yang memiliki nilai sosial tinggi, khususnya di bidang kesehatan perempuan.

“Kami berharap inovasi ini dapat menjadi langkah awal menuju pengembangan alat medis lokal yang aman, efektif, dan ramah pengguna,” ungkap Yusnita.

Dengan adanya penelitian ini, diharapkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kanker payudara semakin meningkat.

Teknologi bra medis ini tidak hanya menawarkan solusi praktis bagi masyarakat, tetapi juga menjadi wujud nyata kontribusi akademisi dalam meningkatkan kualitas hidup melalui inovasi teknologi.(nto/c)

Editor : Rindra Yasin
#deteksi dini #alat kesehatan #Bra Medis #Unri #inovasi teknologi #kanker payudara #universitas riau #kesehatan perempuan