KAMPAR (RIAUPOS.CO) - Poltekkes Kemenkes Riau kembali melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat di SMPN 1 Kampar dengan fokus edukasi gizi menggunakan konsep “Isi Piringku”.
Kegiatan yang berlangsung dari bulan September hingga Desember 2025 ini dilakukan oleh Dosen Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Riau.Yessi Marlina, S.Gz., MPH dan Falinda Oktariani, M.Pd, Jumat (12/12/2025)
Menurutnya, program ini bertujuan meningkatkan literasi gizi sekaligus membentuk perilaku makan sehat pada siswa SMP sebagai upaya pencegahan penyakit jantung sejak dini.
Dimana berdasarkan laporan Survei Kesehatan Indonesia (2023), proporsi penduduk yang mengonsumsi makanan berisiko di Provinsi Riau mencapai 31,4 persen. Pada kelompok usia 10–14 tahun, konsumsi buah dan sayur bahkan hanya 2,3 persen per minggu. Kondisi ini menunjukkan bahwa remaja masih belum menjadikan makanan sehat sebagai pilihan utama dalam kesehariannya.
Remaja cenderung mengonsumsi makanan tinggi lemak, tinggi gula, tinggi garam, serta rendah serat. Kebiasaan makan seperti ini menjadi pemicu penyakit jantung koroner di masa dewasa.
Selain itu, kegiatan pengabdian dilakukan melalui beberapa metode edukatif, di antaranya ceramah interaktif, pemutaran video, permainan cerdas cermat, serta lomba pembuatan poster “Isi Piringku”.
Sebanyak lebih kurang 30 siswa mengikuti program ini dengan antusias dan aktif berdiskusi mengenai makanan sehat yang seharusnya dikonsumsi setiap hari.
Dalam sesi edukasi, siswa diperkenalkan kembali pada konsep “Isi Piringku”, yang merupakan pedoman gizi seimbang pengganti “4 Sehat 5 Sempurna”.
Melalui konsep ini, siswa diajak memahami bahwa setiap kali makan, setengah piring harus diisi oleh sayur dan buah, sumber karbohidrat dan protein.
Pengukuran pengetahuan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terkait gizi seimbang dan komposisi makanan. Rata-rata skor pengetahuan siswa meningkat dari 51,30 menjadi 55,25 setelah edukasi diberikan.
Selain itu, dari hasil analisis kuesioner, sebagian besar siswa memperoleh informasi gizi dari sekolah, menandakan bahwa lingkungan pendidikan memiliki peran penting dalam membentuk pola hidup sehat pada remaja.
Lomba poster yang dilakukan juga menjadi sarana bagi siswa untuk mengekspresikan pemahaman mereka mengenai gizi seimbang melalui media kreatif.
"Melalui kegiatan ini, tim pengabdian berharap agar konsep “Isi Piringku” tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di sekolah. Guru dan pihak sekolah dianjurkan untuk mengintegrasikan materi gizi ke dalam pembelajaran, sementara orang tua didorong untuk menyediakan menu makanan yang sehat dan seimbang,"ungkapnya
Selain peningkatan pengetahuan siswa, kegiatan ini menghasilkan modul edukasi Isi Piringku, poster karya siswa, serta rencana publikasi artikel ilmiah pada jurnal pengabdian masyarakat. Dimana, SMPN 1 Kampar juga berkomitmen menjadi sekolah binaan dalam pengembangan remaja sadar gizi.
"Kami harap kegiatan ini mampu menjadi model edukasi gizi di sekolah lain di Kabupaten Kampar dan Provinsi Riau, mengingat pentingnya intervensi sejak dini untuk menekan risiko penyakit jantung di masa mendatang,"tegasnya. (ayi/c)
Editor : M. Erizal