Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Bobby Ferly Jadi Narasumber UMKM Digital di Pauh Janggi

Herianto Baserah • Selasa, 16 Desember 2025 | 09:42 WIB
Dosen Fakultas Syariah IMSYA Indonesia Bobby Ferly SH MH menjadi narasumber Seminar Digital Gender Gap dalam Ekosistem UMKM di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Senin (15/12/2025).
Dosen Fakultas Syariah IMSYA Indonesia Bobby Ferly SH MH menjadi narasumber Seminar Digital Gender Gap dalam Ekosistem UMKM di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi, Senin (15/12/2025).

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dosen Fakultas Syariah Institut Agama Imam Syafii (IMSYA) Indonesia Bobby Ferly SH MH menjadi narasumber seminar Digital Gender Gap dalam Ekosistem UMKM yang bertemakan ‘’Strategi dalam Mendorong Literasi Perempuan Pelaku Usaha’’. Seminar sempena spesial Hari Ibu Ke-97. Berlangsung di Gedung Daerah Balai Pauh Janggi Kota Pekanbaru, Senin (15/12). 

Seminar dibuka oleh Kepala Dinas P3AP2KB Provinsi Riau Hj Fariza SH MH. Dalam sambutannya, Hj Fariza SH MH mengatakan, di era digital saat ini salah satu tantangan terbesar adalah kesenjangan akses dan pemanfaatan teknologi antara laki-laki dan perempuan khususnya di sektor UMKM. ‘’Kita ketahui, lebih 64 persen pelaku UMKM di Indonesia adalah perempuan. Perempuan adalah motor penggerak ekonomi keluarga, perempuan merupakan ketahanan ekonomi negara,’’ ujarnya.

Senada dengan itu, Bobby Ferly SH MH yang juga Sekretaris Program Studi (Prodi) Hukum Ekonomi Syariah IMSYA, Advokat dan Penyuluh Literasi Digital mengatakan, narasi yang selama ini beredar bahwa perempuan tertinggal karena ketiadaan akses atau kepemilikan gawai (HP) ternyata tidak sepenuhnya tepat.

Masalah utamanya, kata Bobby, bukan lagi pada tidak punya HP melainkan tidak tahu cara menggunakannya untuk bisnis. Riset terbaru menyoroti adanya digital gender gap yang kritis dimana tingginya kepermilikan ponsel pintar di kalangan perempuan tidak berbanding lurus dengan pemanfaatannya untuk produktivitas ekonomi.

Disebutnya, mayoritas perempuan pelaku UMKM telah menggenggam teknologi di tangan mereka, namun fungsinya sering kali terhenti sebatas komunikasi dasar. Kesenjangan skill atau kecakapan digital (literasi) inilah yang menjadi tembok penghalang sesungguhnya membuat banyak perempuan terkoneksi secara perangkat namun terputus dari peluang pasar global.(nto/c)

Editor : Rindra Yasin
#ekosistem umkm #Bobby Ferly #pelaku usaha #literasi #Institut Agama Imam Syafii