Riau Pekanbaru Nasional Internasional Hukum Ekonomi Olahraga Berita Hiburan Kesehatan Kriminal Pendidikan Sumatera Politik Perca Liputan Khusus Lingkungan Ladies Kebudayaan Begini Ceritanya Kick Out Hoax Interaktif Gaya Hidup Feature Buku Opini Betuah

Umrah Digitalisasi Sistem Keuangan Bank Sampah KKBS

Redaksi • Minggu, 21 Desember 2025 | 10:14 WIB
Tim pengabdian masyarakat dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) usai memberikan Pelatihan Pemasaran Digital di Bank Sampah KBBS Tanjungpinang, beberapa waktu lalu.
Tim pengabdian masyarakat dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) usai memberikan Pelatihan Pemasaran Digital di Bank Sampah KBBS Tanjungpinang, beberapa waktu lalu.

TANJUNGPINANG (RIAUPOS.CO) - Tim dosen Universitas Maritim Raja Ali Haji (Umrah) resmi melaksanakan program pengabdian kepada masyarakat (PkM) bertajuk “Integrasi Akuntansi dan Teknologi” di Bank Sampah Komunitas Keluarga Berdaya Sejahtera (KKBS) Tanjungpinang.

Kegiatan yang berlangsung sejak Juni hingga Desember 2025 ini bertujuan memodernisasi pengelolaan keuangan melalui pengembangan website khusus. Program ini diketuai oleh Suci Wahyuliza (Akuntansi) dengan anggota Rizki Yuli Sari (Akuntansi) dan Mirza Ayunda Pratiwi (Bisnis Digital), serta melibatkan aktif mahasiswa Akuntansi Umrah di lapangan sebagai bagian dari Hibah Program Kemitraan Masyarakat yang didanai oleh DPPM.

​Bank Sampah KKBS yang dipimpin oleh Kemistia Eva merupakan salah satu penggerak ekonomi sirkular di Tanjungpinang yang aktif mengedukasi masyarakat mengenai pemilahan sampah rumah tangga. Sejak berdiri pada Juli 2024, bank sampah ini telah memiliki 100 nasabah rutin dengan volume sampah yang ditangani mencapai ±286 kg setiap harinya. Dengan rata-rata pendapatan mingguan sebesar Rp500.000 hingga Rp1.000.000, tantangan utama yang dihadapi pengurus adalah sistem pencatatan keuangan yang selama ini masih dilakukan secara manual.
​Menjawab tantangan tersebut, tim Umrah mengembangkan website yang mengintegrasikan pencatatan transaksi, pengelolaan tabungan nasabah, hingga fitur promosi digital dalam satu sistem praktis. Selama delapan bulan pelaksanaan, tim juga memberikan pendampingan intensif bagi 10 pengurus aktif yang terdiri dari ibu-ibu dan remaja—termasuk dua orang penyandang disabilitas. Pelatihan yang diberikan mencakup teknis operasional website, pencatatan keuangan sederhana, hingga pelatihan kreativitas mengolah sampah menjadi produk bernilai ekonomi tinggi.

​Dampak dari digitalisasi ini mulai dirasakan secara nyata oleh komunitas. Pengurus kini lebih percaya diri mengelola keuangan dengan sistem yang lebih rapi, cepat, dan transparan. Laporan keuangan yang akurat secara langsung meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk ikut serta menjadi nasabah. Selain itu, kolaborasi ini memberikan pengalaman berharga bagi mahasiswa dalam menerapkan ilmu akuntansi dan teknologi untuk memberikan dampak sosial yang positif. Transformasi digital ini diharapkan menjadikan Bank Sampah KKBS sebagai inspirasi bagi pengelolaan sampah yang inovatif, berdaya saing, dan berkelanjutan di Tanjungpinang.(muh/c)

Editor : Bayu Saputra
#kbbs #bank sampah #Universitas Maritim Raja Ali Haji