PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan Bahasa Arab di lingkungan pesantren, Ustadz Akzam bersama Tim Pengabdian Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Arab (PBA) Universitas Islam Riau (UIR) sukses melaksanakan program pengabdian masyarakat dengan tema ‘’Model Integratif Kurikulum Bahasa Arab Murni Berbasis Nilai Tradisional dan Metodologi Pengajaran Modern’’ belum lama ini.
Kegiatan ini digelar di dua pesantren unggulan di Kota Bukittinggi, yaitu Pondok Pesantren Tahfizh Mu’allimin Muhammadiyah Sawah Sangka dan Pakan Sinayan Bukittinggi. Kegiatan berlangsung dalam suasana antusias, penuh semangat dari para santri dan pengasuh pondok.
Kolaborasi Nilai Tradisi dan Inovasi Pengajaran
Dalam sambutannya, Ustadz Akzam menegaskan pentingnya menjaga kemurnian Bahasa Arab sebagai bahasa Alquran dan sunnah, sembari mengadopsi pendekatan-pendekatan pengajaran modern yang lebih komunikatif dan partisipatif. ‘’Kami tidak datang membawa konsep asing, tapi merangkai kembali warisan tradisional yang kuat dengan metode pedagogik kontemporer yang telah teruji,’’ ujarnya..
Model integratif yang ditawarkan memadukan struktur kurikulum klasik berbasis turats (literatur klasik Islam) dengan pendekatan kontekstual dan teknologi digital, sehingga Bahasa Arab tidak hanya dipelajari secara gramatikal, tetapi juga hidup dalam praktik kehidupan sehari-hari santri.
Respons Positif Pesantren dan Harapan ke Depan
Pimpinan Pondok Pesantren Tahfizh Mu’allimin Muhammadiyah menyambut hangat inisiatif dari Tim PBA UIR ini. Mereka menyampaikan bahwa kegiatan ini memberi nafas baru bagi metode pembelajaran Bahasa Arab yang selama ini cenderung monoton. Tim PBA UIR juga menyatakan bahwa kegiatan ini akan menjadi proyek percontohan yang nantinya bisa direplikasi di berbagai pesantren lainnya di Sumatera, demi mendorong kebangkitan pengajaran Bahasa Arab yang otentik namun adaptif.
Dengan pengabdian ini, Tim PBA UIR membuktikan bahwa kolaborasi akademik dan pesantren tradisional bukan hanya mungkin, tapi juga perlu demi membangun generasi Qur’ani yang cakap, berakar dalam tradisi, dan siap menghadapi tantangan zaman.(nto/c)
Editor : Rindra Yasin