PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tim Pengabdian Masyarakat Fakultas Teknik Jurusan Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau (UIR) menyelenggarakan edukasi teknis bagi siswa-siswi SMK Migas Inovasi Riau. Dalam upaya menjembatani kebutuhan industri dengan dunia pendidikan. Kegiatan ini mengusung tema “Edukasi Logging dan Interprestasi Data Sumur Sebagai Upaya Peningkatan Kompetensi Vokasi di SMK Migas Inovasi Riau”. Senin 15 Desember 2025 di Aula sekolah tersebut.
Tim Pengabdian tersebut terdiri Ketua Pengusul Ir Richa Melysa ST MT, Anggota Pengusul Ir Novrianti ST MT, Anggota Eksternal Ir Idham Khalid ST MT serta didukung mahasiswa Ochi Willya Chevrananda dan Marsekal Ghufran Alfarisy. Edukasi itu bertujuan memberikan pemahaman mendalam mengenai salah satu aspek paling krusial dalam eksplorasi migas, yakni Well Logging. Para siswa diajak untuk memahami bagaimana data dari bawah permukaan tanah diambil dan diolah menjadi informasi berharga untuk menetukan keberadaan cadangan hydrocarbon. Mendekatkan kurikulum dengan realita industri.
Ketua Tim Pengabdian Ir Richa Melysa ST MT menyampaikan bahwa penguasaan data merupakan kunci bagi tenaga kerja vokasi dimasa depan. “ Siswa SMK migas tidak hanya harus tahu cara kerja di lapangan, tapi mampu membaca ‘bahasa’ sumur melalui data Logging. Ini adalah skill yang sangat dicari oleh perusahaan migas saat ini,’’ ujar Richa Melysa.
Selama pelatihan, para siswa mendapatkan materi yang komprehensif meliputi, pengenalan alat logging : memahami fungsi Gamma ray log, resistivity log dan Neutron-density log. Proses akuisisi data : bagaimana sensor bekerja mengirimkan informasi dari lubang bor ke permukaan. Interprestasi dasar : praktik langsung membaca grafik log untuk mengidentifikasi lapisan batuan. Kandungan fluida : minyak, gas atau air. Antusiasme dan simulasi praktis yang diberikan sekolah menunjukkan ketertarikan dan pemahaman materi yang diberikan.
Dalam pada itu Kepala SMK Migas Inovasi Ferda Fandesa ST menyambut baik inisiatif ini. Kehadiran para akademisi memberikan penyegaran terhadap kurikulum sekolah. “Kami sangat mengapresiasi kehadiran para dosen. Simulasi interpetasi data yang diberikan membuat siswa memiliki gambaran nyata tentang tantangan di industri migas yang sesungguhnya,’’ ungkapnya.
Acara ditutup diskusi tanya jawab dan simulasi kelompok untuk menganalisa data sumur fiktif dan mempresentasikannya di depan audien dan mentor. Kegiatan ini diharapkan dapat memacu semangat belajar siswa untuk menjadi tenaga ahli yang kompeten dan siap kerja (link and match) dengan kebutuhan industri energi nasional.(nto/c)
Editor : Arif Oktafian