PEKANBARU (RIAUPOS.CO) – Sebanyak 402 siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) Pertanian Terpadu Pekanbaru mengikuti ujian sertifikasi murid (USM) pola Lembaga Sertifikat Profesi (LSP)-Lingkup Lembaga Pendidikan (P1) dan Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) Mandiri yang berlangsung dari 13 hingga 17 April 2026.
Kepala SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru Elvita Herasanty SIP MPd menyebutkan, skema LSP-P1 yang diujikan pertama Agribisnis Tanaman Perkebunan (ATP) yang diikuti 116 siswa. Kedua Agribisnis Tanaman Pangan dan Hortikultura (ATPH) sebanyak 60 siswa. Ketiga Alat Mesin Pertanian (AMP) sebanyak 30 siswa.Keempat Agribisnis Ternak Unggas (ATU) sebanyak 26 siswa. Kelima Agribisnis Perikanan Air Tawar (APAT) sebanyak 52 orang. Keenam Agriteknologi Pengolahan Hasil Pertanian (APHP) sebanyak 96 orang. Kemudian pola UKK Mandiri yakni paket Perbenihan Tanaman (APT) sebanyak 22 orang.
Untuk UKK dan LSP ini, kata Elvita Herasanty, dilakukan oleh tim penilai/asesor dari pihak luar (eksternal) yang berasal dari dunia industri atau perusahaan dan asesor dari dalam (internal) yang berasal dari guru-guru jurusan SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru yang sudah memiliki sertifikat asesor.
Baca Juga: Dibuka Resmi! Lab Indonesia 2026 Hadirkan "Laboratoriaum Raksasa" Interakktif dengan 900+ Inovasi
Ia menjelaskan LSP adalah lembaga pelaksana kegiatan sertifikasi kompetensi kerja yang telah memperoleh lisensi resmi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). LSP bertugas memastikan kompetensi tenaga kerja sesuai standar industri dan nasional.
Disebutkannya, tujuan ujian ini adalah untuk mengevaluasi pencapaian kompetensi siswa. Setelah mereka dinyatakan lulus, mereka memiliki sertifikasi kompetensi sebagai tanda bukti penguat untuk diterima di dunia industri dan dunia kerja.’’Kami mengarapkan semua siswa SMKN Pertanian Terpadu Pekanbaru dapat lulus sesuai dengan kompetensi yang dicapai dan diterima di dunia kerja,’’ ujarnya.(nto/c)
Editor : Edwar Yaman